Confess

369 25 4
                                        

Di villa setelah mereka mandi dan berganti pakaian, mereka mengatur tempat tidur. Karna hanya punya kamar satu didalam villa akan diisi oleh View dan Racha. Sedangkan keempat temannya menyusun tempat di ruang tamu villa. Mereka tidak merniat tidur karna jam masih menunjukkan jam delapan malam. Setelah menyiapkan tempat tidur, semuanya keluar dari villa.

Malam toko-toko lebih bercahaya. Disepanjang jalan beberapa cemilan dijual. Mereka memilih dan membungkus makanan yang akan mereka bawa ke pantai. Rencana malam ini adalah api unggun. Membawa cemilan serta minuman untuk santai bersama ditepi pantai.

Jam setengah sepuluh mereka menyiapkan api didekat villa. Gitar yang selama ini berada di villa masih sama dengan gitar yang dulunya pernah nanon mainkan. Hanya berbeda senar dan suaranya yang sudah sedikit sumbang. Tapi Perth mengatur nada gitar itu agar bisa pas. Ohm dan chimon mengatur api unggun. Racha dan View mengobrol sedangkan Nanon hanya mendengar.

Setelah api menyala, Perth juga mulai menyanyikan beberapa lagu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah api menyala, Perth juga mulai menyanyikan beberapa lagu. Nadanya mulai diikuti oleh Chimon. Mereka mulai menyanyikan lagu sesekali diikuti yang lainnya.

Ohm duduk disamping Nanon, dan mereka saling tatap ketika lagu dari chimon dan perth terdengar. Ohm membenarkan posisi rambut Nanon yang tertiup angin membuat dua cekungan dikedua pipinya terlihat. Mereka menceritakan apapun hingga sekarang sudah lewat dari jam dua belas.

"Perth, ikut gue beli barang yok?" Ajak Ohm

"Mau kemana Ohm?" Tanya View. "Gue udah ngantuk berat nih."

"Kalian kalau ngantuk, tidur aja. Gue disini sama Nanon." Chimon menyarankan View dan Racha untuk masuk kedalam Villa.

"Ga apa-ap Nan gue masuk duluan. Mereka berdua mau pergi loh itu."

"Ga apaa. Acha tidur aja. Besok kita jalan-jalan lagi."

Racha dan View masuk ke dalam villa.

"Jangan kemana-mana ya. Bentar aja perginya." Ohm tersenyum pada Nanon.

"Tunggu ya." Perth juga menujukan kata-katanya pada Chimon.

Setelah keduanya pergi, hanya ada Chimon dan Nanon yang sedang bermain gitar. Nanon bernyanyi, sesekali chimon mengikuti.

"Nan, lo sama Ohm hubungannya apa?" Nanon menghentikan petikan gitarnya menatap laut. Didepan laut dulunya Ohm mengajaknya pacaran. Walau hanya beberapa hari tapi nyatanya ia pernah memiliki hubungan spesial dengan Ohm.

"Hmm ga tau. Mantan?"

"Sekarang?" Nanon diam.

"Lo suka Ohm?" Nanon menatap Chimon dan mengangguk. "Kenapa ga bilang dia?" Kini nanon menggeleng cepat.

"Takut." Takut tertolak, takut pada pendapat orang, takut mengecewakan ayahnya lagi setelah dengan ikhlas ia menerima anaknya yang hanya suka pada laki-laki.

"Tapi,, mau kayak kalian. Mau pacaran. Bisa gak ya?"

"Kalau ga dicoba ga akan tau Nan. Gue liat Ohm juga suka lo."

Rainbow MistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang