24. ¿violada?

6.5K 140 20
                                    

rolan tertidur, pria itu tertidur pulas dengan
mata sembab sehabis menangis, sebelum
tertidur rolan selalu saja bergumam
bahwasanya diri rolan sangat kedinginan
sehingga sena berinisiatif untuk melepas
baju rolan dan bajunya, sena salurkan hangat
tubuh sena kepada tubuh rolan, bergumul
di bawah selimut tebal, dan demam pria itu
berangsur menjadi hangat tidak sepanas tadi
membuat sena tenang, wajah damai saat
rolan tidur membuat sena tidak berpindah
menatap objek lain selain wajah teduh
rolan yang berada dalam dekapan sena
dimana sesekali sena kecup pelipis rolan
hingga tengah malam menemani keduanya

luka dikaki rolan sudah sena balut saat pria
itu tertidur, jadi rolan sama sekali tidak
terganggu, dan untung lukanya tidak denyut.

ponsel sena bergetar di nakas dekat ranjang
menandakan panggilan masuk, tangan sena
meraih mengambil " halo ren? " ternyata renna

" maaf na.." sena mengerutkan alis, maaf?

" lo kenapa renna? " tidak ada sahutan dari
sebrang telepon hingga membuat sena
menjadi khawatir, pasalnya nafas renna
terengah engah seperti seseorang sesak
nafas saja " lo ngomong yang bener ren,
lo kenapa?! " pinta sena memaksa gadis
itu untuk berbicara cepat tetapi renna
malah menangis sesegukan alhasil renna
tidak bisa mengatakan hal yang jelas

sena ambil ponsel rolan dan wanita itu lihat
jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi dini
hari sejak rolan tertidur dalam peluk sena,
hingga sena memilih untuk tidak tidur
guna menjaga pria itu agar tetap hangat

" RENNA?! " wanita itu bentak pelan renna
agar temannya itu tidak menangis heboh
lagi, rolan pun menggeliat pelan

" de—delone na hiks " semakin berkerut
dalam kening sena, sesekali sena melihat
kearah rolan yang berada dalam tengah
dadanya, memastikan rolan masih lelap
dalam tidur

" kenapa?! " renna masih dalam tangisnya
" beneran aku ga mau na, maaf, delone tiba
tiba datang masuk kekamar aku.." terputus
putus perkataan renna sebab gadis itu
mengucapkan nya sembari dengan tangis
dan rapalan kata maaf yang renna ucap
tidak berhenti di antara tangisan

" delone lecehin aku na hiks, hiks.." seketika
berdenyut kepala sena, pusing menyerang
wanita hamil, itu sungguh diluar dugaan sena

bagaimana bisa?

sena bangun pelan dari baringnya, wanita itu menaruh kepala rolan dengan hati hati di atas
bantal yang dimana tadi didalam dekapan
sena kini sena geser kepala yang matanya
memejam erat, namun tangan sena di tarik
kembali oleh rolan, pria itu membuka mata
lebar, menatap sena yang tidak memakai
atasan sama sekali " kemana? " sena lepas
pegangan tangan rolan lalu sena melangkah
memakai kembali bajunya

" aku mau pulang lan " bohong sena

" jam tiga pagi? " tanya rolan setelah melihat
jam di tangannya yang tidak sempat pria itu
lepas sebelum tidur " perasaan aku ga enak. "
terkekeh berat dengan nada mengejek pria
itu, matanya menatap sena tajam, bibir rolan
menyungging tipis

" ga. " tentu saja tidak rolan perbolehkan

jam tiga pagi?

sudah gila apa?

" lan, tolong. " sena kalut, temannya sudah
delone lecehkan, maka dari itu sena akan
bertemu delone, menanyakan dimana letak
otak dan pikiran lelaki itu

" lo mau ketemu delone? " bagaimana rolan
tahu, benar dengan mata terbuka lebar dan
kesadaran penuh sena melihat bahwa rolan
tertidur tenang, setau sena orang tertidur
tidak dapat mendengar apapun melainkan
alam bawah sadarnya, pertanyaan yang rolan
lontar membuat sena terdiam gagu

L A M E R O Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang