" rolan, lan? " sena sentuh kedua sisi
wajah rolan, lelaki jangkung dengan
segala kisah hidup memilukan itu
malah memilih menjauh dari senabegitu banyak perasaan yang rolan
rasakan, entah yang mana dapat
rolan deskripsikan, yang pasti tidak
ada satu perasaan pun yang dapat
rolan ungkap, semua nya bak
membentuk lingkaran, berkumpul
menjadi satu hingga, menggejolaktidak menyerah, sena kembali datang
menghadap rolan, lelaki itu memejam
erat, walau menghalau suara suara
tak kasat mata itu, suara itu masih
saja menggema di telinga rolan,
menghantui pikiran dan pendengaran
rolan " hey, tarik nafas, ayo.." sena
tuntun pelan, mengajak untuk
menenangkan diri, sena rengkuh
dan peluki tubuh tegap ituAnak haram, gatau malu, anjing.
suara windi terus saja datang
berulang ulang, sialan.sena linglung, dan sekarang tubuh
rolan hangat, mata pria itu masih
terpejam dengan dahi berkerut
dalam " pulang, pulang na, sekarang! "
sena menggeleng, apa apaan, rolan
sedang tidak tahu kenapa. tiba tiba
sena dengan tidak tahu diri pulang?mana bisa, jika terjadi sesuatu dengan
ayah dari anaknya bagaimana?tidak lama kemudian, rolan coba
menarik nafas, lalu pria itu hembus
perlahan, mengingat rolan tidak mau
membuat sena panik atau lainnyasena bergegas masuk kedalam entah
mau apa, tetapi tidak lama wanita itu
kembali lagi menghadap rolan" rumah kamu masih kekunci? " sena
menggeleng tidak habis pikir, rolan ini
sejak tadi ngapain, kenapa rumahnya
masih terkunci, dasar." duduk " menegas rolan, sekarang
rolan ingin meminta kejelasansena kembali kehadapan rolan, duduk
di lantai teras rumah pria itu, rolan
tatap sayu wanita di hadapannya itu
" selain gue, siapa lagi yang tau lo
hamil ? " sena menggeleng pelan
wanita itu tatap rolan sungguh sungguh" engga, engga ada, cuma kamu. "
rolan yakin, ada hal dibalik ini semua
pasti ada yang tau tentang hubungan
rolan dan sena, dan seketika rolan
bangkit meninggalkan sena yang
masih terduduk, pria itu buka pintu
lalu masuk tanpa menyuruh sena
masuk, rolan lepas pakaian nya.panas, melelahkan, hari sialan, dan—
trauma biadap, kapan rasa putus asa
di hidup rolan ini akan hilang, banyak
hal rolan pikirkan, nyata nya rolan, pria
dingin yang tidak banyak bicara itu,
mempunyai beban hidup yang banyakentah bagaimana, tiba tiba sena datang
dengan segelas air yang wanita itu
sodorkan ke arah rolan " minum lan. "
rolan raih kasar, pria itu teguk setengah
lalu diri rolan taruh di atas meja depan
tv, mereka berdua berada di ruang
tengah" besok ga usah masuk sekolah " sena
mengerutkan kening " Aku? kenapa? "
sena menunjuk dirinya sendiri" bisa duduk? " rolan tatap tajam mata
wanita di hadapannya, kenapa mesti
berdiri, duduk dulu gitu kan bisa" ikut gue, besok kita nikah. " sena sedikit
terhenyak, sena tatap dalam kedua mata
sayup itu, mengangguk berat kemudian———
dengan seragam sekolah sena pergi
dari rumah, namun tujuan sena bukan
sekolah melainkan rumah rolan, setelah
tiba sena langsung pria itu ajak duduk
kehadapan sosok bapak bapak berpeci
dan jika di bilang mereka menikah secara
resmi yaps benar, beda nya tidak ada
tamu, dan sena tidak tahu bagaimana
taktik rolan, intinya setelah acara ini
siap. mereka di beri buku nikah, dan
lagi entah dari mana cincin yang sekarang
tersemat di jari manisnya, yang pastinya
itu cincin pernikahan merekadan bagaimana menikah tidak ada
saksi, entahlah, peduli setan, yang
penting menikah dengan rolan, rorr—sekarang keduanya berada di kamar,
rolan sibuk dengan handphone nya
sedang sena mondar mandir di
dekat jendela, kalau tadi dengan
seragam sekolah kini sena dengan
daster selutut dan rolan dengan
boxer tanpa baju atasan berbaring
di atas kasur tanpa memperdulikan
sena yang berlalu lalang di hadapannyasesekali sena melihat kearah kasur
di mana terdapat rolan, tadi, saat
sena rolan tinggal di ruang tengah
dengan membawa buku nikah mereka
yang hendak sena simpan, sena berniat
menyimpannya di laci nakas dekat
jendela samping tv namun saat sena
buka, tak sengaja sena melihat secarik
foto yang pria itu timpa antara buku buku
kecil di dalam nya, saat sena tarik pelan
sempat sena lihat bahwa itu sosok
perempuan cantik dengan baju biru
selutut dan rambut panjang di terpa
angin, tersenyum menatap kamera.belum sempat sena lihat lebih detail
sena di kejutkan oleh langkah rolan
wanita itu buru buru menutup laci
setelah menyimpan, membuat ekspresi
wajah sebiasa mungkin" kenapa lo? " rolan tanyai wanita itu
dengan kerutan di kening, langkah
pria itu kemudian memasuki kamar,
tidak memperdulikan sena yang masih
berdiri di luar, rolan lelahdan kini, masih menatap sena dari
jendela kearah kasur, rolan yang merasa
bahwa ada yang menatap nya pun balas
menatap sena heran " ngapain, gue ga
nyuruh lo matung jadi hiasan kamar gue "
tajam pria itu berbicara, kemudian sena
menarik nafas" perempuan di laci nakas dekat tv itu
siapa? " rolan yang sudah kembali
keposisi awalnya kini seketika berbalik
badan penuh menatap sena, dengan
perasaan geram pria itu tatap sena" lo buka laci gue? " sena tetap tenang,
mengangguk pelan " aku tadi cuma mau
nyimpen buku nikah kita, terus ga sengaja
foto itu keliat di aku " dengan geram rolan
raih gelas kaca di nakas dekat kasur
pria itu lempar kedinding kayu rumah
nya lalu jatuh mengenai lantai semen
tepat lemparan itu hampir mengenai
sena, berdiri kini pria itu, rahangnya
mengetat tanda ia marahgelas yang rolan lempar kini sudah tidak
terbentuk, menyisakan kaca kaca yang
berhambur hambur." berani banget ya lo, buka laci yang
ada di rumah gue tanpa seizin gue "
sena balas menatap datar mata
tajam yang menatap sena" aku istri kam—"
" MAU LO SIAPANYA GUE LO GA BERHAK
ANJING— LO ITU ISTRI KECELAKAAN "
sedikit terkejut sena, tubuh wanita itu tersentak
pelan saat rolan memilih menyadari sena
dengan cara berteriaktimbul urat urat leher rolan, bukan apa.
sebab ini, rolan kembali teringat, akan
kegagalan nya melindungi perempuan
yang sena maksud, rolan merasa bahwa
rolan sudah menjadi pria yang tidak
berguna karna tidak mengetahui hal
yang Fera simpan erat darinyaFerasa gealina perempuan itu berhasil
membuat rolan mati rasa kepada
wanita mana pun, hati rolan jiwa
bahkan pikiran rolan telah fera bawa
bersama fera di dua tahun lalu.fera yang dapat mengubah pandangan
tentang wanita di diri rolan, dimana
rolan tidak mau percaya pada makhluk
Tuhan yang berjenis kelamin perempuan.
sebab teramat di kecewakan oleh sifat
ibunya yang terlalu banyak menoreh
luka pada hatinya, bahkan fisikhanya fera, hanya fera yang ada
di dekat rolan, mendampingi rolan
saat pertama kali pria itu memilih
hidup sendiri, memperjuangkan
kehidupan nya di mana bagi rolan
hidup rolan adalah hal tersial, tetapi
bagi fera, rolan ada di dunia ialah
sebab yang maha kuasa sudah
berkehendak mengatur hidup pria
itu sebaik baik mungkinnamun fatalnya, fera meninggalkan
rolan dengan kehidupan rolan yang
gelap, ibarat terangnya lampu meninggal
kan kegelapan, dari sanalah hidup rolan
mulai biasa biasa saja, tidak terkendali.
tidak sama sewaktu masih ada fera di
sisi pria itu, pada dasarnya gelap tetap
lah gelap, terang tidak akan selamanya
mampu menyinari, itulah kehidupan
yang rolan jalani, tidak ada semangat,
melainkan penuh emosi, trauma, nakal,
merasa hina.—countinued—
Cuma mau bilang, maaf karna udah
lama banget ga up, jangan lupa vote
and komen yang banykkkkk💋💋💋

KAMU SEDANG MEMBACA
L A M E R O
Teen FictionWARNINGS AREA 21+ 🚫 KONFLIK BERAT !!! ----- Lelaki miskin, rolan lamero degore, anak haram dari dua sepasang manusia, rolan, lelaki bajingan berotak buntu, kehidupan nya yang miskin tidak dapat menghalangi nya dari kegiatan bejat sehari harinya...