32. no un hijo biológico

2.4K 98 5
                                    

sejauh ini perasaan kalian untuk
rolan bagaimana, udah fall in love?

Info, akun tt ku diblokir 😮‍💨👊🏻



" kamu pikir aku bakal nyerah gitu aja? " alis
sena terangkat kearah rolan, rolan meraup
wajah wanita itu pelan " aku ga pernah
lelah, cape, bahkan letih mencintai kamu,
so, gausah ngomong hal yang ga akan
sama sekali aku lakuin, termasuk aku
akan ninggalin kamu. " sena ungkap
pelan, matanya bersitatap dalam sedang
rolan diam mendengarkan

" gue mau cuddle " rolan geser tubuh sena
dari atas tubuh besarnya " giliran mau cuddle
aja baru ngomong lembut " ucap sena lirih

tengah malam hingga pagi keduanya masih
saja bergumul di bawah selimut tebal hingga
tidak lama rolan bangun dari baringnya
menuju kamar mandi, rolan keluar dari
kamar mandi dengan celana abu sekolah
nya, pria itu hendak kesekolah ternyata.

ujian hari Senin ini menanti rolan.

kalian jangan salah mengira, rolan ini selalu
mendapat peringkat atas walau tampangnya
seperti berandalan sekolah, rapi tidak, tapi
etitude nya patut diancungi jempol, bahkan
bolos pelajaran dan absen saat sekolah
saja dia tidak pernah, absen sekolah
pernah namun tidak absen mata pelajaran
saat datang, kelebihan pria itu adalah pintar
dalam segala hal, mengaji, menghafal saja
tidak butuh waktu lama

rolan juga dikenal dengan sebutan berandalan
haram barnaby, sekolah elite yang terkenal
karena adanya kehadiran rolan, mereka
mencemoh rolan namun tanpa rolan sekolah
itu tidak ada apa apanya, memenangkan
Olimpiade math dan kimia dalam masa itu
cukup memutar otak sedari itu sekolah
barnaby di tempatkan di posisi sekolah
terpintar dan bersih peringkat sepuluh besar

seantero barnaby mengecoh hadirnya rolan
karena hubungan orang tuanya yang sudah
bersetubuh diluar pernikahan, mengapa
fakta itu diketahui semua, sebab dari
cirinya yang memilih hidup sendiri mereka
sudah tahu kalau rolan anak haram dan
kemungkinan anak yang kurang kasih
sayang orang tua, perbuatan yang
menghasilkan rolan itu cukup hina
dimata masyarakat, dan siapa yang
tidak kenal dengan ibu rolan?

pelacur yang pernah melayani orang sejumlah
15 orang dalam 24 jam lamanya, berganti ganti
dalam waktu per waktu jam demi jam, pahit.

setelah selesai dengan seragam sekolah
nya rolan memilih berdiri disamping ranjang
menatap sena yang masih tertidur lelap,
bulu mata cantiknya ikut menidur indah,
setelah puas menatap istrinya rolan pun
bergegas pergi tidak lupa menutup kembali
pintu kamar, raga yang rolan pikir tertidur
itu ternyata tidak tidur, sena sudah terjaga,
sedari rolan bangkit dan siap memakai baju
sena melirik lirik sembunyi dimana kadang
rolan menatap sena berulang kali sembari
melakukan aktivitasnya, alis sena mengerut
dalam menatap pintu diikuti air mata yang
meluruh jatuh tanpa halangan

mau sampai kapan?

salah sena apa?

mengapa rolan selalu acuh?

rolan menepuk kuat pundak dosa, dosa pun
menoleh " ehh lan, apa kabar? " ucap dosa
seraya menaruh helmnya di jok depan motor

" baik.." jawab rolan, tangan pria itu terangkat
menyapa yang lainnya di ujung parkiran

" denger denger ibu lo balik dari Amerika "
ucap dosa pelan, rolan menulikan telinga
dengan menggulung seragam sekolahnya
yang awalnya selengan kini lebih naik lagi

" LAN, PAK TOKAR.. " seru tian berteriak
namun bak melirih karena pak tokar sudah
mendekat menuju keempatnya di parkiran

rolan berlari melompati pagar sekolah, kunci
motornya dengan cepat dirinya serah kepada
dosa, rolan tau, pak tokar menemui dirinya
untuk melaser tato yang ada di bagian
bawah tangannya tepat di nadi, tidak
besar namun inisial yang rolan taruh
baru baru ini membuat pak tokar bertanya

N, initial who?

" ROLANN! " panggil tokar berteriak kencang
tetapi rolan langsung saja berlari keluar sekolah
pria itu hirau, ini juga kesempatan rolan
untuk datang pulang kerumah ayahnya

windi benar kembali? sial.

——

kedua sepasang paruh baya sedang beradu
mulut di tengah hari, entah apa yang mereka
perdebatkan tapi lihat saja " bilang mas, dimana
kamu sembunyikan rolan, anak haram itu harus
tau kalau saya dateng. " windi sialan, tidak ada
habisnya mengolok rolan, dasar, ibu terkutuk.

"  saya ga tau.." Alberto berkata lelah, windi
ini apa, setelah muncul seminggu lalu kini
malah muncul kembali, katanya mencari
rolan, tapi seharusnya mudah bagi windi
untuk menyelidiki kediaman rolan namun
mengapa belum kunjung berjumpa

alberto sebagai orang yang turut rolan jumpai
saja tidak tahu dimana keberadaan rolan, anak
nya itu sama sekali tidak menyangkut tempat
tinggal dengan alberto, susah, rumah rolan
alberto tidak tahu

" gausah sok menyayangi rolan mas, nyata
nya rolan bukan anak kandung kamu, udah,
berhenti sekarang akting kamu sebagai ayah
dia, terima aja kalau dia ga punya ayah biologis,
aku benci anak haram itu, gara gara dia aku
ga bisa nikah sama kamu alberto " pria baya
itu terkekeh sembari mengacak kuat rambut
nya yang masih menyeluruh hitam, tanda
penuaan belum terlihat di alberto

kenyataan yang diungkap enteng oleh windi
benar, windi tidak tahu ayah rolan yang
sesungguhnya, betapa sakitnya jika anak
itu mendengar, bagi yang tahu bagaimana
jalan hidup rolan pasti belum apa apa sudah
berlinang banjir air mata, tolong, siapa pun
bawa rolan untuk merasakan bahagia

" WINDI, JAGA OMONGAN KAMU. " alberto
tidak habis pikir, berbuat saja windi mau mau
tapi jika sudah menghasilkan hal tak diduga
windi menyalahkan buah hatinya sendiri
yang ada dan dirinya lahirkan kedunia tanpa
berpikir dua kali begitu pun berbuat wanita
itu tidak berpikir dua kali

" APA MAS, KAMU MAU MARAH, ATAU
SEKARANG KAMU UDAH ADA RASA IBA
SAMA ANAK BAJINGAN KAYA DIA?! " wanita
itu memaki maki dan menodong Alberto dengan
segala pertanyaan, sedang alberto memijat
pelan batang hidung, pusing.

" NDI, DIA ANAK KAMU, LIAT DIA, DIA
HIDUP TANPA MAU NYUSAHIN KAMU
BAHKAN AKU, PADAHAL DIA BISA AJA
MINTA BANTUAN AKU, TAPI ROLAN
ENGGA, DIA GA MAU, DIA MILIH HIDUP
SENDIRI, KAMU SEBAGAI IBUNYA HARUS
SADAR, BETAPA GA BEROTAKNYA KAMU! "
windi bukan malah mengerti dan merenungi
malah dirinya membuang wajah tidak peduli

" kalau gitu bagus, kalau kamu udah anggap
dia anak kamu bagus, anak haram itu terlalu
kamu kasihani mas, aku mau liat sampai
kapan dia ga tau kalau dia bukan anak
kamu dan kamu bukan ayah kandung dia. "
windi melangkah keluar rumah, dan saat
sampai di pintu wanita itu dibuat terkejut
dan shock saat melihat rolan yang berdiri
menjulang dihadapannya, baru ini windi
melihat bentuk anak nya setelah beberapa
tahun lalu, dimana windi meninggalkan rolan.

windi ingat betul, rolan yang windi tinggal
di hari sehabis Alberto menalaknya, sosok
rolan yang memegang kaki windi agar windi
tetap tinggal namun windi tepis kuat hingga
tersungkur jatuh, windi ingat betul bagaimana
wajah rolan yang sembab menangis untuk
berulang kali memohon kepada windi tapi
malah windi maki sakit, dan sekarang bukan
wajah memelas lagi yang windi dapati melainkan
wajah dingin dan mata tajam menatap windi
yang berdiri lebih pendek dari anaknya

continued—

VOTE LAHH JANCUK😏

🙏🏻🙏🏻

KOMEN LAHH SETAN😒

🙏🏻🙏🏻🙏🏻

L A M E R O Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang