TEMAN MASA KECIL AMIR

18 1 0
                                        

"aku tidak akan lagi mengejarmu,saat ini aku hanya fokus mengejar cinta Allah...aku akan berusaha menjadi hamba yang lebih baik...bukan karena aku ingin memantaskan diri untukmu,melainkan memantaskan diri dihadapan Allah.Aku tidak lagi dapat melihat wajahmu,bahkan saat ini kau tidak akan merasakan betapa rindunya diriku akan kehadiranmu.Tapi bang Amir,aku tidak berhak untuk itu...karena Allah telah memberikan banyak sekali pelajaran.Aku tidak berhak cemburu dengan wanita yang kau temui saat ini,aku hanya berharap... karena kau ingin menikah,bahkan umurmu sudah cukup untuk itu...semoga dirimu mendapatkan wanita yang baik dan mencintaimu lebih dari diriku" ujar Humaira tersenyum memandang langit sambil mendengar vocal lagu yang berjudul for the rest of my life ciptaan Maher Zain

Lagu tersebut adalah lagu favorit Humaira,tanpa menggunakan alat musik.Karena gadis ini tau bahwa musik itu haram hukumnya

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

لَـيَـكُوْنَـنَّ مِنْ أُمَّـتِـيْ أَقْوَامٌ يَـسْتَحِلُّوْنَ الْـحِرَ ، وَالْـحَرِيْرَ ، وَالْـخَمْرَ ، وَالْـمَعَازِفَ....

Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan ummatku sekelompok orang yang menghalalkan kemaluan (zina), sutera, khamr (minuman keras), dan alat-alat musik....

Hadits ini diriwayatkan oleh:

1.al-Bukhâri secara mu'allaq[1] dengan lafazh jazm (pasti) dalam Shahîh-nya (no. 5590). Lihat Fat-hul Bâri (X/51),

2.Ibnu Hibbân (no. 6719-at-Ta'lîqâtul Hisân),

3.al-Baihaqi dalam Sunan-nya (X/221),
Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 4039).

Humaira terus mencoba mengikhlaskan Amir karena Humaira tidak yakin bahwa seiringnya berjalan waktu,Amir tidak akan mungkin bertahan menunggunya.

Setiap sekali setahun akan ada sebuah acara perkumpulan pengurus/pembimbing setiap pondok pesantren baik pesantren khusus akhwat maupun khusus Ikhwan.Namun pertemuan tersebut dibatasi antara akhwat dan Ikhwan,sementara pembawa acaranya berada didepan dan akan terlihat bagi yang menyaksikannya.

Para panitia berkumpul disebuah ruang untuk mendiskusikan acara perkumpulan tersebut

"Dua hari lagi acaranya akan dimulai,kamu Amir ditugaskan sebagai pembawa pidatonya,isinya kamu yang cari" ujar ketua pengurus pesantren tersebut mengarah kepada Amir

"Baik ustadz,tapi kira-kira judul pidato yang akan diambil apa ya ustadz" tanya Amir

"Judulnya kamu aja yang urus,tapi isinya tentang bagaimana caranya untuk membangkitkan semangat setiap pengurus pesantren untuk mendidik santriwan dan santriwati"

"Baik ustadz...saya akan melakukan yang terbaik untuk itu"

Lalu ketua pengurus tersebut memberikan tugas kepada panitia lain hingga rapatnya selesai sekitar dua jam.

Disisi lain pesantren khusus akhwat sedang rapat di sebuah ruangan.Ketua pengurus memperlihatkan foto anggota panitia dari pesantren Amir.Seorang gadis yang bernama Azizah yang berumur 22 tahun terkejut karena pandangannya tertuju kepada Amir yang ada difoto tersebut.

"Amir" ujarnya sambil berdiri dari bangkunya

Pandangan pengurus akhwat tersebut melihat kearah Azizah, karena dia khilaf maka Azizah kembali duduk

"Zah...kamu kenal dengan salah satu panitia sana?" Tanya teman disampingnya

"Iya,dia adalah teman masa kecilku" jawab Azizah

"Namun sampai sekarang aku tetap menyukainya" ujarnya dalam hati

Dua hari sudah berlalu,acara pun berlangsung tepat jam delapan.Acara tersebut diawali dengan membaca Al Qur'an lalu kata sambutan untuk ketua pengurus tiap-tiap pesantren.

"Selanjutnya pidato yang akan disampaikan oleh Amir" ujar sahabatnya yang bertugas sebagai MC

Pada saat Amir maju ke depan,Azizah tersenyum lantaran senang karena sudah 12 tahun dirinya tidak bertemu dengan Amir dan takjub melihat Amir saat ini sudah menjadi lelaki yang baik agamanya.

"Maa syaa Allah" ujar Azizah sambil menyimak pidato Amir hingga selesai

Setelah Amir selesai dengan pidatonya,dirinya mengucapkan salam penutup.Selang beberapa detik orang-orang menjawab salamnya,tidak sengaja Amir memandang Azizah hingga mereka saling bertatapan jauh.Namun karena Amir tidak ingat dia langsung mengalihkan pandangannya

"Kok Amir kayak nggak kenal sama aku ya,apa jangan-jangan dia nggak ingat lagi sama aku" ujar Azizah dalam hati

Setelah acara tersebut selesai,Azizah memanggil Amir yang akan meninggalkan ruangan

"Amir..."

Lalu Amir menoleh kebelakang dan menundukkan pandangannya

"Maaf,siapa ya?" Ujarnya

"Kamu nggak ingat sama aku?...aku teman masa kecil kamu Lo...Azizah"

"Teman masa kecil?...maaf saya tidak ingat"

"Dulu aku yang sering main ke rumah kamu dimasa kecil pas kita SD"

"Oh...iya Azizah maaf saya tidak ingat tadi"

"Iya nggak papa Amir...oo ya,kabar kamu gimana?...dan ibu kamu sehatkan Amir?" Tanya Azizah

"Alhamdulillah sehat,tapi maaf...saya ada keperluan sekarang, assalamualaikum"

"Waalaikumussalam" jawab Azizah dengan heran

Amir bersikap dingin lantaran dirinya sedang berhadapan dengan wanita.Sungguh sulit bagi Amir untuk membatasi pertemuannya dengan para akhwat,karena ternyata acara mereka diadakan selama seminggu.

Amir melihat peci yang diberikan Humaira tergantung di dinding kamarnya.Sebelum memakainya Amir termenung menyentuh pecinya karena ingat pada saat pertemuannya dengan Humaira sesudah acara wisudanya.

"Amir,kamu jadi imam" ujar ketua pengurus

Lalu Amir maju kedepan dan memastikan makmumnya

"Saf rapat dan diluruskan" ujarnya

Azizah tersenyum mendengar suara Amir

"Allahuakbar"

Amir melantunkan iramanya dengan begitu indah.

Setelah shalat selesai Azizah berdzikir dan dilanjutkan dirinya yang sedang berdoa.Setelah semuanya selesai,Azizah tersenyum melamun menghadap kebawah

"Cieee...ketemu Amir ya...senyum senyum nih.. pertanda apa ya" ujar temannya

"Iii..apaan sih" ujar Azizah sambil tertawa kecil

Lalu Azizah pergi keluar masjid dan melihat Amir yang berjalan menggunakan peci yang diberikan Humaira

"Maa syaa Allah, Amir semakin tampan" ujarnya dalam hati

Amir melihat ke arah Azizah dan mengacuhkannya

"Ya ampun,Amir kok dingin banget ya" ujar Azizah

Amir harus menjauhi para akhwat,bukan hanya karena menjaga perasaannya untuk Humaira,tapi juga harus membatasi dirinya menjauhi fitnah wanita.

Karena di dalam surah Yusuf ayat 28

"Sesungguhnya (kejadian) itu adalah diantara tipu daya kamu (wanita) sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar"

Dan dalam surah An-Nisa ayat 76 mengatakan

"...Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah"

Maka dua surah ini menandakan bahwa tipu daya wanita lebih kuat daripada syaitan

MENUNGGU HUMAIRACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang