Cerita ini adalah complicato S2, agar lebih menikmati dan memahami cerita ini maka terlebih dahulu untuk membaca complicato
*****
Ini hanya mengisahkan tentang dio si pecinta lego dan Spiderman yang menyimpan perasaan kepada sang sahabat selama hamp...
HAPPY READING BRO! Jangan lupa tinggalkan tap vote dan share. Hope you enjoy it
Dio mendorong tubuh Farel menjauh, menatap Farel dengan kesal "Jangan bacot ya anjir"
Farel berusaha keras untuk tidak kembali tertawa, tapi sial, Dio benar benat lucu sekarang
Mereka diam, pandangannya lurus kedepan dengan pikiran masing masing
"Yo, gue cuma mau ingetin, lo bisa cerita apapun sama gue"
Dio menatap Farel setelah itu tersenyum dan mengangguk, ia paham maksud dari ucapan Farel
"Jadi.."
Dengan suara pelan, Dio mulai bercerita. Tentang hari-hari yang terasa berat, tentang kebingungan yang sering ia pendam, dan tentang perasaan lelah yang selama ini ia kira harus ditanggung sendirian. Kata katanya mengalir perlahan, tidak sempurna, kadang terhenti, tapi jujur
Dio menceritakan semuanya, dari pertama kali ia mendapat pesan aneh dari Tama hingga sampai ia bisa mendapatkan luka luka ini. Ia menceritakan semuanya tanpa terkecuali
Farel mendengarkan tanpa memotong, tanpa menghakimi, cukup hadir
Farel menatap Dio dalam "Gue baru sadar, banyak tentang lo yang ngga gue tau" gumam nya pelam
"Tapi luka luka lo ini udah di obatin?"
Dio mengangguk "Udah, kemarin"
"Sama siapa?"
"Gama"
Raut wajah Farel tampak berubah saat mendengar nama Gama disebut oleh Dio
"Gue cemburu sama dia"
"Lo ngomong gitu, bukan nyuruh gue ngejauhin dia kan?"
"Engga, gue cuma pengen ngomong apa yang gue rasain aja"
Dio tersenyum, ia mempersempit jarak duduk dianatara kedua nya "Lo boleh cemburu, Rel. Tapi soal Gama, dia cuma sekedar temen gue aja. Ngga lebih, ngga kemana mana. Lo tetep yang gue pilih"
Mendengar itu Farel tersenyum tipis, bahu lebih rileks, rasa cemburu tetap ada tapi terasa aman
Farel mendekatkan kepala Dio menggunakan tangannya, mengecup pelipis Dio sekilas
Farel menghela nafas pelan "Kadang gue pengen waktu berhenti di momen kaya gini"
Dio melirik, senyumnya samar "Ngaco amat"
"Serius, soalnya gue jarang ngerasa setenang ini"
"Kalo gitu, besok besok ayo buat momen yang bikin lo setenang ini"
"Duduk berdua di depan rumah, ngobrol ngobrol random udah bakal tenang banget," Farel menoleh menatap Dio "Asal sama lo" lanjutnya
"YANG DISANA BURUAN BUAT API"
Farel berdecak kesal saat mendengar ucapan Arif, sungguh mengganggu momen nya
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.