33. Bingung

429 36 8
                                        

HAPPY READING BRO!
Jangan lupa tinggalkan tap vote dan share.
Hope you enjoy it

"Gue nginep sini"

Ucapan farel mampu membuat Dio menghentikan aktivitasnya, bermain game. Ia melihat Farel tajam

"Diusir lo dari rumah?"tanya Dio dengan nada kesal, pasalnya Farel akhir akhir ini sering sekali tidur dirumanya

"Gue kan nemenin lo, apa ngga romantis banget gue" ucap Farel dengan senyum bangga

"Gue ngga perlu ditemenin, lo pulang aja"

Bruk

Dio kagat saat tiba tiba Farel dengan kasar menjatuhkan buku komik yang dia baca dengan kasar, ia berjalan mendekati Dio. Dengan kasar oa merebut hp Dio dan langsung melemparkannya ke kasur

"Apaan anj—"

"Ini kalo yang disini temen lo itu pasti ngga bakal lo usir kan anjing!"

Dio mendorong Farel menjauh "Lo kenapa sih rel, dari tadi marah marah mulu ke Gama" Dio sendiri lama lama tidak terima dengan ucapan Farel, karena hal sekecil itu pun di sangkut pautkan pula ke Gama

"Sekarang lo belain dia?"

"Gue ngga belain siapa siapa, gue cuma heran aja kenapa lo marah marah mulu ke Gama, Gama ada buat salah sama lo?" Ucap dio dengan nada setenang mungkin

Farel tidak menjawab, ia merebahkan tubuhnya dikasur milik Dio. Sebenarnya ia sendiri juga tidak tau kenapa dirinya benci sekali melihat Gama Gama itu jika berada didekat Dio

"Gue nginep sini"

Dio menghela nafas kasar, percuma saja

"Gitu amat anjing, boleh apa ngga ini?" Tanya Farel dengan kesal, ia merasa itu adalah penolakan secara tidak langsung

"Boleh sayang boleh"

Farel tertawa kecil saat mendengarnya

"Yo"

"Apa"

"Yo"

"Apa!"

"Dio"

"Lo mau mati anjing?"

"Mau, asal bareng lo"

Dio memutar bola matanya jengah, ia menyusul Farel untuk merebahkan tubuhnya di kasur

"Lo kalo ada apa apa, cerita ya sama gue"

Dio memiringkan kepala untuk menatap Farel, kenapa lagi anak ini, meski bergitu ia tetap menjawab "Oke"

"Gue orang nya emosian, kalo gue kebawa suasana ke lo, pukul langsung muka gue ya"

"Oke"

"Yo"

"Apa"

Farel diam, ada sesuatu yang ingin ia ucapan namun ia bengung harus cara memulainya

"Dulu waktu pacaran sama gue, ya meski cuma boongan tapi lo ngrasa baper ngga?"

Dio menatap Farel sebentar sebelum kembali menatap langit langit kamar

"Ada baper dikit"

"Berapa persen"

Dio mengetuk ngetik jarinya dibibir, tanda bahwa dia sedang memikirkan jawaban yang pas

"-5%"

"Lo kontol!"

Dio tertawa saat mendengar jawaban spontan dari farel "Mau lo berapa persen emang?" Tanya nya balik

"100%"

 D'amourCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang