28. I'm Happy Now

188 28 4
                                        




"Trus lo ga jadi nanya?"

"Ngga...." Namjoon menggosok keningnya pelan.

"Dasar...." Jackson terbahak.
"Tapi dia baik-baik aja kan?"

"Baik.....gw aja yang aneh soalnya tiba-tiba banget..."
"N....sumpah gw ga pernah liat tu foto di atas mejanya"

"Ya kali aja dia lagi kangen-kangennya, Kim...." Jackson bersandar pada kursinya, berucap tenang walau raut wajahnya penuh tanda tanya dan curiga.

"Ssstt...." Sedetik kemudian ia melirik ke belakang sang sahabat dan melebarkan senyumnya.

"Jin! Sini gabung..." Jackson melambaikan tangannya.

Namjoon pun menoleh dan mendapati sang pemuda dengan surai ungunya berlari kecil tersenyum lebar menghampiri.

"Woww....." Kedua bola mata itu membulat.
"Kapan kamu ganti warna rambut?" Namjoon membelai kepala sang kekasih yang duduk di sampingnya.

"Kemaren hehe...." Senyum lebar menghias diantara pipi bayinya.

"Bagus ga?" Ia melirik bergantian pada Namjoon dan Jackson di seberangnya.

"Bagus kok...." Namjoon terkekeh kemudian melirik aneh pada Jackson yang mencoba untuk biasa.


"Ke Wonderland yuk!"

"Ha?" Jawaban hampir berbarengan terlontar dari bibir membulat Namjoon dan Jackson.

"Yuuuuk....." Seokjin melirik sang kekasih dengan mata memelas.

"Kok tiba-tiba banget" Jackson terbahak.
"Pasti penuh banget loh musim liburan gini..."

"But I've never been to an amusement park!" Seokjin mengerucutkan bibirnya.

"Pas awal libur musim dingin abis pada ujian.... Gimana?"

Namjoon mendengus tertawa. "Yaudah...."

"Asiikkk....."
"Ajak Hoba juga ya..."

"Iyaaaa sayanggg...." Namjoon kembali membelai kepalanya.

"Ntar kamu kuliah sampe malem banget ya?" Seokjin mengerucutkan bibirnya lagi.

"Iyaa....kenapa?"

"Ngga..." Ia tersenyum lebar sambil menggeleng.
"Okayyy....aku masuk kelas dulu ya..."

"Bye, Jackson..." Seokjin melambai setelah mengecup singkat pipi Namjoon.

"Aneh ga menurut lo?" Jackson mendekatkan kepalanya setelah Seokjin menghilang di balik pintu kantin.

"Itu........Seokjin yang gw kenal dulu, Jack..."

"Bedanya sekarang ngaturnya ga pake galak"

"Did You see something?" Namjoon balas menatapnya.


"I'm not sure, Kim..."

"But if You say that's who He really is...."
"Mungkin aja dia udah mulai biasa lagi"

"Kehidupan baru emang butuh penyesuaian juga kan?"

Mendengus pelan, Namjoon hanya mengangguk-angguk mencerna ucapan sang sahabat.







"Loh? Kamu ngapain?" Namjoon berlari kecil menghampiri Seokjin yang tengah berdiri di ujung koridor.

"Nunggu kamu beres..." Ia tersenyum lebar.

"Ini udah malem banget, Jin...."
"Kamu ga ngantuk?" Namjoon mengusap pipinya dengan ibu jari.

Seokjin menggeleng. "Pengen pulang bareng kamu..."

Bahu Namjoon melemas. Ia terkekeh gemas lalu mencubit pipinya. "Kan asrama kita jaraknya cuma beberapa meter, sayang..."

"Tapi kan bisa jalan bareng kesananya...." Bibir mengerucut itu kembali muncul.

"Kamu tuh....bisa ga sih ga ngegemesin gini..." Namjoon menempelkan dahi mereka lalu mengecup singkat ujung hidung sang pemuda.

"Yuk balik ah...."




Seokjin melepaskan genggaman tangan mereka dan berhenti di depan pintu kamarnya.

"Tidur nyenyak ya..." Namjoon memiringkan kepala dengan lesung pipi yang menghias senyum manisnya.

"Kamu juga...."
"Langsung tidur...jangan baca buku dulu...."

"Iyaaaa...." Namjoon mengecup singkat bibir mengerucut itu.

"Dadahh...." Seokjin melambaikan kedua tangannya di depan dada sebelum pintu itu ditutup.

Namjoon pun berbalik, berjalan dan menuruni tangga untuk kembali ke kamarnya.




PRAANG



Namjoon menoleh cepat. Langkahnya terhenti menatap pintu yang masih tertutup rapat itu.

"Jin?"

Ia kembali menaiki tangga, berjalan pelan lalu berhenti di depan kamar Seokjin dan mendekatkan telinganya pada daun pintu.

Ia menggeleng singkat sebelum mengetuk. "Jin?"

Tak ada jawaban.


TOK TOK

"Jin?" Panggilannya sedikit mengeras.

Suara kenop pintu diputar pun terdengar.

"Nam? Ada yang ketinggalan?" Seokjin membuka pintu dengan hanya berbalut handuk di pinggangnya.

"Aku lagi mandi..." Ia terkekeh menyisir rambutnya yang basah ke belakang.

"Ng-ngga...." Namjoon membulatkan mata menelan ludahnya.

"Aku denger suara pecahan barusan..."
"K-kirain dari sini...." Ia mengusap tengkuknya.


"O ya? Aku ga denger apa-apa..." Seokjin melongok keluar kamar.


"Ehh....jangan sembarangan keluar!" Panik Namjoon menutupi tubuh sang pemuda dengan dekapannya.

"Nanti ada yang liat badan pacar aku"


Seokjin tergelak.
"Udah tidur sana..." Ia pun mendorong dada bidang di hadapannya menjauh.

Namjoon pun pergi setelah menjawil pipinya gemas.

Pintu pun kembali tertutup.




"Lo liat kan? Gw hepi sekarang...." Seokjin berjalan hati-hati menghindari pecahan kaca di bawah kakinya.

My Happy PillTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang