Bab 9

37.8K 2.2K 33
                                        

Tanpa basa basi lagi, silahkan dibaca

.

.











Saat ini, Revan sedang berada di kamarnya.

Sibuk dengan laptopnya, hingga akhirnya ia tersadar ketika pintu kamarnya diketuk.

Ia pun membukanya. Terlihat Arfan dan si kembar yang sedang memandangnya dengan raut memelas.

Revan hanya mengangkat sebelah alis.

"Ada apa" Ucapnya

Mereka bertiga hanya menarik narik tangan Revan. Terlihat seperti anak kucing yang imut.

(Aslinya kalo udah marah bisa kek kucing garong)

"Bang.." Ucap Arza memelas

"Apaa" Balas Revan

"Main yuk.." Ucap Aron

Revan hanya mengernyit bingung.

Mereka bertiga menarik narik Revan menuju ke garasi.

Saat melewati ruang keluarga, Syifa langsung bertanya.

"Mau kemana?"

Dengan wajah memelas seperti anak kucing, Arfan dan si kembar menjawab secara bersamaan.

"Main.."

Jawaban memelas itu membuat mereka yang ada di ruang keluarga terkekeh.

"Sama siapa?" Tanya Ana

Dengan kompak, mereka menunjuk Revan.

"Abang" Ucap mereka bersamaan

Sedangkan Revan yang ditunjuk hanya pasrah.

Mereka yang melihat itu terkekeh kecil. Tak kuat menahan gemas.

'Andai aja mereka gak datar and dingin, dah dari dulu gue manjain, gue peluk pelukk' batin Syifa gemas

Mereka tersadar, sepertinya tiga curut- tiga saudara itu sedang dalam mode anak kecil.

"Sama siapa lagi?" Tanya Ana

"Abang aja" Ucap mereka bertiga bersamaan

"Sama abang doang? Kalo gitu gak boleh" Ucap Feyla jahil

Sontak, mata ketiga anak itu berkaca kaca.

"Gak boleh?" Tanya mereka dengan bibir sedikit melengkung ke bawah

Mereka semua yang melihat itu menggigit pipi dalam mereka.

"Boleh...kalo sama abang sepupu" Ucap Syifa gemas

Mereka bertiga langsung mengangguk lucu.

Akhirnya, Aland, Azra, dan Bian pun menemani 4 bersaudara itu keluar mansion menuju wahana permainan. Jauh sih, tapi tak apa.

Yang lain hanya geleng geleng kepala.

"Kapan lagi coba mereka kaya gitu. Andai Revan juga...uuuhh pasti tambah gemess" Ucap Syifa senang

Yang lain hanya mengangguk sambil terkekeh.

.

.

Begitu sampai di tempat wahana, tiga anak itu menarik narik tangan Revan menuju beberapa wahana.

Sedangkan Aland dan 2 adiknya hanya mengikuti.

Setelah puas bermain, mereka duduk sambil memakan jajanan yang sempat mereka beli.

"Abang abang.." Panggil Aron

Transmigrasi Boy [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang