Taruhan
Hesunsun
______________
Hari ini Heeseung kembali ke Korea, setelah sukses menjadi dokter muda di AS. Kembalinya ke negara kelahiran karna tugas dan ibunya yang sakit.
Sudah lama ia tak pergi ke cafe bernuansa Italian ini, dulu ia sering datang saat jaman sekolah. Membawa seorang gadis yang dulu ia selalu perhatikan dalam kepura-puraan.
Dan apa ini? Hee tak tahu ini takdir atau kebetulan, gadis itu ada di meja nomor 8. Sedangkan ia berada tak jauh, di meja nomor 12. Meja yang di duduki gadis itu adalah meja favorit mereka.
Begini ceritanya, Jake adiknya baru saja memenangkan taruhan. Ia mendapat tiga black card, dan taruhannya adalah Jake harus memutuskan pacarnya. Taruhan itu dilakukan, tapi setelah mendapatkan kartu ATM dengan isi penuh itu Jake dan kekasihnya kembali bersama lagi.
Singkat cerita Hee yang mengetahuinya menjadi iri, jadi ia meminta Jake untuk memberi taruhan padanya. Ia akan mendapat dua dari tiga kartu hitam itu.
Taruhannya adalah :
"Dekati gadis dari kelasku, Kim Sunoo. Jadi kekasihnya sampai kalian lulus sekolah, berhubung kau akan melanjutkan kuliah di AS. Kau boleh putuskan dia"
Gadis Kim itu sebenarnya adalah gadis yang menyenangkan. Tak ada bedanya dengan Jay kakaknya.
Entah bagaimana caranya ia bisa berkencan dengan Sunoo sampai gadis itu benar-benar tak bisa jauh darinya, lalu tak lama Hee membuangnya saat akan pergi menuju Amerika Serikat.
Jahat bukan, Hee sedikit menyesal. Tak ada kata putus di antara mereka, Hee pergi begitu saja.
Kedatangan pelayan dengan kopi pesanan membuyarkan lamunan Hee.
"Pesanan anda Tuan" ucap pria pelayan dengan ramah.
"Aku mau tanya, apa gadis itu selalu kemari?" Tunjuk Hee pada Sunoo.
Pelayan itu menoleh pada arahan telunjuk Hee. "Gadis ber-dress merah muda itu?"
Terdengar helaan kesal pelayan itu, pelayan itu bercerita bahwa Sunoo selalu datang saat siang hari. Memesan Belgium chocolate chip, pesanannya tak di sentuh sampai sore tiba. Sunoo hanya terdiam sembari memandangi jalanan dari dinding kaca.
Lalu pulang dengan pesanannya yang mencair, itu membuat kesal pekerjaannya di cafe itu. Hari ini managernya berniat menemui Sunoo.
Hee tertawa geli, kenapa hidup mantan kekasihnya itu jadi seperti itu.
Benar saja, pria berkumis tebal datang. Hee tebak itulah manager cafe ini.
"Permisi"
Suara bariton itu mengejutkan Sunoo, ia menoleh. "Ya" Sahutnya.
Heeseung menggeleng tak mengerti, kebiasaan irit bicara gadis itu ternyata masih sama. Sunoo memang seperti itu pada orang yang tak di kenal, dulu gadis itu juga bersikap seperti itu pada awal pertemuan mereka.
"Saya manager cafe ini, saya hanya heran dengan kedatangan nona yang memesan satu pesanan namun berdiam diri sampai sore. Nona tahu? Banyak yang ingin duduk di meja ini karna memang tempat paling indah dari sudut manapun"
Sunoo masih terdiam mendengarkan.
"Dan kau! Ah maaf, dan nona tak menghabiskan pesanan. Itu sama saja dengan tak menghargai apa yang ada di cafe ini"
KAMU SEDANG MEMBACA
Amaranthine
Storie breviCerita oneshoot dengan Sunoo-tokoh utama di setiap cerita. ⚠️ -bxb -bxg -gs ©𝐋𝐲𝐫𝐚 𝐲𝐨𝐚
