HAPPY READING BRO!
Jangan lupa tinggalkan tap vote dan share.
Hope you enjoy it
"Nia, aku boleh gendong anak kamu sebentar?"
Nia tidak langsung menjawab, ia menatap Tiwi dan Dio kecil secara bergantian
"Kalo ngga boleh aku ga—"
Nia menggeleng ribut setelah itu tersenyum tipis "Boleh, boleh banget Wi. Aku malah seneng kalau kamu mau gendong anak aku"
Sebelum menyerahkan Dio, Nia lebih dulu melepaskan ikatan yang mengikat tangan Tiwi
Tiwi tersenyum tipis, tangannya menerima tubuh kecil Dio. Tiwi mendudukkan tubuh Dio di brankar. Tapi Dio seketika menangis kencang sembari melihat sang Ayah, Dio tidak bisa jauh jauh dari Papa nya
Angga melihat itu terkekeh kecil, ia mendekat dan mengelus ngelus punggung Dio pelan, tangan satunya menyangga tubuh Dio agar tetap duduk "Papa tatap disini"
Mendengar suara yang familiar bagi Dio, Dio menghentikan tangisnya dan kembali tenang, ia menatap Papanya "Ueng"
Tiwi mencubit pipinya Dio pelan, merasa gemas dengan tingkah anak balita didepannya "Dio ya namanya.." gumam Tiwi pelan
Berjam jam Angga dan Nia berada disana. Mereka pun sekarang memutuskan untuk kembali pulang dan beristirahat. Namun ucapan Tiwi menghentikan langkah mereka
"Nia, boleh aku ngomong sama Angga sebentar?"
Nia tersenyum dan mengangguk, ia mengambil alih Dio yang sedang tidur dari gendongan Angg, ia berjalan keluar lebih dulu
Di ruangan ini, hanya tersisa Angga dan Tiwi. Tiwi meneteskan air matanya dan langsung memeluk Angga. Angga sendiri menerima pelukan tersebut, mengelus ngelus punggung Tiwi agar anak itu kembali tenang
"Ngga, aku kangen.."
Angga yang mendengar itu pun mengangguk "Aku pun juga, selama satu tahun ini. Aku dan Nia selalu dateng ke rumah kamu, tapi orangtua kamu selalu ngusir kita"
Tiwi melepaskan pelukannya dan tersenyum tipis "Aku dua kali liat kalian dateng dari jendela kamar aku, tapi aku ngga berani ketemu kalian"
Tiwi menarik nafasnya panjang, menggenggam tangan Angga dengan gemetar "Ngga, tolong selalu jaga Nia dan Dio ya. Bahagiakan mereka selayaknya kamu bahagiain aku dulu"
"Ngga aku mau minta tolong satu hal, tolong jelaskan ke Tama tentang semua ini. Aku ngga mau Tama tumbuh dengan membenci kalian dan tolong jaga dia kalau aku ngga ada"
"Kamu harus cepet sembuh biar kamu bisa jelasin ke dia sendiri, kamu harus cepet sembuh biar kamu bisa jaga Tama, Wi"
"Aku ngerasa bersalah sama Mama Papa, Ngga. Aku pengen minta maaf ke mereka secara langsung"
Angga menggelengkan kepalanya "Jangan, cukup ubah diri kamu lebih baik, itu cara kamu minta maaf ke mereka"
"Aku mau pake cara aku sendiri Ngga"
Flashback Off
"Setelah itu, Papa mendapat kabar jika Tiwi bunuh diri di rumah sakit, tanpa menjelaskan semua nya ke Tama"
KAMU SEDANG MEMBACA
D'amour
Teen FictionCerita ini adalah complicato S2, agar lebih menikmati dan memahami cerita ini maka terlebih dahulu untuk membaca complicato ***** Ini hanya mengisahkan tentang dio si pecinta lego dan Spiderman yang menyimpan perasaan kepada sang sahabat selama hamp...
