54. demanda de divorcio

2.5K 158 114
                                    

Setelah beberapa hari rolan keluar
dari rumah sakit, semenjak hari itu pun
rolan belum melihat di mana keberadaan
sena, bercinta mereka di dalam kamar
mandi menjadi hari terakhir rolan melihat
sena dan sampai sekarang wanita itu
belum menampakkan diri dihadapan rolan.

rolan kesal, marah, degil, wanita itu
membuat rolan tidak waras dan membuat
perasaan rolan seakan di permainkan dan
di obok obok asal oleh sena

" ferasa nanyain lo ke kita kita, dan kenapa
lo sama tu cewe akhir akhir ini? " adandi
yang duduk di samping rolan yang sedang
merokok pun mencoba membuka suara,
padahal adandi juga sedang disibukkan
oleh game nya namun lelaki itu mencoba
membuka topik agar tidak canggung sebab
hanya mereka berdua saat ini, dosa dan tian
bermain billiard di meja paling depan sana
ditemani oleh para para wanita seksi

" terserah, gue ga peduli, gue rasa dia
bukan ferasa, tepatnya dia ga gue kenal "
gugah rolan secara sarkas, rolan pun
menyesap rokoknya santai, kaki pria
itu menyilang dengan tatapan kedepan
melihat dosa dan tian yang tidak jauh
dari jangkauan mata rolan

" kalau gitu akhiri aja, ga baik nunda
nunda, lagian lo udah beristri, kalau bagi
gue menang banget posisi sena yang
statusnya istri lo dari pada ferasa yang
jatuhnya sebagai selingkuhan lo, itu
saran lan, keputusan ada di lo.." adandi
bangkit dari duduknya, lelaki itu ambil
sebatang rokok rolan lalu diri adandi
bakar " gue toilet lan. " rolan mengangguk
mengiyakan, jika di pikir lagi dan di
tela'ah apa yang adandi ucap ada
benarnya, lagian sena juga bukan
adik kandung rolan dan bahkan tidak
ada hubungan darah walau awalnya
sempat meributkan masalah ini

—————

rolan sedang mencuci mobil dihalaman
rumahnya sendiri, pria itu memilih satu
mobil untuk rolan gunakan sendiri, setelah
lulus sekolah rolan merasa ringan dan
banyak bersantai, dari pada sibuk
memikirkan hal tidak jelas maka disini
lah rolan, pria itu lebih baik mencuci
mobilnya sendiri hitung hitung senggang

rokok pria itu, pria itu selip di sela bibir.
kini giliran menyikat ban pada mobil,
namun gerakan rolan berhenti ketika
sena memasuki perkarangan rumah
rolan, seketika senyum rolan terbit,
bukan senyum bahagia, namun tetapi
senyum kebanggaan terhadap diri sendiri
bahwa pria itu mengira sena kembali
karena tidak bisa lekang dari rolan
tetapi rolan salah, apa pria itu saja
yang terlalu percaya diri, saat sena
masuk pelan sembari menatap rolan
dengan wajah datar rolan pun berdiri
dari jongkoknya dan menghadap sena

" kamu udah sembuh? " sena tanya pelan,
rolan pun mengangguk, pria itu melipat
tangannya didepan dada nya yang tidak
dilapisi sehelai kain yaitu baju, pria itu
bertelanjang dada dengan boxer dongker
di siang hari ini " kenapa baru muncul
sekarang, senala? " kini rolan balas tanya
dan dapat rolan lihat wanita itu memilih
mengatupkan bibir kedalam sebelum
menjawab pertanyaan yang rolan lontar
kepada sena

" kalau gitu aku ga ngomong panjang
lebar lagi, aku kesini cuma mau ngasih ini "
sena sodorkan berkas yang diri sena bawa
kehadapan rolan, pria itu raih kemudian

| BERKAS GUGATAN CERAI |

setelah melihat isi di dalam nya rolan tertawapelan lalu di waktu yang sama pula pria itumengerutkan wajahnya kembali denganmemilih bersmirk dan memainkan lidah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

setelah melihat isi di dalam nya rolan tertawa
pelan lalu di waktu yang sama pula pria itu
mengerutkan wajahnya kembali dengan
memilih bersmirk dan memainkan lidah.

" wewenang mana yang buat gue tergugat?
sehebat apa lo, merasa udah ga butuh gue
lagi makanya lo gugat gue?! " rolan tekan
kuat ucapannya " GA ADA KATA CERAI!
DAN INI, INI GA BERLAKU SAMA SEKALI. "
rolan robek sampai tidak terbentuk surat
pernyataan itu, padahal sudah dua hari
sena bolak balik ke makamah hanya
untuk membuat surat gugatan itu

sena melemas, waktu dua hari sena
terbuang sia sia saat rolan lemparkan
robekan surat itu di wajah sena dengan
kasar, menyatakan bahwa rolan dengan
tegas tidak menerima keputusan sena

" terserah kamu, tapi dalam hukum kamu
udah bukan lagi suami aku! " sena bicara
pelan namun sena perlambat agar lebih
jelas pria itu dengar " ga, ga lo masih istri
gue, kita sah secara agama. " bantah
rolan menelak

enak saja, enak di sena tertekan di rolan,
masa sudah lama tidak terlihat tiba tiba
menyodorkan surat pernyataan cerai,
mudah sekali tindakan sena huh

rolan berbalik memunggungi sena, pria
itu hendak berjalan masuk namun teriakan
sena membuat rolan menghentikan langkah
" ROLAN, KAMU UDAH BERDOSA, KITA
INI SEDARAH LAN, SEHARUSNYA
KAMU SENANG, KARENA KAMU BISA
HIDUP BARENG FERASA, BENTUK
KELUARGA KAMU SENDIRI LAN, dan
aku bentuk keluarga aku.." melirih sena
di penghujung kata

rolan berbalik cepat, pria itu cengkeram
dagu sena hingga wajah wanita itu
tertangah keatas langsung bertemu
dengan tatapan tajam rolan.

" gue belum pernah denger lo bilang
kondisi anak kita, cacat kah, punya
penyakit kah, atau apapun, jadi, apa
alasan lo, bilang kalau gue ga perlu
tau soal sheela gitu, iyaa?! " rolan
ucap itu tepat di depan wajah sena
lalu pria itu buang kasar dagu sena

pernyataan dari rolan benar, sena belum
sama sekali memberi tahu kondisi anak
mereka, ada kelainan lain atau cacat
dan lainnya, ya karena sheela sempurna,
tidak ada hal aneh selama ini..

" sheela ga ada yang aneh, malah kamu
yang aneh, aneh banget. " sena mulai
berkata lembut " kamu aneh, aku ga tau
alasan kamu aneh juga kenapa, tapi
setelah aku pikir, dan denger kamu yang
ngomong 'gimana kalau gue jatuh cinta
sama lo' waktu itu aku rasa kamu udah
mulai ada rasa sama aku, tapi pertanyaan
nya, kenapa baru sekarang, kenapa setelah
kamu nyakitin aku dengan perilaku ga
wajar, kamu bukan aneh lan, tapi kamu
memang udah bener bener ga waras. "
perkataan sena benar, kalau rolan
menyatakan perasaannya sekarang
itu bisa saja di katakan terlambat dan
tidak berkemungkinan sena terima

" kenapa disaat rasa aku ke kamu udah
mulai memudar dari waktu ke waktu
kamu malah baru buka hati kamu buat
aku, kenapa, kenapa rolan? " sena
tolaki dada bidang rolan sehingga
pria itu selangkah demi selangkah
memundur " tapi yang perlu aku bilang,
kamu udah telat, aku udah di lamar aresa
sebelum aku ketemu kamu lagi di malam
prom, maaf lan, aku juga harus lanjutin
hidup aku yang baru, dan ini juga berlaku
buat aku, bukan buat kamu aja yang
bisa senang sama ferasa, aku minta
maaf sekali lagi soal aku janji bakal
balik sama kamu waktu di rumah sakit "
sena memutar tubuh membelakangi
rolan, detik itu juga air mata sena
terjatuh, sena tidak bohong, aresa
benar melamar sena

" aku minta maaf, dan lagi, aku maafin
kamu kok soal kamu cium aku di malam
prom itu dan bahkan ninggalin jejak kiss
mark, kalau yang di rumah sakit itu
murni kesalahan kita berdua, kamu
aku tinggal ya lan, aku pamit, sekali
lagi maaf, maaf banget, dan aku bakal
dateng lagi buat nyerahin surat cerai
kita walau nanti bakal kamu robek lagi
aku ga akan nyerah, semoga pemikiran
kamu terbuka dengan ini " sena pergi,
wanita itu pergi meninggalkan area
rumah rolan, dan rolan bagai di sambar
petir di siang bolong

bajingan.

continued—

Spam ❤️ biar lanjut
See you next chap 💋

Info yang mau duda satu ini,
gapapa kismin yang penting
gapura kabupaten ++++

L A M E R O Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang