38. Rencana

340 25 0
                                        

HAPPY READING BRO!
Jangan lupa tinggalkan tap vote dan share.
Hope you enjoy it

"Maksud lo bilang lo punya tujuan yang sama itu apa?"

Tama tidak langsung menjawab, ia memperlihatkan foto Ayah Dio dengan perempuan cantik yang masih terlihat muda

"Bokap lo mau nikah sama ini, dari yang gue ceritain kemarin lo harusnya bisa nyimpulin seberapa benci gue sama bokap lo"

"Termasuk benci gue?"

Tama mendesis, ia menatap Dio dengan pandangan meremehkan "Buat apa gue benci sama lo"

"Tapi gue tetep anaknya"

"Tapi lo ngga terlibat"

"Kehadiran gue yang bikin Kakak lo harus pisah sama papa gue"

Dio dapat melihat mimik wajah Tama berubah "Oke skip, ini maksud lo nunjukin foto ini gimana?"

"Gagalin rencana nikah mereka, gue ngga sudi liat Kak Angga bahagia"

Dio paham kenapa Tama bisa sebegitu tak suka dengan ayahnya, ia paham betul

"Lo ngajak gue masuk dalam rencana lo?" tanya Dio yang dibalas anggukan oleh Tama "Kenapa gue harus mau?"

"Dia bikin mama lo ngga ada"

Jika boleh jujur Dio juga sedikit membenci ayah nya, ia tidak terima atas semua perlakuan ayah nya kepada sang ibu, ia tak tau dirinya ini membenci atau hanya kecewa sang ayah

"Lo tau dari mana kalo papa gue mau nikah sama ini"

"Selain gue ngikutin lo, gue juga ngikutin dia"

Serem juga ya, itu lah yang ada dalam pikiran Dio sekarang ini

"Jadi gimana, lo setuju ngga?" tanya Tama kembali untuk mendapatkan jawaban dari Dio

Dio memainkan jari jari nya, ia bingung harus bagaimana, jika ia memilih seperti yang ingin Tama lalukan tadi apakah ia akan tega menghancurkan kebahagiaan orang tua satu satu nya namun jika ia tidak memilih hal tersebut dirinya akan terus merasa gusar di dada nya melihat sang ayah terlihat biasa biasa saja setelah semua kejadian ini

Dio berdiri dari duduk nya, menatap Tama "Lo tau kan dimana ayah gue sekarang, kasih tau gue"

Tama terkekeh mengejek "Untung apa gue kalo kasih tau lo?"

Dio tak menujukan ekspresi apapun, ia segera berjalan keluar dari ruangan tersebut

"Jangan lama lama mikirnya, mereka rencana mau nikah 2 minggu lagi" ucap Tama memperingatkan, meskipun Dio tak menghentikan jalannya namun ia yakin jika Dio masih sampat mendengar ucapannya tadi

Dio tak menjawab, ia langsung pergi meninggalkan tempat tersebut

Dio segara mencari taxi untuk pulang, sepanjang perjalanan ia terus menerus menelepon dan mengirimi pesan kepada ayahnya

Dio segara mencari taxi untuk pulang, sepanjang perjalanan ia terus menerus menelepon dan mengirimi pesan kepada ayahnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
 D'amourCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang