bonus chapter ; three

3.3K 218 29
                                        

Satu kantor sudah tahu mengenai pernikahan Margo dan Jelly

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Satu kantor sudah tahu mengenai pernikahan Margo dan Jelly. Tak lagi bertanya-tanya alasan kehadiran Jelly di gedung pencakar langit tersebut. Bisik-bisik sinis dan praduga-praduga jelek pun hilang seiring waktu berjalan. Alih-alih mendelik sinis pada Jelly, tatapan marah mulai diberikan pada wanita itu. Sapaan dengan senyum pun diterima oleh Jelly tiap kali ada yang mengenalnya. 

6 bulan sudah mereka menikah. Hubungan Margo dan Jelly semakin harmonis. Bermesraan di depan publik seringkali mereka lakukan. Meski terkadang Jelly risih karena sikap Margo yang berlebihan, tapi tidak apa-apa, Jelly paham, Margo begitu karena dia sayang. Apalagi mengingat traumanya seoran Margono Permadi tentang masa lalunya. 

Hari ini, tanpa sepengetahuan Margo dan akting Jelly yang tak perlu diragukan, Jelly mengajukan cuti sehari. Ia melajukan mobil merah pemberian Margo itu ke kantor suaminya. Senandung riang sambil mendengar wartaberita dari radio. 

Untung sebelum datang, dia sudah kongkalingkong dulu sama Christ dengan sogokan sejuta. Si Manusia Robot itu tak mau rugi memang, apalagi kalau harus diperintah mengkhianati bosnya—bikin bosnya kesal. Tapi, Jelly kan pintar. Jadi, urusan soal Christ mah kecil. Jelly juga sudah hafal bagaimana menjinakkan suaminya kalau mode anjing gila nya muncul saat di kantor. 

“Hihihi, pasti dia kaget” gumam Jelly menoleh pada satu kotak besar dengan pita diatasnya. Beserta satu kotak lain berisi kue tart kesukaan Jelly. Oh, sama red velvet frappe kesukaan Jelly. 

Tak lama kemudian, Jelly sudah berada di gedung pencakar langit tersebut. Ia berdiri merapikan dress selutut berkain katun dingin kesukaanya, menyisir anak rambutnya dengan tangan, lalu menetralkan nafasnya sebelum melangkah memasuki lift yang kebetulan kosong itu. 

“Sore, Ibu” 

“Sore, Anjani” balas Jelly pada salah satu anak magang yang paling mudah ia hafal wajahnya. 

“Eh, Jelly?”

“Kak Sam! Apa kabar?”

“Baik dong, agak gila dikit, sih. Soalnya Bos Besar kayaknya lagi stress”

Jelly terkikik. Membatinkan maaf, karena sebenarnya ia jadi salah satu alasan Margo mengamuk hari ini. Apa yang Jelly lakukan? wanita itu sama sekali tak membalas pesan pun mengangkat panggilan Margo. Ia membiarkannya terbaca tanpa terbalas. Panggilannya ditolak dengan sengaja. Margo kan benci sekali diabaikan Jelly, jadi ya . . . sudah pasti Margo uring-uringan sekarang. 

Disisi lain, benar, sesuai dengan tebakan kita semua, Margo menggeram kesal dibalik mejanya. Pertama, kerjaan Christ hari ini amburadul sekali. Dan Margo benci itu, karena pekerjaan Christ kan berhubungan sama kerjaannya. Kedua, Margo tidak tahu dia melakukan kesalahan apa pada Jelly, membuatnya sibuk memikirkan apa hal yang ia lakukan semalam dan membuat istrinya mendiaminya? Ketiga, Jelly sama sekali tak membalas satupun—diulangi—SATUPUN pesan Margo. 

The Way I AmTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang