Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Satu Moccacino dan Rainbow cake, atas nama?" Tanya pelayan itu sambil terus mengerling genit kearah Sunoo, siapa yang tak akan melakukan hal itu jika Sunoo adalah orangnya. Wajah bak dipahat Dewa dan kecantikan alami turun langsung dari Aphrodite, pesona Sunoo membuat satu kafe itu terasa hanya dia bintangnya.
"Sunoo" Ucapnya dengan langsung membuat semua orang mengangguk tahu pria tampan itu juga memiliki nama yang indah.
"Anda pelanggan ke-100 kami setelah buka, jadi kami akan memberi diskon 30%" Ucap pelayan itu lagi.
"Wah benarkah, terimakasih"
"Mohon ditunggu"
Pelayan itu pergi, Sunoo meraih ponsel yang disetiap sisinya pecah itu. Sudah 10 tahun dia memakai ponsel itu, mungkin kini ponsel itu sudah jarang ditemukan. Siapa sangka pria tampan itu adalah seorang miskin, tinggal di gedung kosong setelah berhasil keluar dari rumah sakit jiwa. Bukan, Sunoo tidak gila hingga harus tinggal di rumah sakit jiwa. Ada cerita panjang di balik hal itu, dia bertemu teman disana yang sesungguhnya gila. Saat temannya itu sembuh Sunoo minta di keluarkan juga.
Tapi sialnya dia tak memiliki pekerjaan, temannya sangat jahil jadi tak membantunya mencari tempat tinggal. Apa boleh buat, Sunoo hanya butuh tempat untuk tidur dan menampung barangnya.
Harta yang paling berharga milik Sunoo adalah sebuah batu berlian kusam, Sunoo hanya menaruh berlian itu di dalam tasnya dan tak pernah mengeluarkan nya maka dari itu benda mahal itu kusam. Hingga membuat berlian itu tidak tampak lagi seperti berlian.
Sudah 2 tahun dia keluar dari RSJ, tapi sampai saat ini tak ada usaha untuk mencari pekerjaan. Dia biasanya menipu orang dengan permainan kartunya, mengajak orang bermain tebak-tebakkan, sedang orang yang diajak sibuk berpikir dan lengah disitulah Sunoo mencuri setengah isi dompet bahkan jam orang itu.
Begitulah cara Sunoo untuk membayar semua makanannya setiap hari, tak hanya permainan kartu, Sunoo juga hidup dalam mempelajari trik sulap. Suatu hari dia memungut sebuah buku yang penuh trik tipuan di tong sampah, dia mempelajari buku itu dan membuat taruhan dengan orang yang dia jumpai. Hidup Sunoo terlihat sulit tapi tidak untuk Sunoo sendiri, dia menjalani hidup dengan santai, nyaman, dan tentram.
Hingga seorang bermata kucing itu mengusik hatinya, membangunkan perasaan tak nyaman yang membuatnya pening. Pusing akan senyuman pria itu yang kini masih terpatri pada orang lain di depannya.
Itulah yang membuat Sunoo betah berada di kafe ini, Sunoo akan pergi jika pria manis itu juga pergi. Sudah seminggu pria kucing itu mengunjungi kafe itu, dan sudah seminggu pula Sunoo memperhatikan nya, mempelajari gerakan tubuhnya, maka dari itu Sunoo paham apa yang sedang pria itu bicarakan pada lawan bicara nya.
"Aku suka coklat" Begitu eja Sunoo dari bibir manis merah muda pria itu. "Aku juga suka kamu" Sahut Sunoo mengudara.
Sunoo harus sujud sukur karena mata tajam kucing itu melirik sebentar padanya, hitungannya selama 5 detik. Dan Sunoo sudah tenggelam dengan wajah bingungnya, lucu sekali.