50. Adil

476 42 4
                                        

HAPPY READING BRO!
Jangan lupa tinggalkan tap vote dan share.
Hope you enjoy it

"Perlu Mama temenin ngga?"

"Engga, kalian pulang aja. Udah ada Dio yang temenin"

Saat ini, Kirana dan kedua orang tua Farel sedang berada di ruangan tempat Farel dirawat. Setelah mendapat kabar bahwa anak mereka mengalami kecelakaan, mereka memutuskan untuk segera datang.

Farel menceritakan semuanya tanpa menyembunyikan apa pun, termasuk tentang penyakit yang dideritanya. Mendengar hal tersebut, kedua orang tuanya berusaha menguatkan dan memberi semangat kepada Farel

Kirana yang mendengar hal itu hanya mencibir "Jagain calon pacar gue," ucapnya sambil berjalan keluar untuk menyusul kedua orang tuanya. Sesampainya di pintu, ia menoleh dan menatap Dio "Bang Dio sayang, I love you," lanjutnya, sebelum berlari pergi untuk menghindari amukan Farel

Farel menunjuk ke arah Kirana yang kini sudah hilang dari pandangan "Tuh dia tu kaya gitu terus anjir, panas panasin gue" ucap Farel

Dio yang mendengar itu tidak bisa untuk tidak tertawa, nih ceritanya si Farel lagi ngadu "Biarin"

"Kok biarin? Lo suka ya digituin sama dia?" ucap Farel ketus, ia menatap Dio dengan tatapan tak suka

"Terus gue kudu gimana?"

"Ya lo bilang lah ke dia jangan gitu lagi"

"Iya besok gue bilang"

Dio melirik Farel, sepertinya Farel masih belum terima dengan jawabannya itu. Wajah Farel masih terlihat badmood

Dio bingung sendiri jadinya, ia tak tau harus berbuat apa

Ia mengambil satu botol lemineral, setelah itu ia teguk hingga setengah "Haus ngga?" tanya Dio menawari sembari menyodorkan botol tersebut ke arah Farel

Farel tidak menjawab, tidak mempedulikan pertanyaan Dio. Ia mengambil botol lain dan membukanya

Dio menghentikan pergerakan Farel "Ngga mau bekas gue ni ceritanya?" lagi dan lagi tidak mendapat jawaban dari Farel, Dio mendesus "Lo serius marah ya Rel?"

"Balik aja lo sono"

Mendengar itu Dio membulatkan matanya, ia menutup botol tersebut dan meletakkannya dengan kasar "Oke gue balik"

Baru beberapa langkah Dio berjalan, tangan nya di tarik Farel hingga tubuh nya ambruk menimpa anak itu

Grep

"Bercanda doang sayanggg, kok serius mau balik si. Tega lo ninggalin gue sendiri?"

"Ya lagian.." Dio menyentil jidat Farel keras "Lo marah?"

"Bukan marah tapi cemburu dikit, lagian lo nya kaya ngga ikhlas gitu nyetujuin omongan gue buat bilang ke Kirana"

Dio memutar bola matanya, ternyata memang hanya masalah sepele itu "Lo gini juga ngga ke pacar pacar lo dulu?"

"Gini gimana?"

"Cemburuan, lucu, gemes, kaya bocah"

Farel menggelengkan kepalanya, ia mengambil botol minum yang sama dengan Dio tadi "Flat, gue ngga ngerasain apa apa, ngga ngerasain spark. Kaya gue pacaran cuma buat formalitas tanpa tau perasaan gue sendiri"

Dio diam, tidak menjawab, ia melamun sebentar sebelum kembali duduk di tempat awalnya

Farel melirik ke arah jam dinding "Lo ngantuk ngga? Udah hampir tengah malem"

"Ngantuk" jawab Dio jujur

Farel baru sadar, Dio kelihatan lebih capek daripada dirinya yang sakit. Matanya sedikit merah lesu

 D'amourCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang