chapter fourty-one

3.1K 223 33
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Genap dua bulan Jelly mengganggur. Sejujurnya ia tak pernah membayangkan seseorang yang begitu aktif selama asa perkuliahan sepertinya bertahan dua bulan tanpa bekerja. Padahal selama di kuliah, ia dikenal sebagai Si Gila Kerja. Tidak pernah sehari pun ia tidak bertolak ke kampus. Kalaupun tidak ada kepentingan, ia akan tetap mengunjungi kampusnya. Entah untuk mengobrol atau ya nongkrong di departemen bersama dosen-dosen yang dekat dengannya. 

Yeah, ternyata memang tidak ada salahnya beristirahat sejenak dari hiruk-pikuk dunia. Tapi sepertinya ia mendadak betah, karena selama menganggur, Margo lah yang berinvestasi ke dalam kehidupannya. 

Membayarkan sarapan pagi, memesan makan siang untuknya, sampai mengajaknya makan malam diluar—tak peduli bagaimanapun tampang Jelly saat itu. Selain itu, belanjaannya pun sesekali dibayarkan oleh Margo. E-money nya juga dapat sumbangan besar dari Pria itu. Setiap minggu ada saja transferan ke rekening Jelly.

Baby, aku barusan tf 500 ke kamu. Dipakai jajan ya” 

“Anjelly, kamu mau jalan sama Dahayu? Saya kirimin uang jajan ya” 

“Sayang, saya ada rapat di GI. Ini kamu pegangk kartu saya, dipakai jajan aja. Beli buku kek, kopi, kue, atau makanan, atau skincare mu terserah. Nanti kabarin ya kamu dimana, biar saya susul” Lalu sebelum pergi pasti kening Jelly dicium dulu. 

Tapi beda lagi kalau mau ketemu sama Haikal. Pasti ada sesi wawancara panjangnya dulu baru dapat transferan. Mau jalan kemana, mau ngapain, berdua aja atau ada yang lain, dan banyak lagi yang bisa ngalah-ngalahin HRD atau user interview

Eh, kalian jangan menuduh Jelly mata duitan atau matre! 

Jelly sudah menolak, bahkan mereka pernah ribut perkara ini. Sayangnya untuk hal ini, Margo lebih keras lagi. Diantara banyak alasan yang Margo suarakan, ada satu yang paling mengena buat Jelly. 

“Anggap saja uang-uang itu sebagai pengganti waktu yang gak bisa saya kasih, Anjelly” 

Margo terkadang merasa bersalah, tuntutan pekerjaannya membuat ia tak bisa menghabiskan waktunya dengan Jelly seperti kebanyakan pasangan di seumuran Jelly. Sering terhalang dengan perjalanan bisnis, meeting, serta rapat RUPS yang menguras energinya, undangan-undangan kolega diluar perusahaan, sampai rich people event.

Jelly pernah bilang, “Tapi aku pun gak bisa memberi banyak ke kamu, Mas” 

Yang dibalas oleh Margo, “Gak papa. Kamu stay sama Saya dan mencintai saya, itu udah cukup banget” 

Hah, Jelly benar-benar berasa ketiban durian runtuh dapat Pria modelan Margono Permadi. 

Jujur, ia kira sebaik-baiknya Pria adalah seoran Abimanyu Dirgantara—yang berhasil membuat banyak teman-teman cewek Jelly iri. Ternyata diatas seorang Abimanyu masih ada seorang Margono Permadi Halimputra. 

The Way I AmTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang