HAPPY READING BRO!
Jangan lupa tinggalkan tap vote dan share.
Hope you enjoy it
Sesampainya dirumah, Dio benar benar langsung melahap habis makanan yang sempat ia beli di pertengahan jalan pulang nya tadi
Ia belum makan sedari malam, pagi pagi saat dirinya ingin mandi untuk berangkat ke kampus tiba tiba Kirana menelepon nya, bilang bahwa Farel sedang sakit. Maka dari itu Dio bergegas mandi dan langsung ke rumah Farel bahkan sebelum ia sarapan.
Sebenarnya, Kirana tidak menyuruh Dio untuk menemani Farel karena Kirana menelepon hanya untuk memberi tau dan juga Dio berbohong tentang dirinya yang tidak ada jadwal masuk kuliah. Itu semua hanya akal akalan Dio agar bisa menemani Farel, karena jujur ia khawatir dengan keadaan Farel
Dio bahkan melupakan rasa kesalnya dengan Farel saat kejadian di Mall saat itu, itu semua karena rasa khawatir Dio lebih besar daripada rasa kesal yang ia rasakan
Ting
+62xxx
Nanti malam papa akan ke rumah
Awalnya Dio heran kenapa Ayah nya mengirimi pesan menggunakan nomer baru, tapi Dio tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Melihat notifikasi itu Dio hanya memasang wajah datar. Ia rindu Papa nya namun hati nya masih berat menerima kenyataan itu
Tiba tiba ia teringat dengan ucapan Tama soal rencana tersebut
Jam demi jam berlalu, malam hari pun tiba. Seperti yang sudah janjikan Angga kepada anaknya, ia benar benar datang ke rumah untuk menemui Dio
Mereka sedang berada pekarangan depan rumah, duduk berdampingan di kursi panjang, angin malam berhembus pelan menyapa. Di depan mereka, masing-masing cangkir kopi mengepulkan uap tipis
Wajah Angga tampak tenang, namun sorot matanya menyimpan sesuatu yang ingin disampaikan. Sang Ayah memecah keheningan lebih dulu, suaranya tenang namun berat, seakan sudah lama menunggu waktu yang tepat untuk berbicara.
"Ada hal yang sejak dulu ingin Papa sampaikan" ucapnya dengan tenang, ia menatap Dio sekilas lalu kembali menatap lurus kedepan "Sebelum nya Papa minta maaf karena baru bisa datang sekarang"
Dio terkekeh singkat, tanpa tersenyum "Maaf?" beo Dio, ia menoleh menatap Ayah nya "Papa tau kapan aku butuh Papa? Waktu semua berantakan, waktu aku bener bener down karena Mama meninggal, Papa kemana?"
Angga menatap anaknya dengan mata penuh perhatian "Papa menyadari, ketika Mamamu pergi, kamu menghadapi semuanya sendirian. Papa harusnya ada di sisimu, tapi karena masalah Papa dengan Mama mu, Papa tidak hadir. Itu kesalahan Papa, Papa minta maaf atas ketidak hadiran itu"
Dio menatap cangkir kopinya, manahan emosi sekaligus rasa kecewa nya "Kenapa, Kenapa baru sekarang Papa minta maaf? Dua minggu ini Papa kemana?"
Angga tidak langsung menjawabnya, kedua tangannya saling menggegam "Papa tidak menemuimu karena Papa tidak bisa"
Brak
Setelah memukul meja, Dio menatap Ayahnya dengan tatapan marah "Bahkan ngeluangin waktu buat dateng ke pemakaman Mama juga ngga bisa?"
Dio berdiri, hendak pergi meninggalkan Papa nya dan lebih memilih masuk ke rumah. Namun ucapan Papa nya mampu membuat nya berhenti
"Papa datang ke pemakaman" ucap Angga "Duduk sebentar Io, tolong dengarkan semua penjelasan Papa. Setelah itu baru lah kamu boleh masuk ke dalam"
Dio patuh, ia kembali duduk dan akan menyimak penjelasan yang dimaksud Papa nya tersebut
"Papa datang ke pemakaman namun Papa sengaja tidak menemui mu waktu itu, Papa takut kamu akan mengusir Papa saat tahu Papa datang. Maka dari itu Papa hanya melihat dari kejauhan. Papa juga sedih, Papa pengen menemani kamu, Io. Tapi lagi dan lagi ketakutan Papa membuat Papa menjadi pecundang, Papa takut kamu akan teringat dan membenci Papa karena kejadian malam itu jika melihat Papa di dekatmu, Papa takut anak Papa akan membenci Papa"
"Maka dari itu, Papa memutuskan untuk tidak menemu kamu sampai Papa yakin jika Papa siap menerima kebencianmu atas kesalahan Papa. Papa egois karena lebih mementingkan rasa takut Papa karena dibenci oleh mu daripada menemuimu saat kamu membutuhkan semua penjelasan dari Papa"
"Papa sama sekali tidak tahu jika kamu membutuhkan Papa saat itu, karena Papa mengira jika kamu sangat membenci dan tidak membutuhkan Papa lagi sebagai orangtua mu"
"Io, meskipun kamu memang bukan anak kandung dari Papa, kamu tetap menjadi Spider-man Papa yang selalu Papa banggakan sampai kapan pun. Maaf, maaf atas ucapan Papa yang tidak sengaja kamu dengar waktu itu, Papa benar benar tidak bisa mengontrol emosi Papa hingga mengucapkan hal diluar kendali. Hal yang harus kamu ingat adalah, meskipun ditubuh mu tidak ada darah Papa yang mengalir, kamu tetap anak Papa dan Papa tetap orangtuamu, sampai kapan pun itu. Papa tidak pernah melihat mu sebagai anak oranglain, karena kamu akan selalu menjadi anak Papa"
"Satu hal yang harus kamu ketahui, kejadian malam itu sama sekali bukan rencana Papa. Papa tidak tahu jika ucapan Papa akan membuat Mamamu mengakhiri hidup nya, karena sejak awal kami sudah memutuskan untuk memberi tahu kamu jika kami akan berpisah, tapi mamamu terus menerus mencari cara agar memunda hal tersebut"
Dio menarik nafas panjang, ada rasa marah, kecewa dan kesedihan yang bercampur. Suara nya bergetar "Aku tau kejadian malam itu memang diluar ekspektasi Papa tapi aku ngga tau Papa bohong atau engga waktu Papa bilang Papa dateng ke pemakaman Mama, juga setelah itu Papa ngga pernah dateng lagi kan? bahkan ngga jawab chat dari aku. Papa bilang Papa ngga tau kalo aku butuh Papa, padahal aku udah ngirim pesan ke Papa panjang lebar buat jelasin Aku lagi ngga baik baik aja dan butuh kehadiran Papa. Tapi apa? Papa sama sekali ngga bales chat aku"
"Percaya atau tidak itu pilihan mu, tapi Papa sudah berkali kali datang ke pemakaman Mamamu untuk meminta maaf, ada taburan bunga mawar jika kamu datang kesana, mungkin itu bisa sebagai bukti, jika kamu benar benar tidak percaya"
Dio mau memotong ucapan Papa nya saat merasa ada yang salah, namun saat melihat Papa nya akan melanjutkan ucapannya, Dio mengurungkan niat
"Perihal Papa tidak membalas pesan mu, itu karena Hp Papa hilang, tepat setelah kejadian malam itu. Maka dari itu Papa sama sekali tidak tahu pesan apapun yang kamu kirimkan"
Meski ada sedikif keraguan di hati Dio, namun Dio berusa percaya apalagi Dio baru mengerti alasan kenapa Papa nya mengirimi pesan kepada Dio menggunakan nomer baru
Namun ia tidak percaya satu hal, yaitu "Aku sama sekali ngga percaya Papa dateng ke makam Mama. Papa bilang, Papa selalu teburin mawar di makam Mama kan? Pa, setiap aku dateng ngga ada taburan mawar baru selain mawar yang aku bawa. Jangan pikir aku ngga sering dateng kesana"
Angga mengerutkan alisnya bingung, ia bahkan selalu membawa mawar agar ia taburkan ke makan Nia "Papa berani bersumpah jika Papa benar benar datang dan membawa mawar ke makam Mama, entah apa yang terjadi hingga kamu tidak tahu jika ada taburan mawar baru selain mawar mu"
Dio diam cukup lama, berusaha mencerna apa yang terjadi. Ia bingung, tak tau mana yang benar mana salah. Kenapa bisa pas, Hp Papa nya hilang hingga tak bisa menjawab pesannya dan ucapan sang Ayah tentang beliau selalu datang ke makam Mama nya tapi padahal Dio tidak pernah menemui taburan bunga selain bunga nya
"Aku ketemu sama Tama"
Angga menatap kaget Dio setelah mendengar ucapan itu, setelah itu tersenyum tipis "Sudah ada orang yang mewakilkan Papa untuk menjelaskan semuanya ternyata"
"Dia benci sama Papa"
Angga mengangguk "Papa tahu itu" ia menghela nafas, sorot matanya lurus kedepan "Namun ada bebarapa hal yang belum Tama ketahui"
.
.
To be continued
Sekali lagi, jangan lupa tap vote dan share readers!
KAMU SEDANG MEMBACA
D'amour
Novela JuvenilCerita ini adalah complicato S2, agar lebih menikmati dan memahami cerita ini maka terlebih dahulu untuk membaca complicato ***** Ini hanya mengisahkan tentang dio si pecinta lego dan Spiderman yang menyimpan perasaan kepada sang sahabat selama hamp...
