~Happy reading~
.
.
Lagi, kali ini Revan kembali melamun di kamarnya. Ia kembali memikirkan tentang identitasnya.
Apa perlu ia bicara jujur kepada keluarga Alfan? Tapi bagaimana jika mereka tidak terima?
Ia terus memikirkan itu. Bahkan ia tidak sadar jika Azra sudah masuk sedari tadi ke kamarnya.
Azra yang melihat Revan melamun, hanya memandang datar. Ia berjalan ke arah Revan dan menepuk pelan pundaknya.
Revan pun tersadar, kamudian melihat ke arah Azra.
"Makan malam" Ucap Azra
Revan hanya nengangguk dan berdiri. Kemudian berjalan menuju ruang makan, diikuti Azra.
Sampai di ruang makan, mereka duduk di kursi masing masing.
Makan malam pun dimulai.
.
Selesai makan malam, seperti biasa mereka berkumpul di ruang keluarga.
Sungguh Revan benci berada di posisi ini. Sekarang ia kembali kepikiran tentang identitas nya ini.
Kenapa hidupnya tak pernah tenang?
Syifa menghela nafas ketika melihat Revan kembali melamun.
"Al.." Panggil Syifa sambil memegang tangan Revan
Revan langsung tersadar. Ia menatap ke arah Syifa.
"Kamu kenapa? Coba cerita, jangan di pendem sendiri" Ucap Syifa lembut
Revan hanya menggeleng.
"Gapapa" Jawabnya
Syifa menghela nafas.
'Lagi?' batinnya
Para lelaki hanya memandang datar. Sedangkan para wanita memandang Revan khawatir.
"Kamu kenapa? Coba cerita, mommy khawatir.." Ucap Syifa
Revan kembali menggeleng.
"Gapapa kok.." Jawabnya lagi
"Ada sesuatu yang lagi kamu sembunyiin?" Tanya Alana tepat sasaran
Revan langsung terdiam.
"Jawab" Ucap Damar tegas
Revan kembali merenung.
Apa ia harus mengatakannya sekarang? Tapi bagaimana? Apa mereka akan menerimanya begitu saja? Ia harus bagaimana sekarang?
"Kenapa diam? Bener ada yang kamu sembunyikan?" Tanya Feyla
Revan diam.
Apa yang harus ia jawab?
"It-"
Ucapan Revan terpotong oleh ponsel Damar yang berbunyi tanda telepon masuk.
Damar pun mengangkatnya.
Tak lama setelah bercakap singkat, ia kembali menutup telepon.
"Lanjutkan besok. Istirahat" Ucap Damar singkat
![](https://img.wattpad.com/cover/357368777-288-k470975.jpg)
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Boy [END]
FantasíaTentang seorang bernama Revandra Alvaro Bagastra, yang sekarang marga Bagastra itu sudah ia hapus. Pemuda berumur 18 tahun itu memiliki sifat dingin dan datar, serta acuh pada yang menurutnya bukan urusannya. Orang tuanya sudah tidak ada karena kece...