37. Temen

404 32 3
                                        

HAPPY READING BRO!
Jangan lupa tinggalkan tap vote dan share.
Hope you enjoy it

Usai mandi Dio dan Farel bersiap siap ingin pergi, ingin mengunjungi rumah mama nya. Awalnya Dio hanya ingin sendiri namun temannya itu memaksa ingin ikut

Di dalam mobil hanya ada keheningan, Dio bersandar dikursi sembari melihat kearah jendela dan Farel yang fokus mengemudi

"Lo lagi ada masalah?"

Tanpa menoleh Dio hanya menggelengkan kepalanya "Masalah apa? engga ada" jawab nya

Farel menatap Dio sebentar, ia yakin ada yang salah dengan temannya ini. Hal yang paling ia benci dari Dio adalah tidak pernah menceritakan apapun kepada orang lain, entah dia senang, sedih atau kecewa anak itu hanya memendam nya sendiri

Tak lama setelah perjalanan itu, mereka sampailah ke tempat pemakan umum yang dimana tempat ini menjadi tempat istirahat terakhir mamanya

Mereka menghempiri nisan dengan nama mama Dio tersebut

Dio menghembuskan nafasnya perlahan dan tersenyum tipis, ia yakin mama nya pasti juga lelah menanggung itu semua

Tidak ada taburan bunga baru, ia sadar jika ayah nya sama sekali belum berkunjung ke tempat ini, mengetahui itu sedikit membuat Dio kecewa

Dio tidak mengucapkan sepatah kata pun, menahan sesak yang sejak tadi bergulung di dadanya. Ia menunduk, seolah berharap tanah yang sunyi itu bisa memeluk luka yang tak pernah ia tunjukkan pada siapa pun

Farel mengulurkan tangannya mengelus ngelus punggung Dio "Ungkapin semua nya, anggep gue ngga ada tapi kalo lo butuh sesuatu gue selalu disini"

Dio hanya mengangguk tipis mendengar ucapan Farel

"Apapun masa lalu mama, io tetep sayang mama sampe kapan pun" ucap Dio lirih dengan diakhiri senyum tipis

Dio menaburkan potongan potongan bunga wamar diatas nisan mama nya, ia berdiri, sebelum ia benar benar pergi Dio menyempatkan diri untuk kembali melihat nisan tersebut

"Yakin udah mau pulang?" Farel bertanya saat melihat Dio yang sepertinya masih ragu ragu untuk beranjak dari sana

"Iya, gue bisa balik lagi besok"

Farel mengangguk paham, mereka segera berjalan menjauh dari pekarangan pemakaman tersebut

Farel menjalankan mobilnya untuk pulang, tapi tiba tiba ia teringat sesuatu

"Hari ini bisa anterin gue beli gitar?"

Dio menatap Farel dengan tatapan heran "Bukanya kemarin udah pergi sama cewe lo ya?"

Farel menggelengkan kepalanya "Dia demam, makanya ngga bisa gue ajak keluar"

"Ohhh, tapi kalo lo ajak gue sekarang, gue ngga bisa"

"Lo mau kemana?"

"Ketemu temen gue"

Farel menghela nafas, ia menghentikan mobilnya di pinggiran jalan, menatap Dio dengan tatapan mengintimidasi "Temen lo yang mana lagi, dari kemarin ketemu temen lo mulu"

Dapat Dio lihat wajah Farel yang tampak kesal, ya mau bagaimana lagi soalnya Dio sudah ada janji dengan Tama untuk membicarakan sesuatu, toh ia pikir Farel sudah pergi dengan pacarnya dan tidak akan pergi dengan dirinya, maka dari itu Dio mengajak Tama bertemu

"Ya temen gue, adalah pokoknya"

"Yang mana? sini coba gue liat"

"Ngga ada foto nya lah anjing"

 D'amourCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang