HAPPY READING BRO!
Jangan lupa tinggalkan tap vote dan share.
Hope you enjoy it
Setelah kurang lebih 5 jam berada di pantai, kini mereka memutuskan untuk segera pulang. Mereka benar benar sudah sangat lelah dan ingin segera istirahat
Kini, Farel dan Dio memutuskan untuk berboncengan
"Dingin"
Dio yang mendengar itu langsung tersenyum dengan bibir melengkung kebawah "Terus kenapa kalo dingin?"
"Perlu di peluk"
"Ntar mereka tau"
Farel menarik salah satu tangan Dio agar melingkari di perutnya, ia mengelus ngelus tangan Dio lembut "Gapapa, biar tau"
Dio tersenyum tipis, ia tidak menyangka sama sekali hal seperti ini akan terjadi dalam hidup nya, padahal ia tidak punya bayangan akan berpacaran dengan Farel
"Masih rada canggung gue kaya gini sama lo"
Farel yang mendengar ucapan Dio tersebut, tertawa kecil "Kenapa canggung?"
"Gimana engga, gue bisa pacaran sama orang yang gue suka selama tiga tahun lebih"
Mendengar itu, Farel semakin tertawa "Lo jujur banget ya"
Awalnya semua terasa baik baik saja
Farel menarik napas agak dalam. Dadanya terasa sedikit berat, tapi ia mengabaikannya
Paling karna capek, pikir nya
Ia tetap melaju
Beberapa meter kemudian, rasa tidak nyaman itu datang lagi, lebih kuat. Napasnya terasa sempit
Sesak itu tak pergi. Justru menjalar, kepalanya terasa ringan, seperti ditekan dari dalam. Keringat dingin mulai turun di lehernya
Tangannya sedikit gemetar di setang
Farel menelan ludah, berusaha untuk tetap tenang
Masih aman... masih aman
Namun perlahan pandangan Farel kabur
"Rel, lo gapapa? Badan lo tegang banget" tanya Dio saat merasa gelagat Farel sangat aneh
"Engga.... Gapapa, gue aman"
Ia memaksakan diri. Tapi napasnya kini pendek pendek, dadanya terasa nyeri setiap kali menarik udara. Tanpa sadar ia meremas tangan Dio yang melingkar di perut nya dengan kuat
Keringat dingin merembes di pelipisnya meski udara malam terasa sejuk
Farel menggeleng nggelengkan kepalanya, berharap rasa pening di kepalanya segera hilang
Numun pandangan Farel semakin kabur. Jantung nya berdebar tak beraturan
Setang motor bergetar pelan
"Rel! kenapa?"
"Nepi dulu nepi"
Dio sekarang benar benar panik dengan keadaan Farel yang seperti sedang tidak baik baik saja, ia takut jika anak itu memaksakan malah akan menjadi bahaya untuk mereka
Motor mulai oleng, Farel sepertinya tidak mendengar ucapan Dio
"FAREL! HEI, LIAT DEPAN!" teriak Dio panik sembari menepuk nepuk pundak Farel keras
Farel mencoba mengerahkan sisa tenaganya untuk menghindari pembatas jalan yang ada tepat di depan, tapi tubuhnya tak lagi menurut. Setang terlepas dari kendali
Brak!
Dalam sekejap, motor tergelincir
Mereka terjatuh ke sisi jalan. Suara benturan keras membuat teman teman mereka yang berada barisan depan menoleh
KAMU SEDANG MEMBACA
D'amour
JugendliteraturCerita ini adalah complicato S2, agar lebih menikmati dan memahami cerita ini maka terlebih dahulu untuk membaca complicato ***** Ini hanya mengisahkan tentang dio si pecinta lego dan Spiderman yang menyimpan perasaan kepada sang sahabat selama hamp...
