chapter twenty-six

2.9K 235 22
                                        

Setelah sarapan bersama di hotel, dua orang itu berhasil mengelabui Pak Oka juga Samuel

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah sarapan bersama di hotel, dua orang itu berhasil mengelabui Pak Oka juga Samuel. Untung saja mereka mengerti dan juga memutuskan untuk berjalan-jalan sambil membeli oleh-oleh. Maka itu sekarang Jelly dan Margo sudah berada diantara para pedestrian yang juga mengunjungi Edinburgh Old Town yang juga biasa dikenal dengan sebutan Auld Reekie. Dimana kawasan ini dekat dengan berbagai monumen nasional yang ada sejak tahun ke-18 Masehi. 

Kalau mau ke Edinburgh Castle tinggal menaiki tangga yang panjang dan sedikit menanjak sehingga kita disuguhkan pemandangan Skotlandia dari atas bukit, jalan beberapa meter sudah bisa ikut menikmati hal-hal bersejarah di National Museum of Scotland. Jalan beberapa meter lagi, kita akan berada di Royal Mile, dimana jalannya bisa ditemukan di film-film berlatar eropa sejenis Holmes atau yang paling terkenal tentunya Harry Potter. 

“Kamu tuh kenapa suka banget pakai yang pendek-pendek?” tanya Margo setelah memperhatikan pakaian Jelly lagi-lagi black shorts dengan black stockings dan sweater hitam yang agak menempel pas dengan lekuk tubuhnya. Serta coat sepaha yang tak begitu tebal. 

“Kenapa memangnya?” tanya Jelly dengan suara sok manjanya dengan tangan yang menggelayut di lengan Margo. 

“Dingin, Love. Ini suhunya 6 derajat but it feels like a minus one” 

Jelly tersenyum, “Gak dingin” 

“Bilang kalau dingin” mereka berjalan menyusuri jalan tersebut, melewati toko dengan dinding warna-warni yang menjadi khas Edinburgh Old Town. 

“Kalau dingin kenapa?” 

“Kita beli pakaian lebih hangat ya” pinta Margo memberikan satu kecupan singkat di puncak kepala Jelly. 

Jelly tersenyum. Disaat dingin begini, Margo berhasil membawa kehangatan pada hatinya. Ia sangat, sangat, sangat suka disayang oleh Margo, diperhatikan oleh Margo sedetail mungkin. Margo berhasil mengisi tempat kosong yang ditinggalkan ayahnya, berhasil pula memenuhi bilik hatinya yang sempat terisi oleh Abimanyu dan memperluas bilik itu untuknya. Membuat Jelly sadar bahwa makin lama ia bersama Margo, semakin jatuh pula dirinya pada sosok Pria tersebut. 

Mereka memutuskan untuk nekat menaiki tangga menuju Edinburgh Castle. Langkah demi langkah, nafas demi nafas, akhirnya sampai ke puncaknya. “Keren juga, Mas” ucap Jelly kembali menggamit lengan Margo ketika mereka berdiri dibalik pagar pembatas melihat pemandangan dibawah sana. 

"Iya, keren” Margo mengeluarkan ponselnya. 

“Bukan pemandangannya, ini udah pernah aku lihat” 

Margo mengangkat pandangannya dari ponsel dengan raut bingung, “And then?” 

“Mas keren, gak ngos-ngosan” 

Mulut Margo melongo tak percaya, “Maksudmu harusnya saya ngos-ngosan?” 

Jelly terbahak dan mengangguk polos, “Kan udah umur” 

The Way I AmTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang