47. Pacar

397 43 1
                                        

HAPPY READING BRO!
Jangan lupa tinggalkan tap vote dan share.
Hope you enjoy it

"Muka lo kenapa bangsat, ngeri amat"

"Siapa orang nya, Yo. Biar gue bales"

"Namanya anak laki mah gini, banyak luka ya kan"

Segala ocehan keluar dari mulut teman temannya saat melihat muka Dio yang memiliki banyak memar. Benar benar mengerikan

Mereka sekarang sedang berkumpul di rumah Dion, berencana untuk berangkat ke pantai hari ini. Hari yang sudah mereka janjikan berhari hari yang lalu

"Jangan bacot napa anjir, luka gini doang mah buat keren keren muka gue" ucap Dio, ia benar benar jengah dengan ocehan teman temannya yang sedari tadi tidak berhenti bertanya

"Kapan berangkat dah ini" ucap Farel, ia sedari tadi hanya diam karena merasa canggung untuk bertanya kepada Dio

"Gas"

"Berangkat nya boncengan aja biar enak, motor lo pada yang nganggur titipin rumah gue aja" ucap Dion yang langsung di anggukkan oleh mereka semua

"Gue sama Arif" sudah bisa kalian tebak siapa yang mengucapkan ini, siapa lagi kalau bukan Rehan

"Rel lo sama siapa?"

Semua pasang mata menatap ke arah Farel, namun anak itu tidak langsung menjawab melainkan diam sebentar

"Sama Dion aja"

Oke berarti, Rehan bersama Arif, Farel bersama Dion, dan Putra bersama Dio

Sore itu, perjalanan dimulai dari atas motor yang melaju pelan menyusuri jalan. Angin sejuk menyentuh wajah, membawa sisa panas siang yang mulai memudar. Cahaya matahari senja memantul di spion, berwarna keemasan

Sesekali bercanda, berteriak dan tertawa dia sela sela perjalanan mereka. Sedimit membutuhkan waktu lama namun kini mereka sudah sampai ke tempat yang mereka tuju, pantai

Perjalanan sore itu bukan sekadar menuju pantai, melainkan tentang kebersamaan menikmati jalan, senja, dan momen sederhana sebelum hari benar-benar berakhir

Mereka memilih pantai yang tidak terlalu ramai agar dapat beraktivitas dengan lebih leluasa

Mereka memilih pantai yang tidak terlalu ramai agar dapat beraktivitas dengan lebih leluasa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Mau berenang gue, siapa yang buat api unggun nya?"

Mereka saling menatap satu sama lain, tidak ada yang berniat untuk mengajukan diri membuat api unggun tersebut

"Biar gue sama Farel"

Arif mendengar ucapan Dio tersebut, menatap Dio dan Farel secara bergantian setelah itu mengangguk. Ia menarik teman teman nya ke arah pantai untuk segera menjauh dari Dio dan Farel

Farel sedikit terkejut dengan ucapan dio, namun ia tidak menolak, ia segera bergerak mencari kayu kayu kecil

Dio duduk, ia menatap Farel yang senantiasa memungut kayu kayu tersebut di sekitar nya. Ia sedikit ragu untuk mengucapkan hal yang sudah sejak dulu ia tahan

 D'amourCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang