ll
Sunghoon duduk dengan antusias di kursi yang disediakan, dia memakai baju casual, tidak ada formalitasnya sama sekali. Kemarin dia di ingatkan untuk tidak terlalu formal, jadi dia kini memakai kemeja biru dan jeans hitam. Point cantiknya ada di sepatu sneakers nya, uangnya habis karena sepatu itu lah.
Dia udah ga sabar banget mau jumpa siapa yang akan membuatnya repot untuk beberapa bulan ke depan, kalau Sunghoon sih bayangin bapak-bapak tua yang sekitaran 40/50 keatas umurnya. Yah palingan dia di suruh buatin kopi dan sarapan, atau nemenin boss nya kemana-mana.
Katanya sih seperti itu jenis kerjanya, ga ribet ribet amat. Pokoknya dia 24 jam sama boss nya, lewat dari jam itu dia udah di lepas. Sunghoon excited.
Sudah ribuan kali supir itu membukakan pintu untuk Tuan Muda usia ribuan tahun ini, senyuman kecil dan menunduk berterimakasih itu sudah sangat dia hapal. CEO perusahaan ini memang beda, merendah tapi tidak untuk meroket, semuanya memiliki porsi, dan sudah di perhitungkan segala sesuatunya.
Tuan tampan Sunoo ini membuat banyak orang kagum padanya, Heeseung seperti biasa menyapa saat pria itu memasuki lift.
"Selamat pagi Tuan, asisten yang Anda minta sudah tersedia. Saya hanya butuh Anda setuju dengan orang ini atau tidak"
Sunoo mengangguk, akhirnya dia bisa sedikit beristirahat. "Ceritakan bagaimana orang ini"
"Tentunya lebih muda dari Anda, seorang mahasiswa dan cukup.... Cantik"
Sunoo mengernyit. "Seorang mahasiswa, tapi cantik?"
"Menurut saya dia manis, Tuan"
"Ok, suruh keruangan ku"
"Baik Tuan"
.
.
.
.
Sunghoon kini mengernyit saat dihadapkan dengan bocil tadi malam, dia masih ingat banget wajahnya. Dan kini wajah itu semakin terlihat menyebalkan, apa apaan mainan dalam aquarium itu.
"Lo siapa?" Tanya Sunghoon yang membuat Heeseung dan Sunoo tak mengerti.
"Apa?"
"Lo, kamu, anda. Siapa? Gue mau ketemu bos gue elah, atau lo mau minta kembalian barang tadi malam"
"Barang tadi malam?" Heeseung jadi semakin tidak mengerti.
"Bos, akan datang sebentar lagi untuk makan siang. Jadi kamu bisa masak?" Sunoo mulai memainkan peran, Heeseung sudah tak heran.
Sunghoon melipat tangannya sombong. "Bisa lah, itu mah kecil"
"Bagus, meski bos sering makan di luar beliau tetap harus berhati-hati. Catat ini, bos tidak mau makan jika tidak ada daun bawang. Semua masakan harus ada daun bawang, singkirkan bawang bombai maupun bawang merah. Berkuah, jadi kamu harus memikirkan menu masakan yang berkuah setiap paginya. Jangan terlalu asin, tidak terlalu manis, sedikit hambar itu adalah makanan favorit nya-"
"E? eits tunggu tunggu, apa tadi?" Sunghoon panik mengeluarkan ponselnya, mengingat hal tadi dan mencatat nya di ponsel.
"Sediakan yoghurt setiap sebelum sarapan, untuk minuman tidak kopi, tidak teh, jenis minuman ber es bisa, air biasa juga bisa. Untuk camilan tolong buatkan bos semacam masakan dessert, bisa? Ga terlalu rumit kan?"
Sunghoon menarik napas. "Ini gue digaji besarkan untuk semua ini, apanya yang ga terlalu rumit. Ini rumit banget ege" Belum mulai kerja dia udah mau minta resign.
"Tentu di gaji besar, tapi menurut ku ini tidak terlalu rumit. Bos tidak mau merepotkan, tapi jika dia sedang marah mungkin ada request lain"
Sunghoon ga tau makhluk macam apa yang dia hadapi nanti, rempong banget hidupnya. "Contoh?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Amaranthine
القصة القصيرةCerita oneshoot dengan Sunoo-tokoh utama di setiap cerita. ⚠️ -bxb -bxg -gs ©𝐋𝐲𝐫𝐚 𝐲𝐨𝐚
