39. Kesal

379 36 2
                                        

HAPPY READING BRO!
Jangan lupa tinggalkan tap vote dan share.
Hope you enjoy it

"Mau beli apa disini?"

Tanya Dio saat Farel mengajaknya masuk ke Mall besar di daerah itu

"Beli gitar"

"Anjing, dari kemaren kamaren kenapa ngga beli?"

"Lo nya ngga bisa"

Dio menyunggingkan senyum nya, setelah itu ia merangkul pundak Farel dan mulai berjalan untuk mencari apa yang Farel butuhkan

"Lo nunggu gue free buat lo ajak beli gitar kah?"

"Mungkin"

Tak terasa mereka sudah hampir 2 jam berada di dalam Mall tersebut, Farel sudah mendapatkan gitar yang pengen ia beli dan Dio juga sekalian membelikan hadiah untuk ia bawa ke Birthday Party temannya nanti malam

Karena lapar, mereka memutuskan untuk memasuki tempat makan untuk mengisi perutnya sebelum pulang

"Lo nanti bareng siapa pergi nya?"

"Temen gue"

"Temen lo yang tiga itu?"

Dio mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan yang di ajukan Farel

Farel mengarahkan sendoknya ke depan mulut Dio, berniat untuk menyuapi anak itu

Bukanya membuka mulut, Dio malah melirik sekeliling tempat ia berada, ada beberapa yang memandang aneh ke mereka

"Jangan gitu Rel, ntar orang mikir nya gimana gimana" ucap Dio sembari mendorong tangan Farel menjauh

"Lah kenapa? kan wajar kalo temen" ucap Farel dengan santai nya

"Ngga wajar"

Farel berdecak, ia pun mengurungkan niatnya untuk ingin kembali menyuapi Dio, ia mulai makan makanannya dengan tenang begitu pula dengan Dio

Ting

Dio spontan menatap ke arah Farel yang tiba tiba menjatuhkan sendok yang orang itu pegang, ia melihat gelagat Farel sangat aneh, memegangi dada dengan keringat yang bercucuran

"Lo kenapa?" tanya Dio dengan cemas

"Dari kemarin gue masuk angin" ucap Farel dengan suara yang terpotong potong, ia berdiri ingin beranjak dari sana "Gue ke kamar mandi dulu, ngga enak banget perut gue"

"Mau gue temenin ngga?"

Farel menggelengkan kepalanya "Gue bisa sendiri, cuma sebentar doang"

Meski Farel berucap jika dirinya bisa, tapi dapat Dio lihat jika Farel berjalan dengan sempoyongan. Saat Dio hendak menyusul Farel untuk memastikan temannya itu baik baik saja, suara seseorang menghentikan pergerakan nya

"Kak?"

Dio menoleh, menatap gadis yang baru saja memanggilnya dengan tatapan bingung, ia tidak mengenalnya namun merasa familiar dengan wajah gadis itu

Mengerti tatapan bingung dari Dio, gadis itu buru buru menjelaskan "Aku yang di bukit gemilang waktu itu kak, masih inget ngga?"

Setelah gadis itu bicara, Dio baru benar benar mengingatnya, Dio mengangguk "Oh iya iya inget"

Gadis itu tersenyum lega mendengar ucapan Dio "Kita belum sempet kenalan waktu itu kak, nama aku Sofy" ucap nya sembari mengulurkan tangannya ke arah Dio

Dio menerima uluran tangan tersebut dengan senang hati "Gue Dio" Dio menatap ke arah belakang Sofy seperti mencari seseorang "Lo kesini sendiri?"

Sofy mengangguk sambil mengangkat tote bag yang ia bawa, untuk ditujukan kepada Dio "Iya, soalnya cuma bentar buat beli sepatu"

 D'amourCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang