7. No Hero

228 20 0
                                        




"Botak!"

Panggilan yang hampir tiap pagi didengar lama kelamaan membuat sang pemuda yang baru saja memasuki gerbang sekolah itu terbiasa.

Namjoon memejamkan mata singkat kemudian melangkah cepat menghampiri Eunkwang dan Youngjae yang tengah tertawa-tawa di bangku taman.

"Kerjain PR gw dong" Eunkwang menyerahkan sebuah buku tulis kotor yang perlahan diraih oleh sang pemuda.

"Ntar siang beres kan?" Ia mendekatkan kepalanya seolah mengancam.

Namjoon mengangguk-angguk sambil mendorong kacamatanya.


"Hey!"

"Emang gw ga cukup pinter buat bantuin lo bikin PR huh?!"
Seokjin yang baru saja datang mengambil buku itu dari tangan Namjoon.

"Ng-ngga apa-apa kok..."

"Gw emang suka nganggur kalo pagi" Jemarinya terulur cepat merebut buku dari tangan Seokjin.

Buku tulis kotor itu tak bergerak di antara kedua tangan mereka. Seokjin mengangkat sebelah alis menoleh pada sang pemuda yang membulatkan mata kaget.

"S-sorry....." Namjoon melepas pegangannya.

"Eun.....gw bilang apa kemaren?" Seokjin melempar pelan buku itu ke dadanya.

"Lupa.....sorry gw lupa, Jin" Ia berbalik meninggalkan mereka berdua.

"T-thanks....." Namjoon membetulkan kacamatanya dan tertunduk.


"Udah sehat?"

"Udah....ngga kok gw ga kenapa-napa..."
"Thanks udah bantuin gw kemaren"

"Walopun ujung-ujungnya gw ketiduran lagi di toilet" Ia tersenyum kikuk. Lesung pipinya tercetak samar.

"Lo bilang gapapa ditinggal..."
"Jadi gw balik lagi ke kelas abis lo masuk" Seokjin membalikkan tubuhnya.

"Jujur gw ga inget apa-apa..."
"Cuma lo mapah gw ke toilet....udah gitu gw ga inget lagi" Namjoon melangkah mengikuti sang pemuda yang berjalan di depannya.


"Nam......" Jimin menghentikan langkah dan menurunkan lambaian tangannya ketika sadar pemuda itu tengah berbicara dengan Seokjin.

"Pacar lo manggil tuh" Pemuda berbahu lebar itu menoleh singkat.

"Eh....b-bukan....Jimin...." Namjoon mengangkat kepala dengan mata membulat.

Ucapannya terhenti. Seokjin telah berlari menghampiri Ken dan kedua sahabatnya.

"Nam? Lo ngapain?" Setengah berbisik Jimin menatapnya heran.

"Jim.....Eunkwang tadi nyuru gw bikinin PRnya....trus Seokjin nolongin gw...."

"Hah?!" Kedua mata kecil itu membelalak.
"Yang bener Nam?"

Namjoon mengangguk, senyum tipis terulas di bibirnya.
"Kemaren juga dia bantuin mapah gw ke toilet..."

"Tapi lo ditinggalin kan? Makanya ampe dipanggil sama guru BP" Mata membulat itu masih menatapnya.

"Itu......gw yang minta, Jim..."
"Gw ga inget apa-apa sih...tapi kata Seokjin gw yang minta dia ninggalin gw"

Jimin hanya menganggu-angguk menyimak cerita sang sahabat.


"Ngomong-ngomong PR....." Namjoon mengeluarkan buku-buku dari dalam tasnya.
"Jim......"

"Kok kertas presentasi gw ga ada ya?" Ia membulatkan mata tegang.

"Lo yakin udah lo bawa, Nam?"
"Ah....pasti udah lah ya....ga mungkin lo lupa sama tugas lo" Jimin ikut membolak balik halaman-halaman buku milik Namjoon di atas meja.

"Jatoh kali ya di depan sekolah?" Namjoon berlari keluar kelas menuju tempatnya mengobrol dengan Seokjin tadi.

Tatapannya berkeliling ke sekitar halaman juga jalan masuk di belakang gerbang. Membungkuk sambil sesekali mendorong kacamatanya yang melorot.

Mengacak rambut pendeknya putus asa lalu kembali menyusuri taman sekolahnya.

Hingga bel pun berdering dan ia terpaksa bergegas kembali ke kelas dengan pasrah.




"Pesona lo tu ya...." Ken terbahak mendorong pelan lengan Seokjin yang tertawa-tawa bersama Eunkwang dan Youngjae.

"Tu anak ampe ga sadar kalo tasnya gw buka" Youngjae menyerahkan sesuatu ke tangan sang pemuda.

"Maen cantik bro.....jangan terang-terangan kaya cara lo pada....."

Berucap tenang, lembaran berisi tugas yang telah terketik rapi itu dirobeknya hingga menjadi potongan-potongan kecil.

My Happy PillTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang