Hari-hari Sunoo dihabiskan dengan pendekatannya dengan Sunghoon, mencari lebih banyak info tentang anak itu. Sunoo mengamati rekaman CCTV di detik dimana akhirnya CCTV itu di rusak, seorang dengan jaket hitam dan menutupi kepalanya dengan tudung jaket.
Dia pikir hanya satu orang, tapi tangan lain dengan batu menggapai dan menghantam kamera tersebut.
"Jadi dua orang...." Sunoo memundurkan lagi rekaman nya, dia mendapatkan satu orang yang hanya tangannya keliatan itu memakai gelang hitam polos. Oke, ini memberi Sunoo petunjuk baru. Tapi dia harus menemukan orang yang memakai gelang hitam itu.
"Permisi Pak" Sapa seseorang murid pria. "Bapak di panggil Pak Kepsek di aula utama"
"Aula utama? Bisa antar saya kesana?"
"Ok Pak, mari" Sunoo terkesiap, ternyata cukup mudah memecahkan kasus ini. Orang yang memakai gelang yang sama kini di depannya, apa tak ada yang memperhatikan detail hal ini. Bisa saja terjadi, kecuali memang hal ini ditutupi.
Jangan meremehkan Sunoo, penglihatan pria ini sangat jeli. Sunoo mengikuti pria itu hingga berada di aula yang dimaksud, disana ada kepsek Namjoon dengan dua minuman ditangannya. Menyerahkan salah satu nya pada Sunoo, aula itu ternyata kini dipakai untuk ospek siswa baru. Dan hadirnya Kepsek disini untuk mengawasi.
"Bagaimana perkembangan kasus itu Pak Sunoo?"
"Saya sudah mendapatkan salah satunya Pak, dan saya sangat yakin saya tidak salah"
"Oh ya, ini anak saya. Tidak banyak orang tau dia adalah anak saya, kenalkan dirimu Nak"
Batin Sunoo tertawa keras, jadi salah satu pelaku adalah anak kepala sekolah sendiri. Murid tadi yang membawa Sunoo kemari adalah anak kepala sekolah, murid itu mengulurkan tangannya di kehadapan Sunoo.
Dengan tegas menyambutnya, Sunoo sedikit memutar tangan itu untuk melihat lebih jelas lagi gelang yang murid itu pakai.
"Saya Taki, Pak. Dari kelas 12A"
Sunoo manggut-manggut. "Kelas yang dipenuhi murid berprestasi, sayangnya kelas itu kehilangan 1 murid berprestasi lainnya"
Taki sedikit terperangah dengan ungkapan itu, Kepsek Namjoon tertawa karena mengerti. "Nah itulah, kita hanya bisa menyalahkan tanpa tau siapa yang benar-benar bersalah"
Tangan itu masih Sunoo jabat, di depan sang Ayah- Sunoo berani menekan tangan Taki. "Bapak harus tau satu hal, salah satu pelaku memakai gelang hitam ditangannya. Saya menemukan hal itu dengan cepat setelah meneliti rekaman CCTV"
Wajah murid bernama Taki itu memperlihatkan ekspresi terkejut yang dengan mudah dibaca Sunoo, murid ini sepertinya sulit untuk menjaga suatu rahasia. Karena gerakan tubuh, dan raut wajahnya mudah terbaca.
"Eee, bukannya rekamannya tidak ada?"
Kepsek NamJoon mengernyit. "Siapa bilang tidak ada, meski dihapus, semua rekaman sudah di duplikat"
Sunoo melepas jabatan tangan itu, tersenyum penuh pada kepala sekolah Namjoon. "Sebentar lagi bel masuk berbunyi, saya ijin pamit untuk pergi ke kelas"
"Ya silahkan Pak Sunoo, sebelumnya saya berterimakasih karena telah membantu kami memecahkan kasus ini"
***
Tak disangka di kemudian hari semua murid mendadak memakai gelang hitam yang persis seperti murid Taki, padahal hari ini kepala sekolah menyuruhnya mengumumkan siapa pelaku di depan semua orang.
Kebetulan Taki berada tak jauh darinya, tersenyum penuh arti. Taki masih memakai gelang itu, dan mengacungkan jari tengahnya kepada Sunoo.
"Oke, lihat saja nanti"
.
.
.
.
Sunghoon berjalan dengan cepat untuk menyamai langkah Sunoo, menyapa guru itu. "Pagi Pak" Sapanya dengan cengiran khasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amaranthine
Short StoryCerita oneshoot dengan Sunoo-tokoh utama di setiap cerita. ⚠️ -bxb -bxg -gs ©𝐋𝐲𝐫𝐚 𝐲𝐨𝐚
