chapter thirty-three

2.9K 246 27
                                        

“Dibalik sikap gentleman nya ternyata ada masa lalu yang belum selesai ya” komen Dahayu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Dibalik sikap gentleman nya ternyata ada masa lalu yang belum selesai ya” komen Dahayu. Di hari terakhir alibi bedrest Jelly, gadis itu mengajak sahabatnya untuk girls night out di sebuah mall kawasan Jakarta Pusat. 

Sambil menyumpit sushi rollnya, Jelly mengangguk. Walaupun ia terlihat baik-baik saja, percayalah, sakit itu masih mendekam didalam sana. Tapi tidak separah di hari kejadian. Dia masih tidak rela akan semua hari yang ia habiskan, untuk setiap sentuhan yang ia berikan, dan pada setiap kalimat sayang ia suarakan, ternyata hanya untuk menutupi rasa rindu Margo pada seseorang yang sudah meninggal. 

Tega banget!

“Emang gue pernah ngelakuin hal jahat ke dia sampai dia segitunya?” sungut Jelly melampiaskan kesalnya dengan mengaduk kasar soy sauce bercampur wasabi dengan sumpitnya. Ingin sekali rasanya ia mencolok ujung sumpit ini kepada mata yang pernah ia puja-puja itu. 

Dahayu menghela nafas panjangnya, “Tapi, Jell” ia melirik iba pada sushi roll yang menjadi korban selanjutnya amukan sahabatnya, “Gue gak membela dia ya”

Jelly memutar matanya, “Kalimat elo berawalan disclaimer gitu aja udah menggambarkan lo membela dia, Ay” 

“Ih, belum denger juga, lo udah nge-judge” 

Okay, then, what?” tanya Jelly tersenyum saat milkshake chocolate nya datang. 

“Gue memaklumi gimana perasaan lo sekarang, tapi apa lo gak kepo sama alasan dia ngelakuin ini semua? Maksudnya . . . alasan dia belum cerita soal masa lalunya. Apa lo gak pengen tahu?” 

Jelly terbahak, “Setelah kita pacaran hampir 3 bulan, masa dia baru mau jelasin? Lebih aneh lagi pas udah kejadian gini baru dia datang mau jelasin semuanya. Kalau gak kejadian, kalau saja brangkasnya gak kebuka pas itu, mungkin gue gak akan pernah tahu soal masalalunya. Dia aja pintar banget nyembunyiin semuanya. Gue yakin tuh anak-anak kantor tahu, mamanya tahu, semua orang tahu, cuman karena Margo punya kuasa ya dia berhasil ngebungkam orang-orang itu” 

“Tapi pasti dia punya alasan buat itu, Jell” 

Jelly mendengus menatap kesal pada Dahayu yang sekarang meringis, “Apapun alasannya, tetap gak bisa membenarkan perlakuan dia dong. Enak aja nipu gitu” 

Dahayu terperanjat saat Jelly menusuk kesal salmon yang ada di sushi dengan sumpitnya hingga tembus ke bagian bawah piring, “Hish, udah tua juga masih nipu! Dasar om-om!” 

Kontan gadis berambut hitam legam tertawa setelah menyeruput lemon tea nya, “Om-om gitu juga lo naksir” 

“Cih, sekarang gak” 

“Gak bohong ya maksudnya” 

“Lo tuh sebenarnya di pihak gue apa si Margo sih? Kesel banget” 

Lagi lagi Dahayu tertawa. Meskipun Jelly sekarang terlihat baik-baik saja, tak lagi menangis berjam-jam seperti kemarin-kemarin, ia sadar bahwa temannya belum sepenuhnya sembuh. Well, kalau Dahayu di posisi Jelly, setelah mendapatkan pria idaman seluruh wanita seperti Margo, siapa sih yang akan sembuh dengan mudahnya? 

The Way I AmTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang