chapter seventeen

3.4K 318 17
                                        


holaaa xixixix sowry baru update

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

holaaa xixixix sowry baru update

nah bisa yuk 30+ buat part ini biar aku up cepet :D

_________________

Jelly kini duduk di tepi ranjangnya. Jemarinya sibuk memijat pelipisnya yang sebenarnya tidak pusing. Hanya sedang tidak habis pikir saja dengan kelakuan Margo dari hari ke hari. Minggu lalu diajak makan—salah—lebih tepatnya sarapan di hotel. Mana sarapannya cuman bubur ayam, eh kalau Jelly sih menikmati buffet prasmanan yang enaknya minta ampun itu sambil sesendok dua sendok mencicipi bubur Margo. Di minggu selanjutnya, setelah Margo bermain golf dengan teman temannya, Pria itu malah berakhir di kamar kos Jelly dengan satu tas baju ganti serta kebutuhan mandinya.

Ini mah udah bukan kayak PDKT lagi protes Jelly dalam hati.

Hingga Jelly terkesiap ketika mendengar suara pintu kamar mandi dibuka, disusul oleh aroma sabun sakura milik Anjelly. Astaga, bukan lagi sandalwood, Bos Besarnya itu sudah beraroma sakura. Aroma yang sangat jauh dari kata "Cowok" atau "Pria" terlebih untuk sosok berwibawa seperti Bos Besarnya ini. Actually, she never saw this coming!

"Bapak pakai sabun saya?" tanya Jelly, agak gagap melihat ke-keren-an Bos Besarnya bertambah berkali kali lipat dengan kaos oblong, celana pendek, juga rambut basah serta leher yang dilingkari handuk putih kecil.

"Hm, baunya harum. Saya suka bau kamu"

Deg! Jantung Jelly kayak merosot ke lantai dengarnya.

Margo itu tidak begitu pandai merayu atau menggoda seperti pria-pria yang Jelly temukan. Tapi secara tidak sadar, kalimatnya itu mengandung rayuan, pujian, yang bisa bikin Wanita seperti Jelly ini letoy alias mleyot. Haduh... makin pusing Anjelly ini.

"Bapak gak cukuran?"

"Udah tebal kah?" Margo mendekati cermin di lemari Jelly. Menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, seraya tangannya mengusap usap rahangnya.

"Belum sih, tapi—"

"Kamu gak suka ya?" tanya Margo.

"Enggak, tapi—its your right loh Pak, maksudnya terserah Bapak"

Bukannya membalas ucapan Jelly, Margo melengos mendekati tas ranselnya. "Bapak ngapain?" tanya Jelly kepo.

"Mau cukuran, kenapa?"

"Gak, gak papa. Tapi Bapak gak ngelakuin ini buat saya, kan?" terserah mau dibilang ke-geer-an atau tidak.

Margo terdiam sejenak. Ia memandangi raut cemas Jelly. Hingga tiba tiba pikirannya melayang pada sosok Olivia yang juga sering menegurnya, tapi tidak mau bila Margo melakukan hal tersebut demi dirinya—Olivia. Tapi harus karena diri Margo sendiri. Entah apapun itu alasannya. Selama itu demi diri Margo sendiri, Olivia tidak akan mempermasalahkannya.

The Way I AmTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang