20. Amorío

7.5K 86 18
                                    


saat pagi sudah teramat terang dimana
matahari yang sudah menampakkan diri,
kini rolan melangkah keluar rumah dengan
setelan baju seragam sekolah nya, sedang
sena rolan tinggalkan di kamarnya, saat tiba
di high school barnaby memiliki situasi yang
sangat menghebohkan, delone sekali
lagi mengayunkan tangan kerahang
rolan, hingga darah dari giginya keluar,
tidak cukup disitu, lelaki itu tumbuk
kuat bagian perut keras rolan hingga
terbatuk keras rolan

" babi lo.." maki delone menatap rolan
yang sama sekali tidak niat membalas,
rolan tidak tahu mengapa delone datang
lalu memukulnya tanpa memberi alasan

" lo apain sena anj " rolan masih diam
pria itu memasang wajah datar, terlihat
seksi dengan darah yang keluar banyak
dari setiap sudut wajahnya

delone mendekat perlahan, lelaki itu
menempatkan dirinya disisi wajah rolan
" gue liat semua nya semalam, ga usah
ngelak, lo sama sena punya hubungan
apa? " bisik lirih namun tajam delone
keluarkan dari berbagai kata

menjauh mundur delone, tatapan rolan
terangkat menatap mata lelaki di depan
nya, yang sangat ingin tahu tentang
hubungan nya dan sena, sebenarnya
delone sudah feeling, delone takut
sena akan terjerumus ke dalam
pesona iblis di hadapan delone ini

rolan lamero degore.

padahal sudah sedari lama sena
menyukai rolan, tak khayal kalau
sena akan mau iblis itu budaki, ternyata
delone salah, sena telah di dalam lingkar
rolan, anak haram seantero barnaby.

semua orang tahu itu, namun mereka
tidak minat mencari tahu kehidupan
rolan yang sebenarnya, dimana orang
tua nya, dimana keluarga nya, yang
mereka tahu rolan hidup sendiri di
dunia ini, dimana bagi rolan dunia
ialah tempat mimpi buruk menuju
neraka

" kalau lo macam macam lagi sama dia,
lo bakal gue keluarin dari sekolah ini "
tenang pembawaan rolan, pria itu bahkan
sama sekali tidak bergeming dan
mencoba untuk mencari perhatian
orang lain

" DELONE! " mampus, batin delone.
niat mempercepat kejadian sebelum
datang nya sena kini wanita itu sudah
terlihat pagi pagi buta, biasanya juga
telat, kenapa hari ini pergi awal

" maksud lo apa? mau gue bilangin
om marlon kalau lo udah mulai suka
berantem dan nonjokin anak orang! "
ancam sena, delone pergi tidak niat
mengimbuh perkataan sena, bahkan
rolan pergi dari sana dengan hening

siswa siswi juga ikut membubarkan
kerumunan, perlu kalian ketahui bahwa
sena adalah sosok yang bisa dibilang
keras, keras kepala, tidak mau mendengar
nasihat, mengikuti keinginan diri, tidak
mendengar cemohan yang tak jelas,
sena juga kasar kepada yang lain, juga
asal kalian tahu, wanita itu tidak menye
menye, dan sena tidak memperlakukan
yang lain seperti sena memperlakukan
rolan dengan lemah lembut dan cinta
walau rolan juga membuat emosinya
meninggi setiap sehari dalam satu
keadaan yang berlawanan dengan sena

kemurahan harga diri sena hanya untuk
rolan, tubuhnya untuk rolan, jiwa beserta
raga hanya di persembahkan kepada
pria itu seorang, perlu diingatkan lagi
akan rolan, rolan, anak haram, bajingan
miskin yang tanpa tujuan hidup harus
di pertemukan dengan sena yang
pemaksa, bahkan kegatalan sena hanya
sena tunjukkan kepada rolan seorang

" lo gapapa lan? " tanya tian polos yang
kemudian dosa geplak kuat bagian
kepala tian " lo kalau nanya yang bermanfaat
dikitlah, ini malah nanya, lo gapapa lan? "
dosa ikuti gaya bicara tian yang bertanya
hal tolol, jelas jelas rolan tidak baik baik
saja, wajah nya babak belur, namun
rolan pergi melewati teman temannya

langkah kaki sena mengikuti rolan
yang mengarah ke kamar mandi
sekolah, sena hendak bertanya
tentang kejadian pagi ini

saat berhasil masuk, sena tutup kembali
pintu toilet, rolan masih diam membersih
kan darah dan membasuh wajahnya
tanpa memperdulikan sena yang memilih
menatap rolan, namun tetapi wanita itu
mengambil langkah mendekati rolan

dan tanpa aba aba pria itu ringan tangan
menampar telak wajah sena hingga sena
sendiri terkejut tidak menyangka

rolan ini manusia berjenis seperti apa ya?

namun sena tetap menegarkan diri, wanita
itu menatap rolan seolah pria itu tidak berbuat
jahat kepadanya " aku tau kenapa delone mukul kamu. " rolan berdecak, udah tau pake bilang

" cowo lo banci " rolan melangkah
menuju closet yang para pria gunakan
untuk kencing, membuka resleting nya
pria itu keluarkan penis nya untuk
membuang air kecil, kencing.

sena hanya melihat tindakan rolan
dengan diam sampai rolan berhenti
dengan kegiatan membuang air kecil
pun sena masih memperhatikan

" he's not my boyfriend, but you, you
my husband, are you jealous? "
menyungging tipis sudut bibir rolan
betapa lucu nya pertanyaan sena

" aku tau kok, kamu cemburukan waktu
tangan aku delone genggam dan paksa
tarik, kamu kesel kan lan? " sena kini
mengikis jarak antaranya dan rolan

" sok tau lo tod " berdecih rolan menatap
kedua bola mata sena mengejek, betapa
sok tau nya dia " lo cenayang? " terangkat
alis pria itu, jemari tangan rolan kini
menekan leher sena, pria itu remat
hingga memerah samar

sena tatap kedua bola mata rolan, dan
ya, sena tau, pria di hadapannya ini
sedang gundah " delone ga akan lapor
ke bunda ayah bahkan abang aku lan,
dia ga bakal bisa seberani itu.." rolan
lepas cekikan nya terhadap sena, darah
dari sudut bibir pria itu terus mengalir
hingga membuat barang siapapun yang
melihatnya akan meringis

" urus tuh cowok lo! " rolan melangkah pergi
meninggalkan sena sendiri disana, kemungkinan
besar perasaan yang pria itu rasa campur aduk

——

Plak

" maksud lo apa mukul rolan? " delone mengeram
pelan " jelas gue liat lo semalem bareng rolan di
gang sempit itu lo masih nanya maksud gue apa
mukulin bajingan itu? " baiklah, ternyata fakta
sena dan rolan bercinta di tempat sunyi itu telah
delone lihat dan ketahui sendiri

" kalau gitu, satu yang gue harap sama lo lone.
kalau lo sayang dan bener bener cinta sama
gue, ga terlintas di otak lo kalau lo bakal bilang
bunda sama ayah gue! " tepat sekali, hubungan
palsu mereka benar adanya tetapi delone benar
benar menaruh hati

bungkam sesaat lelaki itu " sejak kapan? " tanya
delone mulai ingin tahu " sejak kapan lo bareng
rolan gitu na " rasa rasanya delone frustasi
mengetahui fakta bahwa sena dan rolan bersama

" dua bulan yang lalu " delone menarik pelan
helaian rambut depan nya kuat, dan tanpa
aba aba delone menarik surai sena kuat

" berhubung gue baik hati, gue diem, untuk lo,
untuk lo yang gue cintai. " delone lepas pelan
tarikan nya di surai sena lalu lelaki itu pergi
begitu saja dari taman sekolah, kebetulan
lingkungan itu sepi karna siswa dan siswi
sudah memasuki kelas mereka masing
masing.

continued—

Halo pembaca pembaca lamero?
udah nungguin rolan dari semalem ya,
maaf semalem aku ketiduran awal
banget, cape soalnya hehe

see you next chapter, lovee ❤️

L A M E R O Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang