61. Target

142 18 0
                                        





"Belajar terooosss.....gada ngasonya!"

Namjoon tersentak lalu melepas kacamatanya, menutup buku dan mengucek mata lelahnya.
"Gimana audisinya? Lancar?"

"Kok lo meragukan kemampuan gw gitu sih, Nam?" Pemuda bersurai pink itu mengerutkan dahi.

"Bukan gitu..." Namjoon terbahak.

"Lancar dong, Nam....juri-jurinya sampe ngasi standing ovation loh..." Hoseok mengangkat alisnya bangga.


"Halahhh....ya iyalah orang jurinya juga temen dance lo, Hob"

Jackson yang menyusul di belakangnya pun duduk dengan nampan berisi dua buah Burger, sekotak besar kentang goreng dan segelas tinggi Milkshake strawberry.

"Gila lo cacingan apa? Perasaan baru tadi makan sosis bakar" Namjoon kembali tergelak menatap sang sahabat yang tanpa basa basi menggigit roti daging itu besar-besar.

"Sosis bakar itu appetizer, Kim..."
"Ini baru makan siang..." Ia menggumam lalu menyeruput Milkshakenya.

"Telen dulu tu burger, baru ngomong..." Hoseok terbahak kemudian mengambil beberapa potong kentang goreng dan melahapnya.

Tentu saja tangannya ditepuk oleh sang pemilik makanan.

"Jangan banyak-banyak, Hob...gw lapar banget ini!"

"Stress gw bikin program...." Jackson meremas bungkus burger pertama, meletakkannya di sisi nampan lalu membuka bungkusan ke-duanya.

Namjoon tersenyum melihat kedua sahabatnya kini memperebutkan Milkshake strawberry itu sambil saling memukul dan mendorong.

"Gapapa lah, Jack....biar kita bisa cepet lulus, ya ga sih..." Namjoon kembali memasang kacamatanya dan lanjut membaca.

Sesaat kemudian ia melirik.

"Jack....um...."
"Seokjin.....beneran udah pindah rumah sakit?"


Keduanya berhenti berkelakar lalu menoleh.
"Kim...."

"I know....I know....lo bisa kena sanksi kalo ketauan ngehack situs rumah sakit" Namjoon melambaikan kedua telapak tangannya di depan dada dengan mata membulat.


"Kim....listen..." Jackson mencondongkan tubuhnya di atas meja.

"Kondisi Seokjin waktu awal masuk kesana bisa dibilang memburuk..."

"Bokap lo udah wanti-wanti banget buat gw n Hoba biar ga ngomong macem-macem ke lo"

"Or else You're gonna jump into the plane and see Him" Jackson terkekeh pelan.

"Bagus malah bokap lo langsung ngambil keputusan buat mindahin dia, Nam..."

"Sabar ya...." Hoseok menatapnya sedih.



"Kim, He was this close of having Dissociative Identity Disorder" Jackson mendekatkan kedua jemari ke depan wajah seriusnya.

"Not to mention his trauma that leads to drug addiction" Ia merendahkan kepala berbisik.

"Be very patient okay...."
"Let the doctors treat Him well"


Mendengus dan mengacak rambutnya kasar, Namjoon akhirnya mengangguk.

"Fokus sama kelulusan lo aja sekarang, Nam..."
"Trus lo balik ngambil profesi"

"Gw doain lo ketemu Seokjin disana" Hoseok tersenyum lebar.


"Aaaw...this is what a bucket of sunshine looks like in real life" Jackson menarik kepala Hoseok, menangkup kedua pipi dan mengecup keningnya.

"Amit-amiitt!" Hoseok mengusap dahinya dengan tissue dan berdiri menyandang tas selempangnya.

"Dah ah....gw masih ada latihan ampe malem"

"Lo ga makan ini kan, Jack?"
"Buat gw aja kalo gitu.....daahhhh...."


"Eh....eh.....burger gw, Hob!"

"Udah lapar lagi ini!" Jackson hanya membulatkan mata dan bibir berhias saus tomat kering menatap sang sahabat yang masih terbahak meninggalkannya.

Namjoon tertawa geli. "Gw.....ga tau gimana nasib gw kalo ga ada lo bedua...."


"Hey.....sorry gw ga bisa bantu banyak kalo menyangkut Seokjin..."
"Tapi kalo lo butuh temen ngobrol, please hubungin gw kapanpun...."

"Thanks, Jack...." Pemuda berdimple itu tersenyum memiringkan kepalanya.
"Ya....walopun gw harus modalin cemilan sama bir..."

"Ah! Ga selalu kali, Kim..." Ia mendelik, menyeruput Milkshakenya yang tinggal separuh.

Namjoon kembali terbahak.

Mereka berdualah yang selalu ada menemani hari-hari kosongnya.

Bulan-bulan pertama setelah Seokjin pergi benar-benar sangat menguras emosinya.

Kenangan demi kenangan seolah tumpah membanjiri pikirannya, dan sialnya pikiran itu diharuskan berfokus dengan masa depannya.

Lulus. Itu saja yang menjadi targetnya. Kembali ke tanah air untuk menemui kesayangannya.

Seokjinnya.

Seokjinnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
My Happy PillTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang