Jake membuka matanya, hal pertama yang ia temukan adalah wajah menggemaskan istrinya yang masih terlelap. Min Sunoo, Jake masih tak percaya bahwa ia sangat nyaman berada disisi wanita sangar ini.
Bagi orang diluar sana, Sunoo adalah wanita dingin tak berperasaan pada seseorang. Wanita preman, itu sebutan mereka untuk Sunoo.
Tapi bagi Jake, Sunoo adalah wanita lembut menggemaskan. Tentu itu hanya padanya, Sunoo hanya berprilaku manja pada Jake.
Mau tahu bagaimana awal pertemuan ku dengan Sunoo, karna menurutku kalian akan suka dengan bagaimana aku jatuh pada pesona wanita sangar ini.
Mari memutar waktu, kembali ke 10 tahun yang lalu.....
Korea, Seoul. 26 September 2012.
Jake berjalan cepat menuju arah halte, ia melihat ada seorang gadis yang sedang memukuli pria paruh baya. Anehnya orang-orang disekitar tak peduli, dan kalau bukan Jake yang melerai siapa lagi.
"Hei hentikan, kenapa kau memukuli orang tak bersalah ini?"
Gadis itu tampak tak peduli dengan kehadiran Jake, ia masih memukuli pria paruh baya itu.
Mau tak mau Jake mengunci pergerakan gadis itu.
Gadis itu menatap nyalang pria paruh baya itu. "Saya di didik untuk menghargai yang lebih tua, bukan takut kepada orang yang lebih tua. Berani injak kaki saya, saya injak kembali kepala anda. Ingat! Kita hanya beda umur bukan nyali, dalam sejarah tidak ada manusia takut oleh manusia"
Dengan sekali gerakan gadis itu mampu melepaskan diri dari Jake. Lalu melangkah pergi dengan perasaan kesal.
"Hei kau" Panggil salah satu orang di halte itu pada Jake.
Jake menoleh.
"Ahjussi itu berusaha menyibak rok gadis tadi, maka dari itu gadis tadi mengamuk"
Jake terdiam, ia merasa sia-sia telah menolong orang yang salah.
Itulah kenapa kita harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sebelum menilai. Jake berharap bisa bertemu gadis itu untuk meminta maaf.
~•∆•~
Korea, Seoul. 26 September 2015.
Namjoon mulai memasukan beberapa perlengkapan kedalam tas slempang nya, kemarin ia baru diterima di salah satu cafe dekat kampusnya. Menjadi pelayan, lumayan untuk membiasakan bekerja sebelum mengurus restoran keluarga.
Hari ini adalah hari pertamanya bekerja, namun ia sudah diperlihatkan dengan keusilan pelanggan. Jung Junwon, pelayan yang baru dua minggu masuk itu dirundung dua pelanggan pria.
"Apa cafe ini mempekerjakan anak kecil" Tanya salah satu pria itu menarik rambut panjang Jungwon.
"Kau kelas berapa adik kecil?" Goda pria lainnya, mencolek dagu Jungwon.
Jungwon masih senantiasa memberontak. "Hentikan! Aku ini seorang mahasiswa tau!"
"Jungwon-ssi" Jake mulai ikut panik, ia ingin menolong Jungwon.
"Jake-ssi, tenang saja. Serahkan kepada bu manager"
Itu Niki, kasir cafe.
"Bu manager, siapa?"
"Lihat sana"
Jake kembali fokus pada pelanggan usil itu. Namun atensinya terbagi saat gadis berambut pendek datang mendekati Jungwon.
Gerakan gadis itu cepat, melayangkan tendangan pada perut salah satu pria usil itu.
JDAK!
Pria tadi terhempas jauh akibat tendangan maut Min Sunoo, si ibu manager.
"Pelanggan dilarang melakukan kekerasan" Ucap Sunoo datar.
Jake menganga melihat adegan itu, pasti sangat sakit jika berada di posisi pria usil itu. Tampak teman lainnya membantu pria itu bangun.
"Karyawan macam apa yang menendang pelanggan! Panggil managernya!" Bentak teman pria lainnya.
Sunoo melipat tanganya di depan dada. "Ada perlu apa denganku?"
Tentu pelanggan itu shock berat. Depresot dah tu.
"M-manager macam apa yang menendang pelanggan! Cafe ini mending tutup saja! Ayo pergi"
Mereka pergi dengan raut takut, 'takut-takutnya mereka membuat Sunoo berani' awokawoka.
"Mereka belum bayar" Sahut Jungwon pelan.
Sunoo mengeluarkan ponselnya. "Jungwon-ssi, tenang saja" Mendial nomor seseorang. "Hoi, kalian lihat dua pria yang baru keluar itu. Ambil semua uang mereka"
Savage Sunoo.
~•∆•~
Korea, Seoul. 26 September 2017.
Jake kini dekat dengan Sunoo, hanya dekat tanpa hubungan. Jake sering menjadi pelanggan di cafe Sunoo, sebab ia bukan lagi pelayan di sana. Jake mengurusi restoran keluarga.
Selalu menyempatkan diri bertemu Sunoo, mengajak nonton bioskop, bermain Timezone, atau hanya menemani Sunoo hingga cafe itu tutup.
Dan tak dapat dipungkiri, semua orang terdekat merasa Sunoo berbeda jika dekat Jake. Yang tadi nya sedingin es mencair begitu melihat Jake, yang tadinya menyerang dengan api kemarahan mereda akibat rengkuhan Jake.
Orang terdekat juga sangat senang melihat Sunoo kini lebih banyak tertawa, itupun karna Jake.
Kini mereka sedang menunggu hujan reda, di dalam cafe dengan ditemani dua cangkir coklat panas.
Sunoo menggeser kursinya mendekat ke kursi Jake, mengangkat ponselnya ke udara. Sadar akan kamera, Jake tersenyum manis.
Setelah mengambil beberapa foto, Sunoo dengan cepat mengupload nya ke akun sosial medianya.
"Sun"
"Hmm"
"Apa sudah ada yang mengambil first kiss milikmu?"
Sunoo masih fokus pada ponselnya. "Fisrt kiss? Belum"
"Serius?"
"Iyyap"
"Boleh aku ambil?"
Sunoo menoleh "hah?"
Jake tersenyum, menangkup kedua pipi Sunoo. Membawa wajah mereka saling mendekat, kecupan serta sedikit lumatan menerbangkan banyak kupu-kupu dalam perutnya Sunoo.
Adegan tiba-tiba itu memacu jantungnya untuk bekerja lebih keras lagi.
Jake menatap Sunoo dalam. "Menikahlah denganku Sunoo"
~•∆•~
Korea, Seoul. 26 September 2023.
Jake masih senantiasa memandang wajah lelap Sunoo, merapikan anak rambut yang menutupi wajah cantik wanita-nya.
Merasa di perhatikan, Sunoo membuka satu matanya "Morning daddy" Sapanya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Pagi sayang, tidurmu nyenyak?"
Sunoo meringsek memeluk Jake, membawa wajahnya bersembunyi di dada Jake yang sama sekali tak terhalang sehelai benangpun. Mengangguk kecil.
Pintu kamar mereka terbuka dan menampilkan pria kecil kesayangan Jake dan Sunoo.
"Ayah... Buna... Syudah banun?"
Langkah kecil itu mendekat kearah kasur, Jake dengan sigap membawa jagoan kecilnya ketengah-tengah mereka.
Sunoo mengecup pipi gembil Maki. "Maki pintar sudah bisa tidur sendiri"
Maki tersenyum menampilkan dua gigi kelincinya. "Pintal yash"
Jake menyayangi dua sosok ini, sangat.
~•∆•~
KAMU SEDANG MEMBACA
Amaranthine
Historia CortaCerita oneshoot dengan Sunoo-tokoh utama di setiap cerita. ⚠️ -bxb -bxg -gs ©𝐋𝐲𝐫𝐚 𝐲𝐨𝐚
