WARNINGS AREA 21+ 🚫
KONFLIK BERAT !!!
-----
Lelaki miskin, rolan lamero degore, anak
haram dari dua sepasang manusia, rolan,
lelaki bajingan berotak buntu, kehidupan
nya yang miskin tidak dapat menghalangi
nya dari kegiatan bejat sehari harinya...
pria itu, rolan, berdiri gagah di depan layar monitor, tidak hanya satu, ruangan itu terisi lebih dari lima puluh buah cctv.
pria itu mengetik lincah, rolan pause di tanggal 23 Juni sekitar dua minggu lepas. cctv dekat tangga mendeteksi bahwa seseorang dengan sengaja menumpah kan minyak ditangga, bukan hanya sedikit namun banyak, herannya, saat rolan ikut berlari menuruni tangga, rolan tidak merasa kakinya lengket terkena minyak, mungkin karena pria itu berlari melewati dua atau satu dari anak tangga? yeah.
sayangnya yang menumpahkan minyak rolan tidak bisa melihat itu siapa namun dari pernyataan kang liyas, sudah pasti ferasa, tapi rolan tidak bisa asal percaya, tidak mungkin wanitanya seperti itu, dan sena adalah sepupu ferasa sendiri.
" kang, tapi kang liyas beneran ada liat yang numpahin minyak ini? " liyas dengan cepat mengangguk " liat den, tapi saya ga kenal prempuan itu. " pernyataan liyas membuat rolan terdiam sejenak
" kalau saya bawa orangnya, kang liyas liat nya dia bilang sama saya ya kang. " liyas mengangguk mengiyakan dengan segenap kemampuan ingatannya
*maklum udah tua, lupa pasti—
———————
" lan? " tegur ferhat yang melihat rolan masuk tanpa salam lalu langsung hendak naik menuju kamar sang istri ralat adik juga " gausah sok akrab, tolong. " rolan terus melangkah setelah mengatakan itu kepada ferhat, pria itu masuk ke kamar sena untuk membersihkan diri, setelah membenahi diri rolan pun duduk di atas ranjang tepat di kaki ranjang, pria itu sedang berpikir keras, hanya perlu menunggu kepulangan ferasa dari bandung dan rolan akan coba bawa gadis itu menghadap liyas, benarkah yang kang liyas maksud itu adalah ferasa?
belahan jiwa rolan.
rolan berjalan kembali ke arah lemari, pria itu membuka lemari pakaian sena lebar lebar, pria itu tatap dalam dengan teliti baju wanita itu satu persatu di deretan paling atas dan turun lagi melihat deret paling bawah, pria itu buka laci yang berisi celana dalam juga, bra dan lainnya
wajah yang rolan perlihatkan memang datar, namun jauh di lubuk hati ada rasa yang tidak biasa yang telah rolan rasakan selama kepergian sena, lucu, sungguh teramat lucu, tindakan wanita itu selalu saja begitu, impulsif.
" senala agelara castila. " rolan eja begitu pelan nama lengkap sena, begitu indah.
bentuk kamar sena masih sama dengan terakhir kali saat mereka meributkan pasal surat pernyataan test dna itu sena robek tidak terima dengan isi di dalamnya, obsesi dan kata tentangan dari sena untuk Tuhan membuat rolan kembali terkekeh tidak habis pikir
kamar wanita itu sama sekali tidak ditata rapi, kasur yang masih berantakan dimana terakhir kali rolan dan sena tidur pada malam itu, dan lagi, harum wanita itu menempel kuat di setiap sudut kamar
kemudian kaki jenjang rolan menuju balkon, apalagi kalau bukan merokok untuk ketenangan diri, menghindari pikiran yang sedang berkecamuk hebat
saat membuka pintu balkon yang menyambut gembira rolan ialah seliuran angin yang langsung saja menerpa wajah dan rambut lebat rolan, pria itu memejam merasakan terpaan angin, setelah semalam tidak tidur, rolan lelah, pria itu benar benar tidak bisa tidur sama sekali, saat kembali membuka mata dapat rolan lihat bekas sobekan surat itu yang satu persatu robekan kecil nya dibawa angin dini hari, saat rolan akan mengambil amplop yang masih terletak di meja balkon rolan pun membuka lagi amplop itu, pastinya sudah kosong, sebab sudah sena sobek tapi pria itu merasakan ada secarik lainnya yang rolan genggam di dalam tangannya, dengan kerutan pada kening rolan pun menarik dan benar saja, secarik lainnya ada di dalam sana
| TEST DNA NO AKURAT |
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
rolan dibuat bingung, dengan gesit kaki pria itu melangkah menuruni tangga untuk bertemu dengan ferhat di lantai dasar " gue mau lo jelasin ini maksudnya apa? " rolan lempar lembaran itu ke depan wajah ferhat secara kasar, mengapa begitu banyak pria paruh baya itu melakukan test?
" itu engga akurat, test pertama yang akurat, ayah pikir kamu waktu itu bukan anak ayah.." jadi, agar lebih detail, ferhat melakukan test dna sebanyak dua kali.
namun mengapa kedua kalinya itu tidak akurat, darah sena dan rolan dinyatakan 0% di lembaran terakhir itu
rolan kembali melangkah hendak pergi namun perkataan dari ferhat menghentikan langkah rolan " sena bukan anak ayah, dia anak yang ayah ambil dari panti asuhan, waktu thea melahirkan kondisi thea tidak memungkinkan, ayah disuruh memilih, sang Ibu atau si cabang bayi, dan ayah memilih thea, lalu agar thea tidak sedih ayah berinisiatif untuk mengadopsi anak yang sama persis seperti anak baru lahir, dan itu ayah lakukan sendiri tanpa ada pihak lain yang tau, dan kamu, kamu benar darah daging saya, begitu pun gala.." hati rolan ikut terasa teremas saat mendengar tutur ferhat, sial, bagaimana jika sena tahu bahwa sena bukan anak ferhat, sakit.
" kalau gitu setelah lo ungkap ini, lo harus terima kehilangan salah satu dari keduanya, ga ada yang bisa menoleransi keputusan sebelah pihak lo, fakta yang udah lo tutup lama itu sekarang lo ungkap dengan kesadaran penuh. " rolan tatap ferhat yang masih di posisi, pria paruh baya itu tidak terlihat gentar, sepertinya ferhat sudah memikirkan ini matang matang sebelum memberitahu rolan
dan kalian, kalian berharap apa atas hubungan sena dan rolan?
fakta rumit lainnya saja belum selesai, dan ditambah lagi fakta menarik lainnya.
gila
stress
linglung.
tiga hal itu berkumpul menjadi satu didalam otak rolan yang tampak kecil namun berbagai hal gila terlintas dan berlalu lalang setiap kali pria itu memilih memejamkan mata, dimana pun, kapan pun dan selalu, begitu.