derap langkah dari sepatu heels seorang wanita
memasuki rumah besar, melangkah dengan cepat
mencari pemilik rumah." Alberto! " Alberto tidak menyahuti, namun pria
yang di ketahui sebagai ayah dari rolan lamero
itu keluar dari ruangan nya untuk menghadap
sang mantan istri, ibu dari anaknya." ngapain kamu disini? " windi mendekat langkah
nya menuju sofa, duduk dengan gaya berkuasa,
pakaian yang di pakai nya terlihat megah, tanda
bahwa wanita itu sekarang orang yang mampu
melebihi Alberto" aku mau liat anak aku lah mas, mana rolan? "
Alberto masih saja enggan hendak menjawab
namun tidak lama pria paruh baya itu berkata
tajam " ga usah temui rolan lagi ndi, dia cukup
tersiksa sama sosok ibu kaya kamu, rolan
ga butuh kamu di hidupnya, dan lagi, rolan
ga tinggal sama saya " ucap Alberto angkuhmendengar ucapan yang Alberto lontar, windi
merasa bahwa itu benar " aku butuh dia mas,
aku sayang sama rolan. " Alberto terkekeh
meremehkan perkataan yang windi ucapkancoba pikir lagi, ibu mana yang sudah menyiksa
anak nya, hingga anak nya memiliki tingkat
trauma yang tinggi dari ibunya sendiri malah
ibunya sendiri yang bilang kalau sayang
kepada rolan, omong kosong!sosok ibu biadap seperti windi harus
dimusnahkan dari dunia ini, patutnya
manusia seperti windi di hadiahi kematian" aku mau bawa rolan sama aku, ke Amerika "
Alberto sedikit terkejut, namun pria paruh baya
itu tetap tenang, dapat Alberto lintasi di pikiran
nya bahwa kemungkinan rolan mau dan tidak
mau, tetapi mau bagaimana pun windi tetaplah
ibu kandung anaknya sendiri, keputusan yang
bagaimana pun akan rolan pilih itu ada di tangan
rolan Alberto sama sekali tidak bisa mengecoh" seharusnya kamu sadar diri windi, anak yang
kamu siksa hanya untuk mendapatkan saya itu
sekarang hidup tanpa kamu, ingin kamu kendalikan
seperti boneka? jangankan kamu saya saja tidak
bisa mengatur rolan " pastinya tidak mudah hal
ini bagi rolan, Alberto harap windi membebaskan
rolan dari segala rencana hidupnya." aku ga peduli, dan aku ga butuh omongan yang
engga berbobot dari kamu, aku pamit mas. " pergi
wanita itu, Alberto hanya bisa berharap windi
tidak mengganggu rolan, windi sama sekali
tidak tahu bagaimana cara anak itu tumbuh
bahkan sekian tahun ke tahun wanita sialan
itu tidak kembali setelah bercerai dengan
Alberto windi sama sekali tidak memperdulikan
rolan malah wanita itu pergi begitu saja dengan
kekasih barunya———
pada malam hari ini sena sedang berkeliling rumah
mencari qalera kucing kesayangan nya yang
berbulu tebal " pus pus.." panggil wanita itu
keras tidak lama thea datang dari arah belakang,
melihat sena yang kelimpungan thea pun
bertanya " cari apa dek? " sena menoleh" liat qalera ga bun, dia belum aku kasi makan
dari pagi tadi " sena berjongkok melihat kebawah
meja meja di sana, sesekali wanita itu turut
membungkuk pelan namun tidak ada qalera" besok ayah pulang na, katanya rindu kamu. "
mendengar ucapan yang ibundanya ucap sena
pun mendekati thea " tapi aku ga mau ketemu
ayah, ga biasanya ayah mau ketemu aku.."
melangkah menaiki anak tangga sena seraya
berkata hal tersebut, benar, ferhat tidak pernah
sekali pun menanyai keadaan sena dalam
lima bulan ini, sena benci ferhat, ayahnya
selalu melakukan perjalanan bisnis, jika sena
tanya mengapa selalu keluar kota pasti ferhat
akan menjawab hal yang sama yaitu" namanya juga tuntutan kerja " ucap ferhat
kala sena bertanya, bagi sena hadirnya ferhat
sudah tidak sena pedulikan, rasanya sama saja
hadir tidak hadir tidak ada yang istimewa kecuali
meja makan yang terisi penuh dengan mereka
yang tertawa girang karna dari gala yang selalu
berbuat lucu, namun sebab sudah lama tidak
ada di moment itu lagi rasanya saat nanti
melakukan nya lagi mungkin akan hambarkaki jenjang putih sena terus melangkah menaiki
anak tangga wanita itu tinggalkan thea yang
masih menatap sena namun langkah sena
terhenti sesaat sewaktu thea berucap" kamu gemukan ya dek. " tutur sang bunda
namun sena mencoba tenang dengan tidak
menggubris ucapan thea——
setelah pulang sekolah sena langsung pulang
kerumah rolan namun pria itu belum ada di
rumah, alhasil sena memilih membersihkan
kamar pria itu, walau sudah menjadi suami
istri tetapi kamar itu masih dikatakan kamar
pria itu sendiri sebab sena tidak selalu ada
dirumah rolan, hanya saat thea lalai baru
sena bisa mencari kesempatan kerumah
suaminya itusena memilih pakaian kotor yang ada pada
gantungan baju, atas kasur, dan keranjang
baju bersih juga terdapat dalaman yang
sempat rolan pakai tiga hari lalu terakhir
kali sena melihat pria itu memakai di depan
nya, dan dalaman itu sama sekali belum
niat pria itu cuci, beralih wanita itu lihat
lihat di tempat yang lain seperti sofa saat
ini terdapat hoodie berwarna hitam di
lengan sofa, topi pria itu juga terlempar
sedikit jauh dari sebelah tv sampingsetelah lama memilih bahkan mengumpulkan
pakaian kotor kemudian memutarnya di mesin
pencuci baju, sena beralih mencuci seluruh
piring kotor di wastafel, pasalnya sudah seperti
kapal pecah, menggunung.di lain tempat pria itu, rolan lamero sedang
mengganti ban mobil seorang gadis yang
tampaknya seusia rolan dan sena, gadis
itu cantik, dengan rambut gelombang tipis
nya membuat sang gadis tampak manis,
polesan make up gadis itu tidak terlalu
tebal, dan lagi, mata gadis itu sedari rolan
membongkar ban mobilnya dan digantikan
dengan ban serap mata gadis itu tidak sama
sekali berpindah kelain tempat, pasalnya
objek yang gadis itu lihat teramat cukup
sempurna dengan rolan yang mengapit
batang rokoknya di sela bibir seksi pria
itu dan tangan beruratnya terlihat gagah
mengencang ketat di tambah keringat
yang membuat nya semakin mengkilap
di bawah matahari terik siang hari inipria itu tidak lain hanya memasang muka
datar nya, terkesan dingin namun panas
sungguh pesona pria itu tidak ada satu
pun yang bisa menolak, tidak lama rolan
mengemasi barang barang bawaannya,
memasukkan satu persatu kedalam tas" udah. " beritahu pria itu, kaki jenjangnya
melangkah besar melewati sang gadis,
sang gadis pun mengangguk tersenyum
tidak sempat mengucapkan kata terimakasih
nya sebab rolan telah menghilang bersama
motornya, mengenai biaya sudah di teransfer
ke atasan pria itu" seumur umur ini montir terganteng agh.."
menghentak kaki gadis itu sangking
greget nyarolan parkir harley davidson nya di halaman
bengkel, pria itu turun, menaruh barang ke
dasar awal kemudian menuju ruang ganti
untuk berganti baju dengan baju seragam
sekolah nya tadi, ya, rolan pulang dari
sekolah langsung menuju bengkel" sehat bang? " sapa fadil yang sedang melakukan
pekerjaannya namun mata Fadil menangkap hadir
nya rolan lalu laki laki itu sapa yang rolan
tanggapi dengan senyuman tipis tidak ada
niatan untuk menyahuti" dil, nih buat lo.." baju rolan sudah terganti, kini
rolan mendekati Fadil lalu pria itu sodorkan dua
lembar uang berwarna merah muda yang fadil
tanggapi dengan alis berkerut " mau gue beli
apaan bang? " rolan menggeleng " buat jajan lo "
lalu pria itu melangkah pergi" beneran bang lan? makasih banget gue "
girang fadil, pria itu susah di tebak—continued—
Vote, komen, share
Terimakasih 🤎

KAMU SEDANG MEMBACA
L A M E R O
Ficțiune adolescențiWARNINGS AREA 21+ 🚫 KONFLIK BERAT !!! ----- Lelaki miskin, rolan lamero degore, anak haram dari dua sepasang manusia, rolan, lelaki bajingan berotak buntu, kehidupan nya yang miskin tidak dapat menghalangi nya dari kegiatan bejat sehari harinya...