Hesa membuka matanya, mulai semalam tidurnya nyenyak. Tak ada lagi keresahan dalam hatinya, dia ingin dipaksa sejatinya, hanya saja Sion pun tak mau membuatnya risih. Ya jadi mandek disana aja, kalo ga ada Jack sama Satya ga akan balikan lah mereka. Malam kemarin waktu yang pas, dia tak mau salah ambil jalan lagi.
"Eh"
Hesa mengerjap bingung, ini bukan apartemennya. Menggeliat, bangun dari posisinya. Apartemen ini terlalu mahal untuk menjadi apartemennya, tungkainya bergerak membawanya keluar kamar.
Semuanya tertata rapi disini, sangat bukan Sion sekali jika apartemen ini milik pria-nya. Bahkan untuk sekedar apartemen ruangan ini sangat luas ditambah dengan ruangan lainnya.
"Udah bangun ya" Sapa seseorang asing di sofa ruang tengah, pria itu tampak lebih muda dari Hesa. "Sion dan yang lain pagi banget ke agensi"
"Lo siapa?" Tanpa ada nada intimidasi, Hesa mendekati pria itu.
"Aku Riki, bang. Pacarnya Riko"
.
.
.
.
Riki menyajikan pasta di dua piring bersih, setelah siap membawanya kehadapan Hesa. Untuk awal pertemuan pria bernama Hesa ini cukup antusias untuk beberapa hal, dia jadi nyaman untuk mengobrol.
"Gue coba ya, makasih Riki"
Hesa tau ini pasta instan, hanya saja ada sesuatu yang Riki tambahkan hingga membuatnya semakin enak. Hesa mengangguk memuji Riki, yang di puji menunjukkan tawa senang.
"Jadi kalian ketemunya di Jepang, jauh banget si. Eh tapi Riko emang dari Jepang juga deng"
Riki kembali mengingat awal pertemuan mereka. "Ketemu awal sama Riko itu pas mereka konser di Tokyo Dome, temen ajak aku kesana. Padahal aku ga kenal sama SJ-AR, cuman tau mereka itu band terkenal tapi aku ga ngikutin. Setelah konser besoknya aku ketemu Riko di Plaza Omotesando, kita ngobrol sambil antri beli donat"
"Ahh lucunya" Hesa terlena mendengar cerita Riki, siapa sangka cinta tumbuh antara idol dan fans. Riki bisa disebut fans sebab sudah menghadiri konser.
"Ya begitu deh, kalau diingetin lagi lucu juga. Kalau kamu bang? Ketemu Sion kapan?"
Hesa meletakkan garpunya, dia akan menceritakan semuanya pada Riki. "Ceritanya panjang, di mulai dari temen yang mau masukin 3 bocah ke grup SMA kita-"
***
Pemotretan kali ini memiliki kejutan diakhir nanti, untuk album barunya SJ-AR membagi per lagu untuk masing-masing member. Jadi Sion memiliki album sendiri begitu juga dengan Jion dan Riko, walau begitu mereka masih bawa setiap lagunya bareng.
Ini ide mereka bertiga, dan pemotretan kali ini masih awal. Yang artinya mereka harus kerja keras sebulan lebih, project yang cukup besar dan diharapkan banyak yang menikmatinya.
Sion melangkah keluar dari area penuh kamera itu, dilanjutkan oleh Jion yang sedaritadi menunggu giliran.
"Bang, kita kedatangan tamu" Ucap Riko setelah memberikan segelas kopi untuk Sion.
"Siapa?"
"Jayden"
Sion menoleh dan menemukan pria berjas rapi, melambai padanya. Sudah lama sekali SJ-AR ga hadir di beberapa pertemuan Decelis, jadi Sion merasa perubahan yang sangat pada Jayden.
Potongan rambut yang sangat rapi, semua terlihat mahal. Sion pernah mendengar Jayden meneruskan perusahaan Ayahnya, mungkin kini pria itu adalah CEO.
"Apa kabar lo, udah lama banget ga ketemu. Auranya duit banget nih" Gurau Sion, menyapa dengan merangkul Jayden.
"Baik dong, lo juga nih. Makin terkenal aja, karyawan gue banyak noh yang pasang foto lo di wallpaper mereka. Pas mereka tau kita satu geng langsung mendadak di wawancara gue"
KAMU SEDANG MEMBACA
Amaranthine
Short StoryCerita oneshoot dengan Sunoo-tokoh utama di setiap cerita. ⚠️ -bxb -bxg -gs ©𝐋𝐲𝐫𝐚 𝐲𝐨𝐚
