42.

427 44 4
                                        

HAPPY READING BRO!
Jangan lupa tinggalkan tap vote dan share.
Hope you enjoy it

Dari pagi hingga siang Dio tetap stay dikamar Farel, awalnya ia ingin pulang tapi Farel mencegahnya, anak itu memiliki banyak alasan, entah itu butuh teman dan bilang dirumah tidak ada yang peduli kepadanya, Dio tau jika itu alasan belaka namun ia juga menuruti ucapan Farel

"Setidaknya kalo gue disuruh tetep disini kasih makan kek anjir, laper banget anjing" ucap Dio dengan nada kesal, Farel ini memang tidak peka

"Cium gue dulu"

Dio menggerakkan tangannya seolah menyuruh Farel untuk mendekat ke arahnya "Sini"

Farel yang mendengar itu langsung tersenyum lebar, ia mendekatkan wajah nya ke arah Dio. Namun bukanya di cium seperti mau nya, Dio malah memukul pipi Farel sedikit kencang

"Ciuman dari tangan gue"

Farel memegangi pipinya sembari menatap Dio dengan tatapan melas "Gue sakit malah dibikin tambah sakit"

Dio yang mendengar itu hanya memutar bola matanya malas, Farel ini dramatis sekali

"Lo mau makan apa?"

Dio diam sebentar, memikirkan apa yang pengen ia makan "Pengen batagor deh gue"

"Oke gue pesen dua"

Mereka fokus pada hp masing masing, sebelum suara mama nya membuat pandangan mereka teralihkan

"FAREL INI PACARMU DATENG, UDAH MAMA SURUH MASUK"

Farel menatap Dio beberapa detik, entah kenapa ia malah kesal pacarnya datang di waktu sekarang

Dio berdiri dari duduknya, ingin beranjak dari kamar Farel setelah mendengar jika pacar dari temannya datang

Farel menahan tangan Dio "Mau kemana?"

"Pulang"

Ceklek

Farel langsung melepaskan tangan Dio saat mendengar suara pintu kamarnya terbuka, Hera datang dengan membawa parcel yang berisi buah buahan

"Kamu kalo mau disini gapapa Yo, aku palingan cuma sebentar kok" ucap Hera saat mengetahui Dio pergi dari sana karena kedatangannya, ia merasa tidak enak hati

Dio menunjuk dirinya sendiri setelah itu menggelengkan kepalanya "Emang udah mau pulang gue"

Kedatangan seseorang membuat mereka mengalihkan pandangannya ke arah orang yang baru saja datang tersebut

Kirana

Kirana memang sudah pulang sedari tadi, tapi ia memilih tidak menginjakkan kaki nya ke kamar Farel saat tau jika Dio masih ada didalam. Tapi sekarang situasi nya berbeda, ia mendengar suara teriakan mamanya tadi dan bergegas keluar kamar untuk masuk kedalam kamar Farel

"Bang Dio temenin gue dulu yuk di rumah pohon, pengen curhat" ucap Kirana dengan suara yang dibuat buat seperti seseorang yang sedang sedih

Dio tertipu dengan sandiwara Kirana, ia merasa simpati dan memilih mengiyakan ucapan Kirana padahal awalnya Dio ingin pulang dan segera istirahat. Dio dan Kirana mulai berjalan keluar kamar Farel, tapi Kirana menyempatkan untuk meledek abangnya dengan cara menjulurkan lidah dan tersenyum jahat

Farel terpancing, ia menatap kepergian mereka dengan tatapan datar. Ia kesal karena pacarnya datang di waktu yang tidak tepat ditambah dengan adanya Kirana yang mengajak Dio keluar. Ia lebih memilih Dio pulang saja dari pada tetap dirumahnya namun bersama Kirana

"Atas nama Farel?"

"Iya, udah dibayar pak?" tanya Dio, Dio keluar dari rumah Farel langsung mendapati kurir makanan yang Farel pesan tadi sudah sampai

 D'amourTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang