WARNINGS AREA 21+ 🚫
KONFLIK BERAT !!!
-----
Lelaki miskin, rolan lamero degore, anak
haram dari dua sepasang manusia, rolan,
lelaki bajingan berotak buntu, kehidupan
nya yang miskin tidak dapat menghalangi
nya dari kegiatan bejat sehari harinya...
posisi mereka bercinta cukup teramat ekstrime dengan sena yang berdiri bergancetan dengan dinding kayu rumah rolan, sedang rolan lelaki itu sedang membelah belah vagina sena dengan lidah panjang nya, kaki sena di tumpangkan diatas bahu rolan, sena benar benar sungguh merasa kacau, gelisah, mata nya tidak berhenti melihat rolan yang terus menerus mengkokop dalam area sensitif sena, bibir plum gadis itu terbuka menganga, hingga kini tiba lah rolan kembali berdiri gagah dan membawa sena kedalam gendongan nya dimana otomatis kaki jenjang gadis cantik berbulu mata lentik itu langsung melingkar spontan.
sudah tidak terhitung berapa kali sena mengalami orgasme yang sekarang sena khawatir kan ialah penis besar, panjang dan berurat rolanlah yang membuat jantung nya memompa cepat, darah sena berdesir mendidih antara takut, tidak menyangka dan, dan tolong, bagaimana ini. teramat mengacung gagah kepunyaan rolan
ranjang tidur lah yang menjadi saksi bisu antara perbuatan dosa kedua anak manusia itu, seprai kasur kacau, rambut sena juga sudah kering nan lepek kusut bercampur dengan keringat
rolan menepuk pelan vagina basah sena, mengangkang kan lebih lebar lagi paha gadis itu, rolan ambil pelumas yang ada pada vagina sena dan menaruh pelumas itu di ujung penis nya, rolan lakukan agar melicin, sena melemas.
" rolann.. " melirih bibir kering sena, seluruh tubuh gadis cantik itu di penuhi memar memar dan kissmark dari rolan, sedari leher dan dada hingga keselangkangan sena, semua terlihat jelas membekas cupangan itu, berwarna merah pekat
tidak hanya sena, rolan pun tampak kacau dengan rambut yang acak acakan dan keringat membasahi tubuh rolan, kemudian peluh di pelipis nya teramat terlihat seksi, keringat di punggung besar lelaki itu berlinangan jatuh hingga ke bokong seksi lelaki yang kini mulai mendobrak masuk vagina merekah sena, sena mengerutkan kening dengan menggigit kuat sudut bibir nya menahan sakit di bagian inti dari tubuh sena
sena merasa seperti tubuh nya hendak di belah menjadi dua, bukan apa, sena ingin rolan tidak mengetahui bahwa diri nya masih gadis, dengan kata lain, perawan.
" eghh " lenguh rolan merasa terjepit, ketat. rolan mulai menggerakkan pelan pinggul nya sedang sena menahan tangis, kedua tangan sena, sena gunakan untuk menutup mulut nya sendiri agar tangis sakit nya tidak rolan ketahui, tapi sial, rolan menundukkan kepalanya melihat kedua inti itu bergerak, berhenti seketika rolan ketika melihat darah mengalir keluar dari dalam vagina cantik nan bersih itu.
rolan mendongak cepat menatap sena, sena yang tau rolan akan menatap nya yang seolah olah akan bertanya pun sena dengan lebih dulu membuang muka nya kearah lain
seketika tangan rolan yang awal nya memegang buah dada kiri wanita itu, kini terlepas lemas. sama hal nya dengan tangan rolan yang satu lagi, dimana lelaki itu gunakan untuk menopang tubuh sena, sekujur tubuh rolan mendadak kaku
Apa yang telah rolan perbuat?
Pantas, pantas saja vagina yang sekarang rolan geragahi ini masih ketat, ternyata wanita yang memberi diri kepada nya ini masih perawan?
rolan pikir sena adalah gadis lacur, yang mau dengan siapapun untuk menuntaskan hasrat nya, rolan pikir, rolan pikir wanita ini hanya berpura pura polos, tetapi nyata dan fakta nya. sena masih lah bersegel.
rolan pening, pitam lelaki itu, sena menarik selimut menutupi tubuh bugil nya, rolan masih pada posisi awal, diam, hanya diam membeku, dengan mata menatap sena tidak menyangka, namun sena tidak berani menatap kearah rolan, sekarang baru lah wanita itu sadari, dera, telah membuat nya masuk kedalam lumbung dosa
rolan bangkit, lelaki itu kembali memakai boxer nya cepat, menarik celana jeans hitam nya. meraih saku dan mengambil satu batang cerutu di dalam nya, rolan tidak lupa untuk mengambil pematik, dan sekarang kaki rolan memilih melangkah menuju jendela kamar nya. penis lelaki tampan putih itu masih mengacung tetapi bagaimana lagi, hirau rolan.
rolan membuka jendela kamar, saat jendela terbuka lebar, angin malam berlomba lomba masuk memasuki jendela kamar, lelaki bergaris rahang tegas dan berhidung mancung itu mulai mengapit rokok nya, menjepit di antara bibir. tangan yang satu nya rolan gunakan untuk menghidupkan pematik, dan satu nya lagi menutup api dari pematik agar tetap menyala sebab angin masih berseliweran masuk, dan setelah berhasil, rolan sesap batangan putih itu, tatapan mata rolan memerah menatap luar
dalam keadaan penis yang masih menegang sungguh rasa nya tidak mengenakkan, namun ada kekecewaan di dalam diri nya sendiri, rolan teramat ceroboh, anak gadis orang sudah rolan perawankan, bukan takut atau apa, ini sulit.
sena menatap punggung lebar yang sedang membelakangi nya, reaksi rolan biasa saja dan malah bersikap santai, tetapi sena tahu, lelaki yang diri sena cintai itu terkejut, tidak percaya
dengan berani sena mulai turun dari atas ranjang kaki nya melangkah begitu pelan, sangat pelan menuju kearah rolan yang sedang memegang salah satu pilar jerjak jendela layaknya sedang bersandar " aghh " sena terjatuh tersungkur ke lantai dingin itu, jujur sena, ini benar sangat sakit, serasa remuk seluruh tubuh sena
rolan tetap acuh, begitu lah rolan, keparat bersifat brengsek, rolan hanya bergeming tidak niat melihat kearah belakang nya dimana tepat sena jatuh, sena tidak pupus, wanita yang baru saja kehilangan perawan nya itu bangun dari jatuh nya, kini dapat sena raih lengan kekar rolan untuk diri sena pegang, rolan tidak bereaksi saat sena berada di samping nya, tepat di sisi rolan sena berdiri
rolan membuabg putung rokok nya asal, kepala rolan pun dengan tenang menoleh kearah sena dan menatap tajam bola mata coklat wanita itu.
sena tegagu di tempat, tenggorokan sena tercekat, serasa di ikat oleh tali yang tidak kasat mata, sesak nafas sena hanya dengan cara rolan yang menatap nya penuh dengan kata remeh, ya, jiwa bajingan lelaki itu bangkit
sena melepas selimut yang diri nya genggam untuk menutupi tubuh polos nya, telanjang bulat kini sena di hadapan rolan yang menatap sena tenang, namun todak lama rolan terkekeh mengejek
betapa murah nya..
" gila, perempuan gila lo. " rolan menggeleng dengan sudut bibir menyungging, sena cukup terhina, sena tau sena bodoh telah melakukan tindakan yang tercela seperti ini, namun kalian harus tau, sena teramat mencintai rolan, rolan lamero degore.
" lacur, sialan. " tangan rolan terangkat untuk menempeleng kepala sena kuat, hingga rambut wanita itu ikut terayun, sena hanya tersenyum
Miris!
-continued-
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hola mi Amor, gimana nih pendapat kalian sama anak aku yang satu ini. bajingan or bajingan banget?