⚠️BXB WARNING⚠️
⚠️OHMNANON⚠️
⚠️21+⚠️
Nanon yang tiba-tiba memutuskan liburan seorang diri bertemu dengan Ohm Pawat yang selalu jadi topik pembahasan anak-anak dikelasnya.
Ohm Pawat yang merindukan orang tuanya di desa, akan berkunjung liburan kali i...
Mobil memasuki pekarangan rumah. "Ayah, Nanon pulang." Ia masuk ke dalam dan menemukan seorang perempuan sedang minum dan menonton televisi di ruang keluarga. Perempuan itu berdiri karena kaget melihat kedua orang yang masuk begitu saja. Ia tak mendengar suara nanon karena asik dengan drama korea di televisi.
"Nan, kok baru sampe. Ayah nunggu seharian. Ayah kira datangnya siang. Ini udah mau malam."
"Ada urusan tadi ayah, jadi pulangnya sedikit tertunda. Ayah, dia siapa?"
"Kamu masuk dulu, mandi dulu. Abis itu kita makan malam. Ya?" Nanon mengangguk dan pergi. Begitu juga dengan Racha.
Setelah Nanon mandi, pintu kamarnya diketuk. "Nan, ayah boleh masuk?"
"Masuk aja ayah." Ia menutup pintu kamar dan duduk di kasur Nanon.
"Udah rapi kamar kamu."
"Ayah yang rapiin? Makasih ayah."
"Bukan. Hmm ayah mau bicara."
"Ngomong aja ayah!"
"Kamu tau kan ayah terima kamu apa adanya Nan, memang awalnya nggak. Tapi yaa sekarang kamu tau kan ayah selalu dukung kamu?"
"Ayah kenapa sih?"
"Boleh ayah mau kamu gitu juga ke ayah? Kalau ayah berbuat salah, kamu mau maafin ayah?"
"Ayah nih coba ngomongnya yang jelas" omel nanon.
"Wanita yang tadi kamu lihat dibawah, diaa,, lagi mengandung adek kamu Nan."
"Hah?"
"Ayah tau, ayah salah. Kami akan menikah Nan tapi ayah menunggumu. Sedangkan kandungannya hampir empat bulan. Boleh kan ayah nikah lagi?" Nanon menatap ayahnya. Raut wajah tua ayahnya yang letih seharian diruang kerja, memiliki anak yang jauh dari normal seakan menjadi beban sendiri. Iya tau ayahnya harus ada yang mengurus. Tapi apa wanita yang akan dinikahi ayah bisa dipercaya?
"Kenalkan ayah!" Ucapnya. Ayahnya tersenyum dan keluar dari kamar nanon.
Nanon dan Racha ke ruang keluarga. Ayah mengenalkan nama yang akan menjadi bagian dari keluarganya. Dengan perut yang sedikit berbentuk dan baju yang kebesaran terkesan wanita itu terbiasa santai dirumah ayahnya. Mungkin karna sudah sering menginap.
"Saya sudah siapkan makanan. Ayok kita makan dulu!" Ucapnya. Tak ada penolakan Racha dan Nanon makan dengan lahap. Tadi hanya berhenti makan yang ringan saat diperjalanan.
Nanon dengan mudah menerima orang baru dalam keluarganya. Ia menilai wanita yang akan dinikahi ayahnya bisa menjadi sosok ibu bagi bayinya kelak. Mereka memutuskan akan memanggilnya ibu. Dengan restu dua hari kemudian ayahnya resmi menikah. Dan ibu barunya menetap di rumah ayahnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
"Bundaa" Ohm memanggil bundanya ketika masuk ke dalam rumah.
"Ehh anak bunda udah datang. Lama banget datngnya." Salam dan peluk tak luput dari keduanya.