HAPPY READING BRO!
Jangan lupa tinggalkan tap vote dan share.
Hope you enjoy it
Setelah dari tempat Tama tadi, Dio memutuskan untuk tidak langsung pulang, ia ingin menyegarkan pikirannya kembali sebelum pulNg
Dio melajukan motor nya dengan kecepatan sedang ke arah tempat yang sempat ia datangi dan Farel kala itu
Bukit Gemilang
Menaiki tangga menuju puncak tersebut satu persatu, saat pertama kali ia kesini ia merasa jika puncak pada bukit ini sangat tinggi dan melelahkan tapi setelah dua kali nya ia kesini ternyata tidak setinggi dan semelelahkan itu
Ia memilih tempat yang sama saat ia datang bersama Farel dulu, ia duduk dengan merangkul kedua kakinya
Dio membuka hp nya, melihat foto foto bersama keluarganya kala itu, ia tak menyangka sama sekali jika keluarga Dio memiliki masalalu serumit ini
Pandanganannya lurus ke depan, meski ia tahu pikirannya sedang tersesat jauh di tempat yang tak ingin ia kunjungi lagi
Jam demi jam berlalu begitu cepat, hp Dio bahkan sudah sampai kehabisan beterai tapi ia sama sekali tak ada niatan untuk segera pulang
"Kak"
Dio menoleh, menatap seseorang yang memanggilnya dari belakang itu, Dio tidak mengucapkan kata kata apapun, ia menunggu kelanjutan ucapan orang asing tersebut
"Kakak nya baik baik aja kan? soalnya dari tadi aku liat Kakak nya kaya ada masalah gitu"
Dio tersenyum dan mengangguk "Gue baik baik aja, aman" tentu saja itu hanya kebohongan belaka Dio
"Aku boleh duduk disini kak?"
Dio sedikit menggeser duduknya, seolah mempersilahkan wanita itu duduk disampingnya
Mereka saling diam beberapa menit sebelum ucapan wanita di samping Dio memotong keheningan
"Kakak nya tau ngga, kenapa di setiap cerita itu pasti ada komplikasi?" Dio menatap gadis disamping nya dan setelah itu ia menggeleng pelan
"Karena tiap cerita yang indah pasti punya tantangan. Setiap masalah itu seperti batu loncatan; tanpa rintangan, karakter ngga akan pernah sampai ke puncak ceritanya, juga setiap pergulatan, tersimpan jalan menuju penyelesaian"
Dio mendesis, ia tertawa pelan mendengar perumpaan tersebut
Gadis itu menatap Dio dan tersenyum setelah mendengar tawa pelan dari Dio, ia berdiri "Kak aku duluan ya, udah ditunggu temen dibawah" pamit nya sebelum pergi menjauh
Dio diam sejenak memikirkan kembali ucapan gadis tersebut, setiap pergulatan, tersimpan jalan menuju penyelesaian. Entah sudah berapa jam Dio berada disini namun sekarang ia sudah memutuskan untuk kembali pulang karena sepertinya juga sudah larut malam
***
Farel menatap hp nya terus menerus, ia menunggu jawaban dari Dio yang sedari tadi tidak membalas pesannya, bahkan hanya ceklis 1
Meskipun Farel tadi bilang akan pergi bersama pacarnya, anak itu tidak melalukan hal tersebut. Entah kenapa ia jadi tidak semangat jika bukan Dio yang pergi bersamanya
"Masa iya belum pulang?" gumam Farel, ia berpikir seperti itu karena tidak ada tanda tanda pesannya akan menjadi ceklis 2 jadi mungkin Dio masih diluar dengan kondisi hp mati
Farel pusing memikirkan dimana Dio berada sekarang, ia memilih untuk tidur terlebih dahulu
Pagi hari telah tiba, hari ini adalah weekend jadi Farel tidak perlu repot repot datang ke kampus. Tapi ia akan berkunjung kerumah Dio, pasalnya saat teman nya itu sama sekali belum membalas chat dari Farel
KAMU SEDANG MEMBACA
D'amour
Fiksi RemajaCerita ini adalah complicato S2, agar lebih menikmati dan memahami cerita ini maka terlebih dahulu untuk membaca complicato ***** Ini hanya mengisahkan tentang dio si pecinta lego dan Spiderman yang menyimpan perasaan kepada sang sahabat selama hamp...
