18. pelampiasan emosi

1.8K 135 6
                                        

HAPPY READING BRO!
Jangan lupa tinggalkan tap vote dan share.
Hope you enjoy

****

Dio melempar bantal nya ke arah farel, tidak hanya sekali tapi bantal yang berada di kasur ia lemparkan ke arah farel

"Mood gue buruk banget, gue pengen berantem tapi kalo cuma pake bantal ga bikin gue puas"

"Lo ada masalah?"tanya farel, pasalnya dio ini bukan orang yang terbuka ia kenal lama dengan dio ia sudah tahu tentang dio. Jika dio mempunyai masalah atau problem maka dio akan mencari pelarian agar dia lupa, jadi jika dio tiba tiba seperti ini farel yakin anak itu memang ada masalah

"Ga ada cum--"

"Gue tau lo bakal ngelak tapi gapapa gue udah tau jawabannya"ucap farel sambil menatap dio yang mencibir tak jelas "ayo jadi ga?"

Dio langsung menarik lengan farel ke arah belakang rumahnya, tempat itu sangat luas, mereka berdiri berhadapan

"Bela diri lo itu masih jauh dari gue"

"Ya karna gue ga sering berantem, lo sma aja udah tawuran sana sini"

Farel tertawa, mereka memposisikan kuda kudanya

Bugh

"Shh"farel mengelus sudut bibirnya, sial sekali dio padahal dirinya belum siap sama sekali tapi anak itu sudah memukul nya terlebih dahulu

"Lawan gue sekenceng kenceng nya rel, kalahin gue kalo bisa"

"Oke"

Setelah itu dio terus mengarahkan pukulannya ke arah farel entah itu memukul atau menendang tapi karena bela diri farel sangat lihai farel dapat menghindari semua serangan dari dio

"Lawan gue sat jangan cuma ngehindar!"dio berucap dengan nada tinggi, ia kesal dengan farel. Anak itu hanya terus menangkis serangan tanpa tanda tanda akan menyerang dio kalau begini ia merasa tidak puas

Dio mengarahkan pukulan secara brutal ke farel tapi lagi lagi farel hanya menghindar, ia kesal sendiri

Duk

Farel mampu mundur beberapa langkah karena tendangan dari dio ini, ia sedikit lengah. Farel memang sengaja menangkis semua serangan dio untuk melindungi dirinya sendiri tanpa ada niat membalas pukulan dio, tidak mungkin ia memukul dio meski anak itu sendiri yang menginginkan

Padahal kemampuan bela diri farel sangat unggul dari pada dio, farel mempunyai banyak kesempatan untuk membalas pukulan dio tapi farel tidak mengambil kesempatan tersebut

"Gimana? Udah puas?"tanya farel yang melihat dio sedang mengatur nafasnya

"Belom, sebelum lo bales pukulan gue"

Lagi dan lagi dio menyerang farel mencoba agar serangannya mengenai farel dan farel membalas pukulan nya.

Dio menggeram, farel ini tidak ada kerja bisa di ajak kerja sama sekali, dio memikirkan cara agar farel mempunyai niat membalas pukulan nya satu satunya cara adalah membuat farel marah

Tapi dirinya tidak tahu bagaimana caranya, bahkan dengan tendangan tadi tidak membuat farel marah dan melemparkan serangan balik kepadanya, Sial sekali

"Sampe kapan lo cuma nangkis terus serangan gue?"

Farel hanya meladeni ucapan dio dengan tertawa kecil, serangan dari dio ini sama sekali tidak mengaruh di dirinya.

Dio berdecak, ia berniat berjalan menjauh dari sana, mengajak farel berantem sangat sia sia tapi tangannya di tahan oleh farel

 D'amourCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang