rolan pacu motor nya dengan kecepatan
sekencang mungkin membelah jalanan
petang ini, orang orang sudah tidak
ramai, jalanan yang pria itu lintasi juga
tidak lama berangsur sepi, kemudian
rolan memelan, pria itu menepi di trotoar
jalan, merogoh saku celana pendeknya
mengambil handphone guna menelpon
nomor yang me WhatsApp nya tadi
dimana setahu rolan itu adalah senayou calling..
sudah sebanyak empat kali rolan
menelpon sena, tetapi tidak ada
jawaban dari sang empunya nomor——
" sena, buka pintunya sayang, bunda
mau ngomong sama kamu, sena? "
thea mengetuk berulang kali, namun
tidak ada sahutan dari dalam kamar
sena, ibunda wanita itu pun semakin
mengetuk kencang " sena! bunda
ga suka ya kamu giniin. " gala datang
menghampiri thea yang berdiri di
depan pintu kamar tidur sena, lelaki
itu berdiri bertanya di balik punggung
thea " sena udah pulang nda? " thea
mengangguk cepat, masih dengan
mengetuk berulang kali." udah dari tadi bang, bunda ga liat
sena masuk kapan, bunda taunya dari
bibi karna ngerasa sena ga pulang
pulang, ternyata udah di kamar " gala
yang mendengar kejelasan dari thea
pun beralih mengambil tindakan dengan
tidak memaksa sena keluar, tetapi
membiarkan wanita itu untuk
beristirahat sejenak, sebelum
akhirnya nanti pertanyaan dari gala
menghambur sena bertubi-tubi" udah, biarin aja dulu bunda, nanti
gala coba ajak ngomong " thea menarik
nafas pelan, sang bunda itu sentuh
bahu tegap anak lelaki nya dengan
senyuman tulus sebagai pengakhir
thea pergi dari depan kamar senaselang beberapa menit kemudian
sena muncul menuruni gundukan
tangga dari lantai atas, gala beserta
thea yang melihat itu pun saling
menatap." sena, sini kamu.." sena menurut
wanita itu menghampiri gala dengan
kepercayaan diri penuh, keberanian
yang di kumpulkan sebelum keluar
kamar menghadap gala dan ibundasena berdiri di hadapan gala yang
sudah bangkit dari duduk nya kini,
gala tatap sena datar " bisa ga jangan
nyusahin bunda? " sena mendongak
dengan alis bertaut" aku ga pernah nyusahin bunda.."
geleng wanita itu sebisa mungkin
menahan takut dan mencoba membuka
mulut nya yang terkatup rapat sejak
gala menyuruh sena mendekat, dari
suara sena, gala tau pasti, adiknya
sudah gemetar dengan bibir yang
sena gigit pelan" kemana kamu, bolos? " sena buang
wajahnya yang terdiam kearah samping
tetapi tidak bertahan lama, sebab gala
kembali memusatkan diri dihadapan
wajah sena, sena berusaha tidak gugup" maaf.." gala menarik nafas pelan
dengan jawaban yang sena beri
" sekali lagi maaf, sena ga bilang. "
sekarang gala berusaha untuk
mencoba mengerti, gala mendekat
lebih dekat, gala tarik tubuh sena
kedalam dekapannya hingga sena
menghirup dalam wangi dari gala" abang marah? " sena bertanya
kepada gala, gala yang masih
memeluk sena erat menggeleng
pelan " na, abang ga marah, tapi
usahain kalau pergi itu bilang dulu
jadi bunda ga khawatir " gala usap
helaian rambut sena dari pucuk kepala
hingga ke punggung wanita itu terus
seperti itu." hmm.. " sena mengangguk dalam
membenam kan wajahnya di sela
ketiak gala " janji ga buat bunda
repot? " sena mengangguk lagi,
tangan sena mengerat memeluk
pinggang gala " janji, adik abang? "
mengangguk lagi sena " janji abang "
gemetar suara wanita itu, sudah pasti
sena menangis, sebab gala dapat
merasakan baju di bagian wajah
sena membasah———
setelah acara berpelukan dan nasihat
dari gala tadi, sena izin pergi keluar
dengan alasan main, gala izinkan asal
tidak pulang terlalu larut, padahal sena
sama sekali tidak bertemu teman teman
nya melainkan wanita itu pergi kerumah
rolan, mengenai teman teman sena
yaitu dera dan renna, ketiga nya sudah
teramat jarang berjumpa selama lebih
dari satu minggu ini, sudah jarang
semenjak sena sibuk dengan hadirnya
rolan sekaligus hadirnya makhluk
kecil di dalam perutnya

KAMU SEDANG MEMBACA
L A M E R O
Teen FictionWARNINGS AREA 21+ 🚫 KONFLIK BERAT !!! ----- Lelaki miskin, rolan lamero degore, anak haram dari dua sepasang manusia, rolan, lelaki bajingan berotak buntu, kehidupan nya yang miskin tidak dapat menghalangi nya dari kegiatan bejat sehari harinya...