Setelah sampai di stasiun, ternyata Hasan dan Claudia masih memiliki cukup banyak waktu sampai kereta mereka datang dan berangkat, sehingga mereka masih sempat untuk membeli makanan.. Setelah membeli beberapa makanan dan minuman, Claudia dan Hasan mulai masuk ke area tempat tunggu..
Claudia merasa perasaan yang cukup mendebarkan karena ini untuk pertama kalinya dia naik kereta dengan perjalanan yang lumayan jauh. Belum lagi Claudia masih diliputi perasaan bimbang dengan kejadian yang dia alami tadi. Hari ini perasaan Claudia cukup campur aduk dengan semua kejadian yang sangat diluar perkiraan sampai bahkan dia saat ini akan pergi ke surabaya.
Claudia menatap Hasan yang sedang duduk disebelahnya sedang bertelepon dengan Ersa, Hasan saat ini hanya membawa sebuah tas ransel yang tidak terlalu besar. Hasan terlihat begitu serius berbicara dengan Ersa
Claudia menatap sudut bibir Hasan yang terluka, semua itu karena ulah Panji, Claudia masih ingat jelas gimana wajah marah Hasan tadi, cukup menakutkan.
Claudia tidak membayangkan bagaimana nasibnya sekarang jika tidak ada Hasan, dia masih bisa merasakan ciuman kasar Panji dan semua cengkraman pada tubuhnya. Hal itu masih terasa sangat menakutkan untuk Claudia.
Saat ini Claudia dia merasa sedikit mual saat mengingat Panji yang memaksanya untuk berciuman. Rasanya sesak dia ingin menangis karena ingatan tentang tadi muncul. Claudia tidak lagi menatap ke arah Hasan dia menunduk sambil meremas tas kecilnya, Claudia berusaha untuk menahan agar tidak menangis dan mencoba menghilangkan semua rasa takut itu. Tapi rasanya sulit semuanya kembali terlintas jelas di dalam pikirannya saat ini.
Hasan saat ini mulai menyadari bahwa Claudia sedang tidak baik-baik saja. Hasan kemudian memutuskan sambungan teleponnya kemudian dia menggeser tubuhnya untuk lebih dekat dengan Claudia.
Hasan langsung merangkul bahu Claudia dan mengusapnya dengan pelan mencoba untuk memberi ketenangan. "Kamu gapapa kan?" Hasan menatap Claudia dengan tatapan cemasnya.
"Aku gapapa." Claudia berusaha untuk terlihat baik-baik saja, Claudia tidak ingin terlihat lemah didepan Hasan. Dia tidak ingin membuat Hasan khawatir.
"Ersa tadi ngabarin aku, Panji dibawa ke klinik. Petugas keamanan nahan dia untuk sementara dan sekarang semua keputusan ada di kamu. Kamu mau membawa kasus ini ke jalur hukum atau enggak?" Ucap Hasan dengan lembut tangan Hasan yang bebas kini memegang tangan Claudia mencoba untuk memberikan kenyamanan.
"Aku pengen Panji dilepasin aja, aku gak mau semuanya jadi masalah besar, aku takut karena kalau sampai aku bikin Panji dipenjara dia gak akan tinggal diem. Aku udah gak mau ada hubungan apapun sama dia, Walaupun aku gak yakin Panji akan lepasin aku gitu aja setelah semua ini. Aku takut Hasan, aku bingung harus ngapain? Tapi kalau ngelaporin dia ke polisi itu cukup beresiko untuk jangka panjangnya. " Claudia sungguh sangat takut saat ini dengan Panji, Claudia merasa Panji tidak akan tinggal diam setelah semuanya. Bahkan dilihat dari Panji yang berani untuk melakukan hal yang sudah hampir termasuk kedalam pemerkosaan, Claudia jadi tahu Panji adalah orang yang nekat.
Dia bilang tidak ingin melepas Claudia dan Panji memang tidak akan melepaskannya begitu saja.
"Kamu gak perlu takut, ada aku. Aku gak akan biarin dia nyentuh kamu barang seujung kuku pun. "
"Dia akan semakin marah kalau tahu kamu melindungi aku. Dia dan keluarganya gak suka sama kamu."
"Pokoknya mau bagaimanapun aku akan melindungi kamu dan terus berada disisi kamu."
"Hasan aku rasa kamu gak perlu sampai segitunya, aku gak mau kamu semakin di benci sama keluarga kamu. Bukannya sejauh ini kamu udah berhasil buat keluarga besar kamu nerima kamu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Belum Usai (Revisi)
RomanceUPDATE SETIAP HARI SELAMA REVISI!!! Disini ada yang udah baca Too good to be (true) Dominan gak? Kalau pernah baca, berarti udah kenal dong sama sosok Hasan. Dia sempat beberapa kali muncul di cerita Dira Dan Satria. Nah untuk kali ini aku akan menc...
