chapter fourty-four

3.2K 201 11
                                        

Entah mengapa seperti ada yang berbeda dari Margo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Entah mengapa seperti ada yang berbeda dari Margo. Bukan, bukan seperti lagi, tapi memang ada yang berbeda dari Margo. Dimulai dari semalam dimana Margo banyak mencuekinya. Oke, Jelly memaklumi mengingat pekerjaan Pria itu yang begitu banyak. Tapi ternyata itu berlanjut ke pagi tadi. 

“Mas aku bikin sandwich loh. Yuk sar—” ucapan Jelly terputus ketika melihat Margo begitu terburu-buru keluar dari kamar dalam keadaan siap. 

Melihat Margo yang bergera begitu cepat memasukkan berkas-berkas ke tas laptopnya serta menggunakan arlojinya dengan gesit. Jelly akhirnya kembali bersuara, “Buru-buru ya? Ada meeting pagi? Aku jadiin bekal aja ya? biar kamu bisa makan di mobil” 

Namun, Margo masih tampak begitu sibuk dengan dirinya sendiri. Baru saja Jelly menutup kotak makan setelah mengisi dua potong sandwich buatannya, Margo lebih dulu mendekatinya. Mengecup dahinya dengan cepat lalu turun ke sudut bibirnya. 

“Saya pergi ya, ada meeting pagi dadakan” ucapnya pamit melengos begitu saja tanpa menunggu Jelly merespon seperti biasanya. Suara smartlock yang menutup otomatis refleks membuat Jelly menghela nafas panjangnya. 

Menatap pada kotak makan tempat tangannya bertumpu, “Terus bekalnya gimana dong?” lau melirik lagi pada dua potong sandwich jatah miliknya, “Kebanyakan kalau aku makan semuanya”

Tentu Jelly kesal. Tapi ia mencoba memahami kembali kesibukan menggunung Margo. Di posisi setinggi itu malah sangat tidak wajar kalau Margo hanya duduk ongkang angkang kaki tanpa sibuk. Iya, kan? 

Hanya saja kesal Jelly semakin memuncak saat Margo tak kunjung membalas pesannya. Sejak pagi tadi, Jelly mengirimkan berbagai macam pesan. Sapaan, pertanyaan, ungkapan, dan serentetan kalimat afeksi, tak ada satupun yang dibalas. Hah. Dibaca saja tidak apalagi dibalas. Padahal statusnya sering kali kelihatan online.

Iya, Jelly paham, Margo sibuk, tapi apa sesibuk itu sampai untuk mengabarinya atau membaca pesannya saja Margo tidak bisa? Ini tidak seperti Margo yang biasanya. Biasanya malah Margo yang lebih aktif mengiriminya pesan, menteroronya dengan pesan-pesan menggelikan yang membuat Jelly harus menahan senyuman salah tingkah dibalik kubikel. Tapi sekarang?


Jelly
Mas, kamu udah makan siang?
jangan lupa makan loh, kamu biasa kalau terlalu sibuk suka lupa makan

Jelly
kalau kamunya kayak gini, mending janji makan siang bareng kita dibatalin aja, ya?
tapi aku kirimin makanan ya? aku pesenin rawon yang kamu suka itu ya, mas

Tak ada balasan secepat biasanya. Tapi tangan Jelly tetap bergerak memesan rawon yang Margo sukai. Lalu menyisipkan pesan untuk pengemudi driver itu untuk meletakkannya pada resepsionis. 

Makan siang itu Jelly lalui bersama Dahayu. Mumpung Dahayu sedang berada di sekitar kantornya. Kedua sahabat itu berakhir di sebuah restoran ramen yang cukup ramai. Dahayu yang sibuk menikmati kuah kental ramen sok menatap bingung temannya. 

The Way I AmTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang