Chapter 52

48 4 3
                                        

Kedatangan tamu dari kerajaan benua lain yang terkenal dengan kekayaan nya yang melimpah, membuat istana menjadi sibuk. Mereka datang untuk menjalin kerjasama di bidang perdagangan, mereka kaya dengan emas dan batu permata sedangkan kerajaan kaya dengan pertanian dan sumber alam lainnya.

Fang Yin sebagai permaisuri mengatur hidangan dan hiburan yang akan di persembahkan untuk menyambut Raja Arthur Reinhard dengan putra mahkota yang bernama Duke Damian Reinhard.

Selain acara menyambut tamu, kerajaan juga mengadakan upacara penyambutan kemenangan oleh Jendral baru yaitu Li bai putra dari Jendral chow. Dibawah kepimpinan Li Bai, pasukan kerajaan mampu mengalahkan pemberontak di daerah selatan yang terkenal dengan kekejamannya. Dalam waktu tiga bulan Li Bai berhasil membersihkan para pemberontak, dengan tegas Li Bai menebas kepala pemimpin pemberontak dan mengirim sisa pemberontak yang masih hidup ke Utara untuk menjadi budak.

Rombongan pasukan kemenangan di sambut meriah oleh seluruh rakyat, mereka bersorak gembira di tepi jalan saat rombongan pasukan melewati mereka.

Akhirnya rombongan pasukan sampai di gerbang kerajaan, Li Bai langsung turun dari kudanya dan berjalan menuju istana utama.

Para menteri menatap kedatangan jendral Li Bai yang tampak gagah, jendral Chow menatap putranya dengan rasa bangga.

"Aku ucapkan selamat atas keberhasilanmu mengalahkan para pemberontak itu"

"Karena kemenangan mu, aku akan menghadiahkan satu peti emas, dua peti perak dan lima peti kain sutra untukmu, dan untuk para prajurit, akan ku berikan beberapa perak untuk mereka"

"Apa kau menginginkan hadiah yang lain, jendral Li, mungkin kau tidak puas dengan hadiah yang ku berikan atau ada yang lain yang kau inginkan?" Tanya kaisar Zhao sambil menatap jendral Li Bai.

"Saya tidak berani meminta yang lain yang mulia, hadiah ini sudah sangat banyak bagi saya," jawab Li Bai dengan wajah menunduk.

Setelah kaisar Zhao meninggalkan kursi singgasananya, para menteri mengucapkan selamat kepada jenderal Li Bai dan ayahnya.

Setelah membersihkan diri di kediamannya karena tubuhnya masih berbau darah, Li Bai menemui ayahnya yang sudah menunggunya di ruang depan.

"Li Bai sudah saatnya kamu menikah, usiamu sudah 28 tahun, sedangkan teman sebayamu sudah memiliki beberapa anak!"

"Ayah, aku hanya ingin menjadi prajurit yang mulia, aku belum ingin menikah"

Jawaban putranya membuat jendral Chow merasa tidak puas.

"Bagaimana jika aku mengenalkan beberapa putri para menteri, ayah sempat di tawari oleh menteri yang dekat dengan ayah, putri mereka cantik dan dari keluarga terhormat, pasti mereka di didik dengan baik oleh kedua orang tua nya, jangan tolak permintaan ayahmu ini, coba temui mereka satu kali, setelah bertemu kamu tidak tertarik, ayah tidak akan memaksamu"

Jendral Chow menghela nafas saat melihat reaksi putranya hanya datar.

"Ini memang kesalahan ayahmu ini, gara-gara ayah yang mendidik dan melatih mu sejak awal seperti seorang prajurit, ayahmu memang bodoh!"

Li Bai menoleh dan melihat ke ayahnya, tampak gurat wajah tua ayahnya terlihat lebih banyak, dulu waktu masih kecil ia sering melihat ayahnya pulang dengan darah di wajah dan baju perangnya, sekarang ia hanya melihat wajah tua yang menatapnya dengan penuh harap.

"Baiklah ayah, aku akan menemui mereka "

Tiga hari kemudian

Malam itu Li Bai baru saja kembali dari pertemuan dengan seorang gadis dari seorang menteri, gadis itu berkulit putih dan cantik, tutur katanya juga sopan namun entah mengapa hal itu tidak menggerakkan hatinya sama sekali.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 30 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Fang YinCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang