Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sunsun
(With si kembar & Jo)
Heejake
(With duo Riki)
~•∆•~
Kediaman keluarga Park.
Pernikahan ke - 4798 H.
"Mas makanan nya sudah jadi" Ucap Sunoo sedikit berteriak.
Si kembar alias Harua dan Maki turun duluan, menempati kursi langganan mereka pada meja makan. Menyapa sang Buna yang sibuk menyiapkan piring kosong.
"Kakak tolong di rapiin piring nya" Sunoo memberikan beberapa piring kosong itu pada Harua.
"Siap Buna"
"Maki siapin garpu sama sendok ya sayang"
"Oky doky Buna"
Harua bergerak cepat, menaruhi setiap kursi satu piring. Diikuti adik kembarnya yang menyiapkan garpu dan sendok, sore ini menu yang sederhana. Tempe kesukaan si kembar dengan berbagai macam olahan sayur beserta ayam goreng dan sebagainya.
Sunoo melangkah menuju sebuah ruangan, mencari suaminya yang rupanya masih tengah sibuk dengan leptop nya.
"Masih sibuk ya mas?"
Sunghoon segera menutup laptopnya, menoleh lelah pada Sunoo. Tangannya sontak merentang, meminta pelukan pada istrinya.
"Mau mandi dulu atau makan dulu?" Sunoo datang pada Sunghoon, membiarkan tangan kekar pria itu melingkar pada pinggangnya.
"Mau bobo aja deh"
"Aku gak kasih opsi itu deh perasaan mas"
"Mas capek dek" Rengek Sunghoon.
Sunoo terkekeh. "Mau aku suapin ga"
Sunghoon mengangkat wajahnya, ada binar senang pada matanya. "Oke, suapin mas ya"
"Yaudah yuk, si kembar udah nungguin tuh"
Sunghoon bangkit, seakan tak mau jauh dari sang istri. Ia bergelung pada Sunoo, mendekap bahu mungil istrinya dari belakang selama melangkah menuju meja makan.
"Ayah ayo makan, Maki sudah lapar" Sapa Maki saat menemukan Buna mereka sedang di gelayuti Ayah, seperti tuyul saja.
"Iya, sayang ayo makan"
"Assalamu'alaikum!!! Everibodeh wassap, kembali lagi dengan Jo ganteng anak Buna Sunoo dan Ayah Sungun" Teriak heboh remaja SMA itu yang baru pulang sekolah.
"Dateng juga nih anak durhaka" Sapa Sunghoon.
"Beuh abang pulang pas banget Buna udah masak, maacih cantik. Cium dulu" Jo mengecup pipi Buna nya, namun bekas kecupan nya langsung di usap sang Ayah. Emang suka sirik ni Ayah satu.