41. Cium

431 38 3
                                        

HAPPY READING BRO!
Jangan lupa tinggalkan tap vote dan share.
Hope you enjoy it

Pyar

Gelas kaca tak sengaja luput dari tangan Farel saat dirinya hendak mengambilnya, tiba tiba Farel merasa dada nya sangat nyeri hingga menjalar ke leher anak itu dan sempat membuatnya susah bernapas hingga tak sengaja menjatuhkan gelas tersebut

Farel meremas dada nya pelan, ia terus terusan meringis kesakitan sebab nyeri di dada nya tak kunjung hilang, tak lama setelah itu ia merasakan mual di perutnya

Ia berjalan tertatih tatih ke arah kamar mandi, guna untuk memuntahkan isi yang ada diperutnya

5 menit setelahnya, keadaan Farel mulai membaik, ia mencuci muka nya dan kembali keluar. Ia duduk di tepi kasur, kenapa masuk angin nya tidak kunjung membaik, pikir Farel

Tok..tok..

"Rel, cepet keluar sarapan"

"Farel lagi ngga enak badan ma, mau tidur aja"

Ceklek

Sang ibu langsung masuk kedalam kamar anaknya saat mengetahui anaknya sedang tidak baik baik saja

Ia mendekat ke arah anaknya yang memang terlihat pucat "Mau periksa ke dokter ngga kamu?"

Farel menggelengkan kepalanya tipis "Engga usah, mau minum obat aja ma"

"Yaudah mama ambilin obat dulu" ucap nya sebelum keluar dari kamar Farel guna untuk mengambil obat untuk anaknya

Menit berikutnya, mama Farel kembali dengan membawa kotak 1 bungkus obat dan semangkuk makanan guna untuk Farel makan sebelum meneguk obatnya

"Perlu mama suapin ngga?"

"Engga mau"

"Yaudah mama tinggal kebawah dulu ya, mau nyapin baju buat ayah mu"

Farel hanya mengangguk untuk menjawab ucapan mamanya, ia menatap makanan itu tanpa minat, Farel tidak ada nafsu untuk makan

Ia memejamkan mata, tidak berniat tidur tapi hanya ingin mengistirahatkan matanya. Ia hanya sempat tidur 3 jam karena memikirkan sesuatu yang membuatnya sedikit stres

Ceklek

"Cabut lo Na, eneg gue liat muka lo"

Kirana yang mendengar itu menatap sang Kakak tajam, tanpa membuka mata kenapa Farel tau jika itu dirinya

"AYAH, BANG FAREL KASAR SAMA KIRA"

"Kira kamu jangan ganggu abang mu dulu, lagi ngga enak badan dianya" ucap sang ayah memperingatkan anak perempuannya itu

"Engga ganggu kok, cuma mau ngecek keadaan dia aja"

Ayahnya mengelus ngelus rambut Kirana sebentar dan berjalan menuju lantai bawah "Cepet turun kamu Na, udah jam segini nanti telat"

"Siap ayah" ucap kirana, ia melirik ke arah Farel yang tidak bergeming sama sekali, Kirana tidak mendekat, ia hanya berbicara di ambang pintu "Jangan lama lama sakitnya, takutnya nanti lo ngga bisa liat gue pacaran sama bang Dio" lanjutnya sebelum menyusul ayahnya turun

Farel tidak menanggapi ucapan Kirana, meski aslinya Farel sedikit kesal

Tak berselang lama suara pintu kamar Farel kembali terbuka yang membuat Farel berdecak kesal

"Kenapa masuk lagi sih anjing"

"Baru juga masuk udah di anjing anjingin aja"

 D'amourTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang