48. no relacionado por sangre

2.5K 145 48
                                    

pria itu, rolan, berdiri gagah di depan
layar monitor, tidak hanya satu, ruangan
itu terisi lebih dari lima puluh buah cctv.

pria itu mengetik lincah, rolan pause di
tanggal 23 Juni sekitar dua minggu lepas.
cctv dekat tangga mendeteksi bahwa
seseorang dengan sengaja menumpah
kan minyak ditangga, bukan hanya sedikit
namun banyak, herannya, saat rolan ikut
berlari menuruni tangga, rolan tidak merasa
kakinya lengket terkena minyak, mungkin
karena pria itu berlari melewati dua atau
satu dari anak tangga? yeah.

sayangnya yang menumpahkan minyak
rolan tidak bisa melihat itu siapa namun
dari pernyataan kang liyas, sudah pasti
ferasa, tapi rolan tidak bisa asal percaya,
tidak mungkin wanitanya seperti itu, dan
sena adalah sepupu ferasa sendiri.

" kang, tapi kang liyas beneran ada liat
yang numpahin minyak ini? " liyas dengan
cepat mengangguk " liat den, tapi saya ga
kenal prempuan itu. " pernyataan liyas
membuat rolan terdiam sejenak

" kalau saya bawa orangnya, kang liyas
liat nya dia bilang sama saya ya kang. "
liyas mengangguk mengiyakan dengan
segenap kemampuan ingatannya

*maklum udah tua, lupa pasti—

———————

" lan? " tegur ferhat yang melihat rolan
masuk tanpa salam lalu langsung hendak
naik menuju kamar sang istri ralat adik juga
" gausah sok akrab, tolong. " rolan terus
melangkah setelah mengatakan itu kepada
ferhat, pria itu masuk ke kamar sena
untuk membersihkan diri, setelah membenahi
diri rolan pun duduk di atas ranjang tepat
di kaki ranjang, pria itu sedang berpikir
keras, hanya perlu menunggu kepulangan
ferasa dari bandung dan rolan akan coba
bawa gadis itu menghadap liyas, benarkah
yang kang liyas maksud itu adalah ferasa?

belahan jiwa rolan.

rolan berjalan kembali ke arah lemari,
pria itu membuka lemari pakaian sena
lebar lebar, pria itu tatap dalam dengan
teliti baju wanita itu satu persatu di deretan
paling atas dan turun lagi melihat deret
paling bawah, pria itu buka laci yang
berisi celana dalam juga, bra dan lainnya

wajah yang rolan perlihatkan memang
datar, namun jauh di lubuk hati ada rasa
yang tidak biasa yang telah rolan rasakan
selama kepergian sena, lucu, sungguh
teramat lucu, tindakan wanita itu selalu
saja begitu, impulsif.

" senala agelara castila. " rolan eja begitu
pelan nama lengkap sena, begitu indah.

bentuk kamar sena masih sama dengan
terakhir kali saat mereka meributkan
pasal surat pernyataan test dna itu
sena robek tidak terima dengan isi
di dalamnya, obsesi dan kata tentangan
dari sena untuk Tuhan membuat rolan
kembali terkekeh tidak habis pikir

kamar wanita itu sama sekali tidak ditata
rapi, kasur yang masih berantakan dimana
terakhir kali rolan dan sena tidur pada
malam itu, dan lagi, harum wanita itu
menempel kuat di setiap sudut kamar

kemudian kaki jenjang rolan menuju balkon,
apalagi kalau bukan merokok untuk
ketenangan diri, menghindari pikiran
yang sedang berkecamuk hebat

saat membuka pintu balkon yang
menyambut gembira rolan ialah seliuran
angin yang langsung saja menerpa wajah
dan rambut lebat rolan, pria itu memejam
merasakan terpaan angin, setelah semalam
tidak tidur, rolan lelah, pria itu benar benar
tidak bisa tidur sama sekali, saat kembali
membuka mata dapat rolan lihat bekas
sobekan surat itu yang satu persatu
robekan kecil nya dibawa angin dini
hari, saat rolan akan mengambil amplop
yang masih terletak di meja balkon rolan
pun membuka lagi amplop itu, pastinya
sudah kosong, sebab sudah sena sobek
tapi pria itu merasakan ada secarik
lainnya yang rolan genggam di dalam
tangannya, dengan kerutan pada kening
rolan pun menarik dan benar saja,
secarik lainnya ada di dalam sana

| TEST DNA NO AKURAT |

rolan dibuat bingung, dengan gesit kaki priaitu melangkah menuruni tangga untuk bertemudengan ferhat di lantai dasar " gue mau lojelasin ini maksudnya apa? " rolan lemparlembaran itu ke depan wajah ferhat secarakasar, mengapa begitu banyak pria pa...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


rolan dibuat bingung, dengan gesit kaki pria
itu melangkah menuruni tangga untuk bertemu
dengan ferhat di lantai dasar " gue mau lo
jelasin ini maksudnya apa? " rolan lempar
lembaran itu ke depan wajah ferhat secara
kasar, mengapa begitu banyak pria paruh
baya itu melakukan test?

" itu engga akurat, test pertama yang
akurat, ayah pikir kamu waktu itu bukan
anak ayah.." jadi, agar lebih detail, ferhat
melakukan test dna sebanyak dua kali.

namun mengapa kedua kalinya itu tidak
akurat, darah sena dan rolan dinyatakan
0% di lembaran terakhir itu

rolan kembali melangkah hendak pergi
namun perkataan dari ferhat menghentikan
langkah rolan " sena bukan anak ayah, dia
anak yang ayah ambil dari panti asuhan,
waktu thea melahirkan kondisi thea tidak
memungkinkan, ayah disuruh memilih,
sang Ibu atau si cabang bayi, dan ayah
memilih thea, lalu agar thea tidak sedih
ayah berinisiatif untuk mengadopsi anak
yang sama persis seperti anak baru lahir,
dan itu ayah lakukan sendiri tanpa ada
pihak lain yang tau, dan kamu, kamu benar
darah daging saya, begitu pun gala.." hati
rolan ikut terasa teremas saat mendengar
tutur ferhat, sial, bagaimana jika sena tahu
bahwa sena bukan anak ferhat, sakit.

" kalau gitu setelah lo ungkap ini, lo harus
terima kehilangan salah satu dari keduanya,
ga ada yang bisa menoleransi keputusan
sebelah pihak lo, fakta yang udah lo tutup
lama itu sekarang lo ungkap dengan
kesadaran penuh. " rolan tatap ferhat
yang masih di posisi, pria paruh baya itu
tidak terlihat gentar, sepertinya ferhat
sudah memikirkan ini matang matang
sebelum memberitahu rolan

dan kalian, kalian berharap apa atas
hubungan sena dan rolan?

fakta rumit lainnya saja belum selesai,
dan ditambah lagi fakta menarik lainnya.

gila

stress

linglung.

tiga hal itu berkumpul menjadi satu
didalam otak rolan yang tampak kecil
namun berbagai hal gila terlintas dan
berlalu lalang setiap kali pria itu memilih
memejamkan mata, dimana pun, kapan pun
dan selalu, begitu.

countinued—

Sial.

L A M E R O Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang