24. Luv U

216 27 4
                                        




"Jin...."

Panggilan itu memecah keheningan. Sedan hitam yang ditumpanginya meluncur pelan.

Tak menjawab, Seokjin menoleh pelan. Menatap pemuda yang telah kembali memperhatikan jalan di hadapannya.

Sesaat kemudian ia mengerjapkan mata dan mulai tersenyum kecil.

"Sorry ya gw maksa lo buat jalan ma gw..."

"Soalnya...."
"Lo keliatan lebih seneng n lebih tenang pas kita keluar..."

"Gw bener ga?" Namjoon menoleh singkat.

Seokjin mendengus tersenyum. "Iya....." Ia memalingkan wajahnya.


"Lo....bener-bener udah loss contact sama geng lo?"


"......."



"Jin?" Namjoon kembali menoleh.
Pemuda itu tertunduk memainkan ujung sweaternya. Raut wajahnya berubah serius, seperti tengah memikirkan sesuatu.

"Pull over....." Seokjin berucap tenang tanpa merubah posisinya.

Masih menatap sang pemuda, Namjoon menepi mencari tempat kosong untuk mobilnya berhenti.




"Nam...." Seokjin melepas sabuk pengamannya.

"Eungka sama Youngjae udah ga ada...." Ia memutar duduknya menghadap sang pemuda yang mulai memiringkan kepala.


"Udah ga ada?...." Namjoon merendahkan kepala dengan raut wajah bertanya-tanya.



"Eungka...." Seokjin menarik napas panjang sebelum memulai ceritanya.

"OD..."

"Seminggu sebelum kita upacara kelulusan"

"Dia bahkan ga ikut ujian..."

"Kita betiga yang nemuin dia di kamar mandi rumahnya"

Namjoon menelan ludahnya singkat seiring jantungnya yang berdetak lebih cepat.


"Abis kita lulus..."
"Youngjae terpukul banget karena Eungka ga sama kita lagi"

"Padahal kita udah janji.....lulus bareng, kuliah bareng...kerja bareng kalo bisa" Ia tersenyum pahit.

"Seminggu setelah kelulusan...."
"Gw nemuin dia......"

"Gw....nemuin dia tergantung....." Napasnya mulai menderu cepat.

Jemari bergetar itu ditarik dan digenggam erat oleh pemuda di sampingnya.

"Di kamarnya...."

"Makanya.....gw.....shock banget liat jokes Halloween lo, Nam..."

Namjoon memejamkan matanya seiring genggaman tangannya yang semakin erat.


"N Ken.....Ken benci banget sama gw gara-gara gw ga ngasi Eungka obat bokap..."

"Ngebiarin dia nyari bandar laen di luar"

"Gw yang nyebabin Eungka OD kan?" Seokjin menegakkan kepalanya mencari dukungan dari sang pemuda yang terus menatapnya sedih.

Namjoon menggeleng kuat-kuat.

"Gw yang ngebiarin dia lepas sementara gw sibuk belajar, ikut bimbel sampe malem"

"Pas Eungka mabok, gw ga disitu..." Suaranya mulai pecah.

"Gw ga bantuin Eungka pas dia lagi ketagihan..."

"Gw malah niat kabur n nyerahin Eungka ke Youngjae sama Ken"

"Ga ga ada tanggung jawabnya sama sekali sama temen-temen gw!" Seokjin mengusap air mata yang jatuh ke pipi dengan lengan sweaternya.

"Gw malah mikirin pesen terakhir lo..." Ia terisak.

"Belajar yang bener....."

"Gw egois......."

Tubuh bergetar itu ditariknya ke dalam dekapan.

"Trus sekarang lo bilang lo suka sama gw...."
"Gw jahat, Nam!" Isakannya semakin keras.

"Gw yang bikin sahabat-sahabat gw pergi ninggalin gw!"

Dekapannya mengerat. Namjoon menenggelamkan kepalanya pada ceruk leher Seokjin. "Sorry.....sorry, Seokjin...." Ia berbisik dan mengusap-usap kepala sang pemuda yang masih terisak.

"Nam...."

"Jin......" Ia melonggarkan pelukannya. Menggenggam kedua bahu dan mengusap air mata yang mengalir di pipinya lembut.

"Sorry lo harus keilangan sahabat-sahabat lo dengan cara kaya gini..."
"Sorry gw yang rese pengen kita kaya dulu lagi..."

"Tapi gw ga akan minta maaf buat apa yang udah gw ucapin tadi sore...."
"Gw sayang lo....n itu ga akan berubah, Jin...."

"Gw sayang lo...."

"Lo ga jahat...."

"Jangan pernah mikir kalo lo yang nyebabin Eungka n Youngjae pergi"

"Apa yang mereka pilih sebagai jalan idup mereka itu salah. N harusnya mereka sadar tanpa lo bilangin juga..."

"Ya?....." Namjoon merendahkan kepala menatap lekat sang pemuda yang mengangguk-angguk dan terisak semakin keras.

"N......gw makasih....makasiiih banget lo udah nurutin permintaan gw..." Suaranya bergetar.

"Gw ga pernah nyangka......"

"Ga pernah nyangka lo bakal nganggap gw..."
"Si botak culun yang ga tau apa-apa, yang ga gaul kaya geng lo, yang ga kuat minum, yang mau-mau aja dibully..."

"Makasih, Seokjin....."
"Makasih....." Ia tertunduk dengan kedua tangan masih menggenggam dua bahu lebar itu erat.


"Namjoonieeee......jangan nangiiissss...." Seokjin mengangkat pelan wajah sang pemuda lalu memeluknya.

"Gw kira gw ga bakal ketemu lo lagi..."

"Gw kangen lo, Nam...."

"Kangen......" Berucap lirih, Seokjin menjauh, menangkup pipi berdimple dengan air mata masih mengalir itu kemudian mengecup bibirnya singkat.

"Gw sayang lo, Kim Namjoon...." Kedua matanya menatap lembut sang pemuda yang terbengong dengan bibir dan mata membulat.

My Happy PillTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang