HAPPY READING BRO!
Jangan lupa tinggalkan tap vote dan share.
Hope you enjoy it
Flashback On
"Yo, gue suka sama lo"
Dio tidak menjawab, mereka saling baradu pandang untuk beberapa detik. Entah ini bercanda atau tidak, Dio mampu merasakan jantung nya berdetak lebih cepat
"Lo bercanda kan?"
Bukannya menjawab, Farel malah berbalik tanya "Lo pengen nya cuma bercanda ya?" ucapnya sembari memposisikan untuk duduk menatap Dio
"Jawab dulu pertanyaan gue"
Farel menggelengkan kepalanya "Gue ngga bercanda"
Tubuh Dio spontan menegang, meneduk ludahnya dengan susah payah. Saking terkejutnya Dio, ia sampai tak bisa berkata kata
"Gue kaget banget sumpah" ucap Dio sembari bergerak menjauh dari Farel "Gue cabut dulu"
Otak Dio rasa benar benar blank mendengar ucapan Farel barusan, ia bergegas ke kamar Kirana untuk mengambil kunci motor nya dan segera pulang
Flashback off
"GUE SYOK BANGET SUMP—mhhhp"
"Jangan teriak teriak anjing" Dio dengan cepat membekap mulut Kirana dengan tangannya
mereka sedang di kafe yang tak jauh dari sekolahan Kirana, karena Dio lagi dan lagi menjemput Kirana karena sekalian menceritakan apa yang terjadi kepadanya. Karena hanya Kirana lah yang tau rahasia Dio ini
"Mau gue bantu jelasin ke dia ngga?"
Dio menggeleng "Biar gue sendiri yang bilang, tapi bukan minggu ini. Jadwal matkul gue padet soalnya"
Kirana mengangguk, tapi beda rasanya jika bukan Dio langsung yang menjelaskan kesalahan pahaman itu kepada Farel. Tiba tiba Kirana tersenyum misterius, ia punya bahan untuk mengompori Farel nantinya
"Ayo gue anter pulang"
Kirana menggelengkan kepalanya ribut "Nanti gue dijemput temen gue disini bang, soalnya sekalian kelompok"
Dio mengangguk, ia berdiri hendak pergi dari tempat tersebut "Kalo butuh dijemput kabarin gue aja"
"Oke bang Dio tersayang"
Dio melajukan kembali motor nya ke arah Coffee Shop milik Tama, ia tak akan menyerah sebelum ia bertemu dengan Tama. Entah kenapa ia merasa jika Tama sengaja menghindari nya, bahkan nomer telepon pun di blokir oleh Tama
Dio memarkirkan motor nya, ia menatap heran ke arah coffee shop tersebut, sepi.
Kreet..
Dio langsung mendapati Tama yang duduk di salah satu bangku di depan sana, seolah sudah tau jika Dio akan datang
Brak
Dio melemparkan benda yang ia temukan di ruangan Tama kemarin, menatap Tama seolah meminta jawaban
Tama kaget melihat benda yang di lempar Dio namun setelah itu ia terkekeh mengejek "Ketawan ternyata. Mau ngga mau gue harus jujur berarti, gue yang ambil hp bokap lo dan gue juga yang bikin seolah bokap lo ngga pernah dateng ke pemakaman Mama lo"
KAMU SEDANG MEMBACA
D'amour
Teen FictionCerita ini adalah complicato S2, agar lebih menikmati dan memahami cerita ini maka terlebih dahulu untuk membaca complicato ***** Ini hanya mengisahkan tentang dio si pecinta lego dan Spiderman yang menyimpan perasaan kepada sang sahabat selama hamp...
