Seperti biasa, bangun dengan sarapan yang telah di sajikan. Mandi, bersiap diri menuju toko buku tempatnya bekerja. Berpamitan dengan Jiera, kakak ipar Jake.
"Apa hyung sudah pergi noona?"
Jiera melepas apronnya. "Sudah pagi tadi, apa sarapan mu sudah kau habiskan?"
Jake mengangguk. "Sudah, sekarang aku akan pergi" Jake beralih pada Jungwon, putra Jungkook dan Jiera. "Paman pergi ya, jaga Bunda dirumah"
Jungwon dengan badan di tegakkan memberi hormat pada Jake. "Ay ay kapten!"
"Oh ya Jake, noona titip bawakan ini pada tetangga baru kita sebelum kau berangkat" Menyerahkan bingkisan berisi makanan pada Jake.
"Tetangga baru?"
"Baru pindah semalam"
"Baiklah, aku pergi ya"
Dan disinilah Jake, di depan pintu tetangga yang di maksud Jiera tadi. Memencet bel rumahnya beberapa kali, celingak-celinguk memastikan penghuni rumah itu.
Pintu terbuka dan muncul seorang gadis berdress putih polos, tatapan nya sedikit terkejut saat tau Jake yang bertamu. "A-ada apa ya?" Gugupnya menggema bersama lirih suaranya.
Jake tersenyum, membungkuk memberi salam. "Rumahku pas di samping rumahmu, Jiera noona bilang aku harus membawa ini kemari" Menyerahkan bingkisan ditangannya.
Sosok wanita paruh baya muncul di belakang gadis itu, Jake rasa itu ibunya.
"Omo, ada tamu rupanya. Kenapa tak kau persilahkan masuk, Sunoo"
Gadis itu menunduk, menatap kakinya.
"Ah tak apa" Mengusak tengkuknya canggung, Jake mengulurkan tangan kehadapan wanita paruh baya itu. "Saya Jake Shim, tetangga sebelah. Saya hanya membawa bingkisan kemari, setelahnya saya akan pergi bekerja"
Wanita paruh baya itu senang menjabat tangan Jake. "Panggil aku Bibi Jung, kau sepertinya buru-buru ya. Lain kali mampir ya jika ada waktu"
Jake kembali membungkuk, tersenyum manis. "Saya permisi"
Sunoo, gadis itu baru mengangkat wajahnya lagi untuk melihat punggung kokoh itu berlalu jauh. Ny. Jung merangkul putrinya, menenangkan emosional yang bangkit kembali.
"Dia terlihat bahagia, Sun. Kau yakin akan kembali ke kehidupan Jake?"
~•∆•~
2 minggu setelahnya...
Tak ada undangan untuk bertamu dan Jake tak ada niatan untuk menjadi tamu di rumah tetangganya itu, sedikit curiga karna rumah tetangganya itu terlihat sunyi tak berpenghuni.
Tapi kecurigaan Jake itu memudar saat ia selalu melihat putri dari Bibi Jung itu di setiap jam pulang kerjanya duduk di taman yang Jake lewati menuju rumah.
Pernah sekali Jake lembur lagi, dan gadis itu masih di sana duduk memandangi perpindahan matahari ke bulan. Hanya duduk, tak berbicara pada siapapun. Dan sesekali menghela napas.
"Kau sebaiknya membawakan coklat panas dan menemaninya"
Itu usul Min Yonggi, Kakak kandung Min Jiera. Yonggi pemilik toko buku dan memperkerjakan Jake.
"Aku malu, gadis itu tampak pendiam sekali"
Yonggi mendengus aneh. "Kau ini bagaimana sih, bagaimana tidak diam jika tak ada yang mengajak bicara. Kalau dia bicara sendiri, itu akan terlihat aneh"
Iya sih.
"Lalu aku harus bagaimana" Ucap Jake sembari memberesi barang-barang nya bersiap untuk pulang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amaranthine
Historia CortaCerita oneshoot dengan Sunoo-tokoh utama di setiap cerita. ⚠️ -bxb -bxg -gs ©𝐋𝐲𝐫𝐚 𝐲𝐨𝐚
