(1)My Angel Devilz - My Lovely Pheonix

3.7K 120 16
                                        

l
⚠️Sunoo Dom area

Sunoo tertatih, kaki telanjang itu menyusuri lantai penuh pecahan kaca. Tubuhnya akan ambruk namun Sunoo harus bisa terlebih dahulu menemukan Jungwon, para pemberontak yang tak ingin mengikuti aturan itu mengamuk. Mereka hanya peduli pada apa yang mereka mau, dan memukul mundur semua orang yang setuju dengan peradaban yang lebih maju. Dimana semua makhluk dapat bersanding dengan manusia.

Sunoo adalah salah satu dari golongan malaikat bersayap yang setuju dengan rencana itu, sebab dia telah mencintai manusia bernama Jungwon.

Kejadian begitu cepat, dimana semua pemberontakan melemparkan panah api ke gedung Raja. Bahkan beberapa manusia ada yang ikut bergabung dengan mereka, membawa selongsong besi yang memuntahkan besi lain yang lebih kecil.

Sunoo salah meremehkan benda itu, beberapa peluru melukai kaki dan tangan nya.

"Jungwon? Yang Jungwon!" Teriak Sunoo, disana. Pada pusat gedung, dekat dengan patung ibunya. Jungwon bersimpuh, darah mengalir dari kakinya. Sunoo dengan sekuat tenaga mengepakkan sayapnya, melesat menuju Jungwon.

Tubuhnya bergetar ketakutan melihat tubuh kekasihnya sudah lemah, membawa Jungwon ke pelukan nya. "Tolong tetap sadar, sayang. Jangan tinggalkan aku"

Wajah cantik dihiasi bercak darah itu tak menunjukkan ekspresi sama sekali, Jungwon tak sanggup lagi membuka suara bahkan dia berharap bisa mati saat ini juga.

BRAKK!

"TANGKAP MEREKA!!!"

Para pemberontak dan beberapa manusia mengepung Sunoo, tangan itu meraih tubuh lemas Jungwon. Dengan susah payah membuat sayap itu bergerak, Sunoo mencoba kabur namun terlambat. Saat satu perintah itu membuat puluhan selongsong besi itu mengarahkan pelurunya pada Sunoo dan Jungwon.

"NO!!!!!!" Sayap itu bergerak menutupi keduanya, menjadi tameng untuk Jungwon. Pria itu akhirnya membuka mata, sedikit gelap untuk melihat wajah tampan Sunoo. Menangis melihat sayap yang terus ditembaki, darah dimana-mana.

"Kak, lepaskan aku. Kita tak bisa begini terus"

Sunoo menggeleng keras, dia rela mati demi Jungwon. "Sampai kapanpun tak akan ku lakukan, kita harus bertahan, sayang. Kau harus percaya padaku"

Senyum sulit terpatri, tangan gemetar itu sampai pada rahang tegas Sunoo. Mengelus lembut pipi basah itu. "Aku percaya Kakak, tapi aku ga percaya mereka. Jadi berhenti ya, Jungwon juga sudah sangat sakit"

Dada Sunoo sesak, air mata mengalir deras. Dia masih ingin berusaha, demi tanah bumi ini, dan demi Jungwon.

"Ibu tolong aku" Parau Sunoo, tangan mungil di pipinya perlahan jatuh. Beban ditangannya menjadi sangat berat, dimana Jungwon sudah tak lagi sanggup bertahan. Mata rubah itu mengeluarkan sinar, berangsur-angsur bersamaan dengan mata kucing itu tertutup damai. Sunoo menjadi pendendam, malaikat tak pernah memiliki rasa dendam, dan Sunoo rela melepaskan dua sayapnya demi menjadi abadi dan lebih kuat untuk membalaskan dendam nya.
.
.
.
.
Mata yang kian menajam itu terbuka, otaknya baru saja memutar ingatan pilu. Sunoo bangun dari posisi tidurnya, melihat jam yang menunjukkan pukul 5 pagi. Pria itu beranjak menuju kamar mandi, membersihkan diri dan memakai bajunya.

Bersiap untuk lari mengelilingi beberapa rute yang dia buat sendiri, menyumpal telinganya dengan earphone. Bumi sudah banyak berubah, bahkan tanah subur itu bukan hanya menumbuhkan pepohonan, tapi juga gedung-gedung pencakar langit.

Sudah jarang sekali makhluk yang terbang dengan sayap, bisa dibilang juga sudah tak ada. Kini para makhluk selain manusia sudah berevolusi menjadi manusia sesungguhnya, mereka akan berubah ke bentuk awal mereka diciptakan jika merasa terancam. Maka dari itu Sunoo sulit membedakan mana yang benar-benar manusia dan mana makhluk Whizliz.

AmaranthineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang